Seminggu lalu Saya membeli sebuah buku berjudul: Oh My Goodness, Buku Pintar Seorang Creative Jungkies dari Yoris Sebastian yang kabarnya adalah salah satu praktisi kreatif industri Indonesia yang sukses.

Terdapat beberapa hal menarik dibuku tersebut, tetapi sejujurnya Saya pribadi tidak merasa menemukan informasi istimewa dalam buku tersebut. Sang Penulis coba menggabungkan seluruh pengalamannya, juga berbagai informasi yang dia miliki untuk kemudian bisa memberikan motivasi bagi semua orang untuk bisa lebih kreatif. Adalah hal yg wajar sebenarnya, tapi menjadi sangat bertolak belakang dengan apa yang coba disampaikan penulis dalam bukunya: coba melihat berbagai hal dari sudut pandang berbeda dan coba menampilkan hal yg baru.

Ada beberapa buku yang sangat berkesan bagi Saya, dua (yang terbaru) diantaranya adalah buku Larry King, My Remarkable Journey dan The White Tiger, Arivand Adiga. Kedua buku tersebut memberikan satu nuansa berbeda untuk jenis buku biographi dan novel. Larry King menampilkan komentar jujur orang-orang yang dekat dengannya tentang segala hal yang dibahas dalam setiap bab di bukunya. Hal tersebut mampu menampilkan nuansa keterbukaan yang sangat kental sekaligus menarik. Aravind Adiga memberikan satu cerita yang sangat luar biasa dalam satu format yang juga sangat menarik: rangkaian surat kepada PM China. Kembali ke buku Creative Junkies, selain dari covernya yang bisa diwarnai sendiri oleh para pemilik buku, nuansa kreativitas dalam buku tersebut kemudian menjadi memudar dalam setiap halamannya.

Mengambil apa yang sang penulis sampaikan di buku tersebut: melihat berbagai hal dari sudut pandang berbeda (thinking outside the box), ada beberapa alternative yang mungkin bisa membuat buku tersebut sedikit lebih “kreatif”: mungkin sang penulis bisa memulai menulis dari sisi sebelah kanan (seperti beberapa komik/kitab suci), mungkin akan lebih menarik jika setiap quote ditulis di atas sebuah puzzle yang kemudian menjadi media promosi tersendiri, mungkin akan lebih menarik jika lembar-lembar latihan di susun dalam bentuk permainan atau bahkan “boardgame”, mungkin akan lebih berkesan jika Sang penulis mampu memperkenalkan padanan kalimat dalam bahasa Indonesia untuk bebagai kalimat dalam bahasa inggris yang banyak digunakan, mungkin … dan mungkin; masih ada ratusan kemungkinan lainnya untuk membuat buku tersebut (atau buku berikutnya) menjadi lebih “kreatif”.

Terlepas dari hal-hal tersebut di atas, buku OMG Creative Junkies tetap merupakan satu buku yang cukup menarik untuk dibaca. Berbagai pengalaman, prestasi, serta informasi yang penulis sampaikan bisa menjadi satu refensi untuk mengingatkan kita bahwa kreativitas memiliki “nilai tukar” yang paling tinggi saat ini.