Tag


Kalo kebelet biasanya karena kita ingin buang air kecil, dan ini kadang menyiksa. Kita baru bisa lega, setelah bisa ngelakuinnya. Yang ini beda, kebeletnya pengen beli novel dan pengen baca. Pernah ngalamin?

Saya pernah. Karena sibuk dengan pekerjaan dan urusan lainnya, saya gak punya waktu untuk jalan-jalan ke toko buku. Keinginan itu makin lama makin besar, akhirnya ketika ada waktu senggang, saya sempetin datang ke toko buku.

Liat banyak novel, banyak yang ingin dibeli, tapi tiba-tiba inget sesuatu, gak ada budgetnyaūüė¶. Bolak-balik liat harga novel yang satu dengan yang lainnya. Pengen yang ini dan yang itu, tapi inget lagi, kalau bulan ini gak ada budget untuk beli buku, karena sudah terpakai untuk hal lain. Bingung.

Mondar-mandir.. Ada satu novel yang udah ‘manggil-manggil’ ingin dibeli, novel kecil yang berjudul “Saga no Gabai Bachan, Nenek Hebat dari Saga”. Saya ambil novelnya dan baca ringkasannya, sepertinya ceritanya menarik. Yah, nanti deh bulan depan belinya. Saya simpan lagi novelnya.

Tapi, entah kenapa, mungkin karena kebeletnya udah gak terbendung lagi dan saya udah terlanjur kepikat dengan novel tersebut. Akhirnya tanpa mikir panjang, saya beli¬† juga novelnya. Urusan budget, tinggal ngurangin budget bulan depan dehūüôā.

Setelah beli, karena kebelet baca juga, langsung saya baca selama perjalanan pulang naik angkot. Kebeletnya ilang, lega rasanyaūüėÄ. Saya sangat menikmati novelnya, dan banyak yang bisa saya pelajari dari Nenek Osano. Alhamdulillah.

Kebelet memang baru akan hilang, kalau kita sudah melaksanakannya. Selama kebeletnya untuk hal positif, supaya gak nyiksa ya harus kita lakukan, tapi tentunya dengan cara-cara yang positif juga. Selamat kebelet :D!