Tag

, ,


Alhamdulillah minggu ini sempet jalan-jalan ke negara tetangga, tepatnya ke kota Amsterdam. Dan Alhamdulillah dari perjalanan ini kami mendapatkan beberapa pengalaman, pembelajaran dan yang terpenting adalah dapet temen baru. Mudah-mudahan jalinan silaturahmi yang baru saja terbentuk, bisa terus terikat dengan baik. Amiin.

Minggu ini,

Vodpod videos no longer available.

more about “untitled“, posted with vodpod

  • Workshop bikin Pempek. Hari jum’at lalu, kami mengadakan workshop bikin pempek. Pake kata workshop biar keren aja, padahal sih, cuma ngumpul2 aja sambil bikin pempek bareng-bareng. Acaranya baru dimulai jam 8 malem, karena baru pada bisa kumpul jam segitu. Sebelumnya kami juga pernah bikin pempek, tapi pempek yang biasa (lenjer), kali ini kami bikin pempek kapal selam, yang isinya telur itu lho. Caranya sih gampang, hanya repot ketika harus menguleni adonan sampai kalis, butuh waktu minimal 2 jam. Kebayang khan pegelnya. Tapi karena bikinnya bareng-bareng, jadi nguleninya bisa gantian🙂 . Akhirnya jam 10 baru deh pempek kapal selamnya jadi. Makan pempek malem-malem enak juga lho, walau sambil merem-merem karena ngantuk🙂 hehe. (Kel. Nugroho)
  • Dompet yang malang. Alhamdulillah hari Jumat-Minggu lalu sempet jalan-jalan ke Amsterdam, hanya saja ada ‘tragedi’ dalam perjalanan tersebut. Kami pergi Jumat pagi naik kereta menuju Amsterdam ditemenin ama om Ican. Tidak ada kereta yang langsung menuju Amsterdam, jadi kami harus berhenti sebentar di Duisburg untuk ganti kereta. Ada jeda waktu 20 menit, kami habiskan dengan duduk sebentar di luar stasion sambil sarapan roti dan menikmati hangatnya sinar matahari. Setelah itu, kami masuk kembali ke dalam stasion untuk menunggu kereta yang menuju ke Amsterdam. Karena hari libur paskah, jadi terlihat banyak orang yang menunggu kereta yang sama, sehingga begitu kereta datang, harus sedikit berdesak-desakan untuk bisa masuk ke dalam kereta. Alhamdulillah bisa masuk juga. Tapi..  Baru saja kami membereskan tas bawaan, tiba-tiba Honey terlihat khawatir, dan bilang, ‘dompet’. Honey mencari-cari dompetnya, di saku celana gak ada, di tas gak ada. Hmm, hanya ada 2 kemungkinan, jatuh atau kecopetan. Saat itu kami tidak bisa turun lagi, karena kereta sudah melaju dengan kencang. Kami langsung istighfar di dalam hati, sambil mencoba mencari solusinya, karena di dompet tersebut ada kartu atm dan kartu kredit. Seluruh uang yang kami punya ada di tabungan tersebut. Untung saat itu Honey tidak terlalu panik, jadi bisa berfikir dengan jernih. Kami mencoba mencari nomor telepon untuk memblokir rekening, tapi ternyata semua no telepon dijawab oleh mesin, yang selalu meminta no rekening terlebih dahulu, kebetulan Honey inget no rekening tabungannya, tapi untuk nomor kartu kredit, siapa yang mau nginget-nginget no kartu kredit. Akhirnya kami coba minta tolong tante iyu (teman kami di Bielefeld) untuk mengambil data-data rekening bank di rumah kami lalu menelepon bank supaya memblokir rekening tersebut. Untungnya sebelum pergi kami menitipkan kunci, jadi tante iyu bisa masuk rumah kami untuk mendapatkan no rekening dan data bank lainnya. Sebelumnya, Honey juga minta tolong tante iyu untuk mentransfer seluruh uang dari rekening tabungan kami ke rekening tabungan tante iyu, melalui online banking (untuk jaga-jaga jika pihak bank tidak mau memblokir rekening tersebut karena yang menelepon bukan pemilik rekening). Alhamdulillah, seluruh dana bisa ditransfer dan kedua rekening juga bisa diblokir. Alhamdulillah hari ini kami diingatkan kembali, untuk selalu siap siaga dan berhati-hati di mana pun kita berada. Dan jangan panik jika menghadapi sesuatu, karena jika kita tenang, kita bisa berfikir jernih dan mengambil langkah yang benar. Di dalam dompet yang malang itu ada uang 60 Euro. Mudah-mudahan uang itu digunakan untuk kebaikan oleh sang penemu. Amin. (Kel. Nugroho)

Vodpod videos no longer available.

more about “untitled“, posted with vodpod

  • Amsterdam. Meskipun ada ‘tragedi’ dalam perjalanan menuju Amsterdam, tapi kami tetap berusaha menikmati perjalanan ini. Karena hari libur panjang, kota Amsterdam saat itu sangat ramai. Kami sempat kaget juga, karena biasa tinggal di kampung Bielefeld yang tenang, adem, sepi, tiba-tiba harus bertemu dengan keramaian. Kota yang sangat hektik, lampu merah yang sering diabaikan, menyebrang jalan di mana saja, belum lagi banyak sepeda di mana-mana. Wuihh, ternyata, kami sudah tua, tidak terbiasa dengan kondisi seperti itu🙂 . Bangunan-bangunannya memang bagus, kuno dan antik. Sungai-sungai kecil juga ikut menghiasi kota tersebut, kami sempat naik perahu yang dijalankan dengan mengayuh pedal. Dari perahu terlihat lebih jelas arsitektur dari bangunan-bangunan tersebut. Restoran banyak bertaburan, yang menyediakan menu Indonesia juga bertaburan di mana-mana, tapi harganya memang agak mahal. Untuk masalah penginapan, kami tidak tau banyak, karena Alhamdulillah kami bisa menginap di rumah keluarga Kang Ismail-Teh Agnes. Keluarga yang sangat ramah, supel, membuat kami betah berada di sana. Anak-anaknya pun, Lala dan Malik sangat ramah. Makanan, jangan ditanya, sangat terjamin🙂 . Teh Agnes sendiri, ternyata seorang penulis buku Kitchen Table Melodi. Sayangnya baru tau pas udah di Bielefeld, padahal khan bisa minta buku dan tanda-tangan🙂 . Alhamdulillah seneng banget kenalan dengan Kang Ismail dan Teh Agnes. Hatur Nuhun Pisaaan untuk Kel. Ismail. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, bisa ketemu lagi. (Kel. Nugroho)

Vodpod videos no longer available.

more about “keukenhof“, posted with vodpod

  • Keukenhof. Alhamdulillah kami juga sempat berkunjung ke Keukenhof. Taman yang hanya dibuka 8 minggu per tahun, tahun ini buka mulai 19 Maret-21 Mei. Tamannya sangat luas, dihiasi dengan berbagai macam bunga tulip yang indah. Di dalam taman ini, Insya Allah semua orang betah untuk berlama-lama menikmati indahnya bunga tulip. Banyak tempat duduk dan beberapa tempat peristirahatan. Banyak juga orang-orang yang melakukan piknik di taman ini. Alhamdulillah seneng banget di tempat ini. (Kel. Nugroho)