Tag

,


fairy tales

Kemaren janji dongengin Ayang dan supaya dongengnya disimak – sengaja ditulis dan dikasihnya pagi-pagi. Klo cuma di dongengin malem-malem pasti lewat, jangankan dongeng, film horror pun bisa bikin Ayang ngantuk dan tidur.

Hope you enjoy it, as much as i do.
————————–——————————

Alkisah….
Sebuah kerajaan sedang dilanda bencana.
Sang raja jatuh sakit dan tak berdaya.
Tabib istana bersabda bahwa ada dia membutuhkan beberapa bahan ramuan istimewa.
Sang tabib memberikan detail dimana, apa, dan bagamana cara mendapatkannya.
Semua orang berlomba mencari dengan segera.
Siang-malam semua orang mencari tanpa jeda.
Tidak berapa lama seluruh bahan ramuan telah ada.
Sang tabib dengan ilmunya berhasil meramu semua bahan menjadi obat mujarab bagi raja.
Selang beberapa waktu sang raja kembali sehat seperti sedia kala.

Tak lama…
Kerajaan kembali dilanda benacana.
Kekeringan melanda di mana-mana.
Penasehat raja yang bijak bersabda,
bahwa dia membutuhkan beberapa hal istimewa untuk mendatangkan hujan dengan segera.
Sang penasehat memberikan detail dimana, apa, dan bagamana cara mendapatkannya.
Semua orang berlomba mencari dengan segera.
Siang-malam semua orang mencari tanpa jeda.
Tidak berapa lama semua hal yang diminta telah ada di hadapan penasehat raja.
Sang penasehat raja lalu menyusun semuanya dan berdoa.
Selang beberapa waktu hujan pun turun dengan derasnya.

Tak lama…
Kerajaan kembali di landa bencana.
Sang tabib dan penasehat yang bijak meninggal dunia.
Selang beberapa waktu, sang raja pun jatuh sakit, jauh lebih parah dari sebelumnya.
Kemudian pelan-pelan kekeringan kembali melanda.
Semua orang kembali bekerja keras, tanpa henti, tanpa jeda.
Tidak berapa lama semua bahan ramuan dan semua hal yang dibutuhkan untuk mendatangkan hujan telah ada,
namun tanpa sang tabib dan sang penasehat, semua tidak berguna.

Di akhir masa hidupnya…
ketika kerajaannya porak-poranda,
sang raja teringat pesan sang ibunda:
“Ananda, kerja keras bisa datangkan segalanya, namun tanpa ilmu dan doa, mungkin apa yang kita dapat tidak akan bertahan lama.”

-selesai-

————————–————————–

PS: Ayang, … please keep it! I hope, i can hear you telling this story to our children, one day, when they are 29 years old