Tag

,


Jika jabatan. peraturan, sistem, dan birokrasi membekukan hati, apakah gunanya?

Pertama kali mendengar kasus ibu prita, kami sungguh prihatin. Kami tidak bisa apa-apa selain ikut berdoa. Tidak lama setelah itu, ibu Prita kembali bisa berkumpul dengan keluarga.

Ketika hiruk pikuk pemilu usai, ternyata usai pula keadilan untuk rakyat kecil. Ibu Prita kembali mendapat cobaan, kasusnya diteruskan (pidana dan perdata) dan minggu ini sebuah putusan telah diterima, bahwa Ibu prita harus membayar denda yang tidak sedikit, Rp 204 juta.

Dua ratus empat juta=harga keadilan atau harga ego semata?

Dengan penuh kesadaran menghormati hukum, tanpa perlu menutup hati, teman-teman memulai sebuah gerakan koin keadilan. Gerakan spontan ini mengajak kita semua mengumpulkan koin untuk bisa membayar denda yang diminta.

Kenapa harus koin?

Sungguh ini adalah satu ide brillian. Hampir semua orang, dari rakyat kecil sampai para derwanan kaya punya koin, sehingga siapun bisa ikut memberikan dukungan. Koin ini menjadi lambang efektif dukungan semua rakyat untuk sebuah sistem keadilan yang lebih baik. Untuk membayar denda yang diminta juga dibutuhkan sekitar 2,5 ton koin Rp 500. Mudah-mudahan dengan gundukan koin itu kita bisa mampu menutup lubang ego para penuntut. Lebih dari itu, semoga koin-koin yang terkumpul juga bisa menajadi lambang, bahwa kita semua punya hati dan nurani.

Lewat sedikit tulisan ini, kami berdua hanya ingin menyampaikan dukungan dan doa kami bagi Ibu Prita dan keluarga. Selain itu kami juga ingin menunjukkan apresiasi kami pada penggagas dan pendukung koin keadilan, semoga gerakan ini bisa meberikan manfaat yang jauh lebih besar dari sekedar meringankan beban Ibu Prita. Semoga setiap koin yang terkumpul mampu menggerakan mesin keadilan negeri ini.

Info lengkap tentang koin keadilan dan lokasi pengumpulan koin bisa teman-teman dapatkan di websitenya langsung: http://koinkeadilan.com

UPDATE:

Gerakan koin keadilan berhasil mengumpulkan dana lebih dari 500 juta rupiah. Ibu Prita juga dibebaskan dari tuntutan perdata. Dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk membentuk satu yayasan.

Tulisan menarik dari paman  Tyo pasca pengumpulan koin: http://blogombal.org/2009/12/21/catatan-pasca-koin/