Tag

, ,


Setiap menelpon Adinda adik tercinta, dia selalu cerita betapa sulit berpisah dengan Nawla, sang buah hati harapan keluarga. Walau hanya sekejap mata – terasa berat di dada. Itulah cinta seorang Ibu pada anaknya, begitu Adinda selalu bercerita.

Hingga hari ini, ada seorang Ibu, Prita namanya, yang dipaksa berpisah dengan kedua orang anaknya hampir genap tiga minggu lamanya. Terpisah bukan hanya oleh jarak semata, tapi juga oleh sebuah dinding tebal berlapis di sebuah penjara wanita. Mengapa?

Ketika kita diperlakukan sewena-wena, apakah kejahatan namanya jika kita ketika kita bertanya? Jika kita tanya tak bersua jawaban semestinya, apakah kejahatan namanya jika kita kita kemudian angkat bicara? Jika bicara tak juga menggugah rasa, apakah kejahatan namanya jika kita kemudian kecewa? Ketika kecewa berlangsung begitu lama, apakah kejahatan namanya jika kemudian tertuang dalam kata dan cerita?

Bagi kami berdua, jawabannya adalah BUKAN!

Kami buka siapa-siapa, hanya dua orang biasa yang punya rasa, punya jiwa, dan punya tanya. Mari kita bersama, atas nama rasa cinta, berdasar adil dalam jiwa, bertanya… mengapa Ibu prita masih saja berada jauh dari anak-anaknya?

Mari, bersama kita bantu bebaskan Ibu Prita…sekarang juga!

Sumber tulisan:

Sumber gambar: facebook