Tag

,


Waktu SMP dulu, khayalan Saya yang paling romantis adalah membonceng kekasih hati dengan sepeda kemanapun dia ingin pergi. Sejalan dengan waktu – khayalan romantis itu mulai hilang. Satu bulan terakhir ini, khayalan itu muncul dan jadi nyata!

Sejak beberapa bulan lalu Ayang mulai pake Betsky (nama yang Ayang kasih untuk sepeda listriknya). Sejak 3 minggu lalu, kami berdua mulai “boncengan” keliling kota Bandung. Tiap kali kami berboncengan – banyak mata memandang, banyak senyum yang mengembang, dan banyak sapa yang datang. Jujur, kami kadang merasa bagai artis lokal yang sedang naik daun. Beberapa kali Saya coba ajak Ayang untuk melambaikan tangan, tapi sayang – tangan Ayang masih kaku (baca: malu).

Kami berdua bersepeda ketika hendak bekerja. Dengan kata lain ketika harus bekerja, kami berdua bersepeda. Bersepeda di kota Bandung bisa dibilang sangat menantang, tanjakan yang panjang, lubang jalan yang berserakan tak bisa hilang, serta lalu lintas yang ramai  adalah beberapa tantangan menarik yang kami temui sehari-hari. Terlepas dari segala tantangan yang ada, bersepeda membuat kami berdua lebih menikmati waktu perjalan kami berdua. Tidak ada kebut-kebutan atau tarikan gas yang menggoda, tidak ada suara knalpot atau musik – yang ada cuma “seliweran” angin sepoi dan tarikan lambat sepeda kami, ditambah pelukan tangan Ayang yang kadang bikin geli, bersepeda jadi satu romantika tersendiri. Jika ada yang “bike to work” maka kami “bike for love”, karena kami berdua menyukai pekerjaan kami dan perjalanan bekerja kami menjadi salah satu waktu yang romantis bagi kami berdua.

Jika bersepeda bisa begitu romantis, mengapa masih menunda untuk mencobanya😉 ?