Tag

, ,


Dear Tuan Putriku yang Cantik,

Barusan baru aja selesai nonton satu film baru George Clooney: Up in the Air, berikut trailer-nya:

Ada satu quote yang sangat menarik dari film tersebut, Tuan Putri juga bisa dengar di trailernya. Berikut quote lengkapnya:

How much does your life weigh? Imagine for a second that you’re carrying a backpack. I want you to pack it with all the stuff that you have in your life… you start with the little things. The shelves, the drawers, the knickknacks, then you start adding larger stuff. Clothes, tabletop appliances, lamps, your TV… the backpack should be getting pretty heavy now. You go bigger. Your couch, your car, your home… I want you to stuff it all into that backpack. Now I want you to fill it with people. Start with casual acquaintances, friends of friends, folks around the office… and then you move into the people you trust with your most intimate secrets. Your brothers, your sisters, your children, your parents and finally your husband, your wife, your boyfriend, your girlfriend. You get them into that backpack, feel the weight of that bag. Make no mistake your relationships are the heaviest components in your life. All those negotiations and arguments and secrets, the compromises. The slower we move the faster we die. Make no mistake, moving is living.

Jujur, hal di atas adalah menggambarkan satu konsep yang manarik. Aku suka trailer dan quotenya, terutama bagian terakhir:

The slower we move the faster we die. Make no mistake, moving is living.

Aku setuju sepenuhnya dengan hal diatas, dalam konteks yang mungkin sedikit berbeda dengan apa yang coba diungkap dalam oleh tokoh utama dalam film tersebut.  Aku mendefinisikan “moving” sebagai kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan terus berkreasi. Dengan mendefinisikan “moving” sebagai kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan terus berkreasi, seluruh quote di atas  bisa mengingatkan kita tentang beberapa hal penting.

Tuan putri, gak bisa dipungkiri, kadang kita (aku terutama) coba membawa banyak hal bersama kita, bahkan hingga melebihi batas kemampuan kita, hingga akhirnya memperlambat gerak kita (baca: kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan terus berkreasi). Tetapi semua ini bukanlah berarti kita harus mengosongkan “backpack” dengan meninggalkan semua itu begitu saja, bukan. Dalam pandanganku, semua ini mengingatkan kita bahwa kita harus lebih hati-hati dalam mengukur kapasitas “backpack” kehidupan kita. Sebelum kita coba memasukkan semuanya, mungkin ada baiknya kita coba perbesar kapasitasnya dan terus meningkatkan kemampuan kita untuk bisa membawa semuanya secara efektif.

Tuan Putri – jika kemudian “backpack” kehidupan kita memang terbatas, gak usah bingung ya, kita cukup bawa buku (ilmu) sebanyak-banyaknya. Tapi tentunya bukunya harus kita pilih baik-baik dan  kalau bisa juga bermanfaat buat banyak orang. So, udah milih bukunya?🙂

Terlepas dari semua hal di atas, film ini adalah salah satu film yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Kalau kebetulan Tuan Putri bisa nonton, silahkan di tonton, tapi baiknya ditonton pagi-pagi, biar Tuan Putri gak ketiduran. Selamat menonton!