Tag

, ,


Dua hari ini lumayan banyak berlatih menulis dalam bahasa Jerman. Alasannya sederhana karena ada masalah dalam transaksi Ebay kami yang terakhir.

Ceritanya dimulai minggu lalu, ketika kami mendapat harga menarik di Ebay untuk 2 buah barang dari seorang penjual yang sama. Umumnya disetiap transaksi Ebay kita juga harus membayar biaya pengiriman untuk setiap barang yang kita beli. Jika kita membeli banyak barang dari satu  orang yang sama, biasanya biayanya tidak lagi per-barang melainkan tergantung dari berat total keseluruhan barang dan umumnya relatif murah dan itu menjadi salah satu alasan  mengapa kami kadang membeli beberapa barang dari seorang penjual yang sama.

Kami akhirnya “beruntung” mendapat kedua barang di atas dengan harga sangat murah. Sayangnya sang penjual ternyata coba mencari keuntungan sebesar-besarnya dengan cara memperbesar biaya pengiriman. Dia meminta biaya pengiriman 40% di atas biaya kirim rata-rata (awalnya bahkan 75% diatas rata-rata). Kami coba berbaik sangka, mungkin 40% kelebihan tersebut adalah untuk karton pembungkus yang layak, sehingga akhirnya kami setuju membayar biaya tersebut. Sebagai catatan, harga kedua barang yang kami beli hampir sama dengan onkos kirim yang kami bayarkan (hanya berbeda kurang lebih Rp 1000 = 6 euro cent).

Setelah menunggu cukup lama akhirnya barang yang dinanti tiba, tidak seperti yang kami harapkan ternyata kedua barang tersebut hanya dibungkus kertas pembungkus biasa dan ditempel selotif disana-sini (bukan dengan karton pembungkus standar). Walau sedikit kecewa, kami coba tetap berbaik sangka, mungkin memang sang penjual kesulitan menemukan karton yang layak. Setelah pembungkus dibuka, seperti biasa, kami periksa kelengkapan barang yang kami beli. Setelah diperiksa secara teliti ternyata kedua barang tersebut tidak lengkap. Kembali kami coba berbaik sangka, mungkin sang penjual lupa. Lalu kami coba menghubungi sang penjual dan menananyakan perihal beberapa assesoris barang yang tidak kami temukan, dan mohon jika memang ada untuk segera dikirimkan. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya datang jawaban bahwa memang sang penjual lupa memasukkan satu assesoris, dan untuk barang lainnya dia tidak mengakui kalau barang tersebut tidak lengkap, dan dia menawarkan solusi LUAR BIASA: jika kami ingin assesoris yang tertinggal (karena kesalahan sang penjual) maka kami harus mengirim ongkos kirim tambahan. Saat itu habis sudah kesabaran kami, dan akhirnya kami putuskan untuk membatalkan seluruh transaksi dan meminta kembali uang pembayaran yang telah kami kirim. Sampai saat ini semua prosesnya masih berjalan dan pelan-pelan semakin terbuka bahwa sang penjual sama sekali tidak berniat baik dengan segala proses penjualannya.

Apa yang menarik dari semua hal diatas?

Ada banyak hal dan hikmah yang kami pelajari dari segala proses ini. Pertama, lewat semua ini kami coba melatih kesabaran, melatih komunikasi, dan belajar untuk berbagi amarah dengan baik. Ada kalanya kemarahan/amarah adalah hal yang buruk, tetapi ada kalanya marah adalah yang hal baik dan kadang malah diperlukan. Hanya kadang kita tidak memiliki kesempatan untuk berlatih marah secara baik. Sehigga umumnya kita hanya bisa marah dalam artian buruk (emosi semata). Memiliki kesempatan berlatih marah secara baik menjadi sebuah kesempatan berharga bagi kami berdua dan kami sungguh beryukur karenanya.

Hikmah kedua yang kami dapat adalah semua  ini menjadi pengingat bagi kami untuk tidak bersikap sebagaimana sang penjual tunjukkan (jika kelak kami berada sebagai posisi penjual), coba meraup keuntungan sebesar-besarnya lewat cara-cara yang kurang baik. Insya Allah, suatu saat ketika Allah mengijinkan kami membuka suatu usaha, kami akan selalu coba mendefinikan keuntungan bukan dari artian sempit materi semata, melainkan dari artian luas: ibadah dan hikmah.

Ketiga, seperti yang telah ditulis di awal, kami belajar banyak mengutakan pikiran secara baik dalam bahasa lain dan Alhamdulillah hingga saat ini cukup berhasil.

Memang seberapa besar nilai transaksi yang dilakukan sehingga layak menjadi sebuah drama besar?

Nilai transaksinya sendiri tidak begitu besar, namun berbagai hikmah dan pelajaran yang kami dapat dari proses ini telah memberikan keuntungan lebih dari nilai transaksi tadi. Apapun hasil akhir yang kami peroleh dari keseluruhan proses ini, Insya Allah kami telah belajar banyak dan kami beryukur karenanya. Dan sungguh ini semua bukan sebuah drama yang dibesar-besarkan, melainkan sebuah proses belajar yang berarti dan lewat semua ini, kami berharap bisa sedikit berbagi.