Mencari rumah di bandung, memang sulit. Harganya yang cukup tinggi, membuat saya dan suami memilih untuk mengontrak. Mencari rumah kontrakan pun sebenarnya sangat sulit bagi kami, butuh waktu berminggu-minggu hingga akhirnya menemukan sebuah rumah kontrakan yang cukup besar, fasilitasnya bagus, sangat dekat dengan mesjid, dan berada di tengah-tengah lingkungan yang ramah walaupun hanya di sebuah gang.

Ini adalah pengalaman pertama saya tinggal di sebuah gang. Setiap pagi saya dibangunkan oleh adzan subuh dari mesjid, suara pintu rumah tetangga, atau langkah kaki para tetangga yang akan melaksanakan ibadah solat subuh. Kalau pun suara-suara tersebut tidak mampu membuka mata yang terlelap. Tidak lama, mata pun akan terbuka karena suara-suara lainnya yang berdatangan, tukang roti keliling, tukang bubur, atau suara tetangga yang sedang berbincang-bincang. Tidak hanya itu, suara gemercik air dari kran yang dibuka, atau wangi masakan yang menyentuh hidung, juga mampu membangunkan tubuh ini🙂 . Tembok yang berdempetan satu sama lain ternyata tidak mampu meredam suara-suara tersebut.

Kadang tanpa sengaja, telinga ini mengikuti percakapan para tetangga yang sedang asik berbincang di sebelah rumah. Bukan bermaksud menguping, tapi suara tersebut menghampiri dengan sendirinya. Mungkin ini cara tercepat untuk mengenal tetangga lebih jauh, tanpa perlu bertatap muka😀.

Tanpa melihat, saya pun bisa tahu, kalau tetangga saya sedang mengajarkan burungnya bernyanyi. Tawa anak-anak yang sedang bermain bola, bermain sepeda. atau sekedar memanggil temannya untuk bermain. Suara-suara tersebut sedikit pun tidak menggangu saya, tapi justru memberikan suasana ‘hidup’, sehingga tidak merasa sepi.

Tetangga kami sangat ramah, kami sering dikirim dan saling mengirim makanan. Pernah satu kali, kami menghirup wangii yang sangat enakk, -sepertinya tetangga kami sedang membuat kue-. Beberapa saat kemudian, datanglah semangkuk kue putri salju. Senangnya😀

Alhamdulillah, saya bersyukur bisa berada di lingkungan yang ramah, bersih dan aman ini, meskipun hanya di sebuah gang. Ternyata tinggal di Gang itu asik🙂