Tag

, , ,


Minggu lalu ada sedikit perdebatan keluarga kecil (tetangga kami tercinta) yang menarik untuk di simak.

Sang suami yang notabenya adalah seorang Scientist mencoba memotivasi keluarganya untuk lebih peduli tentang sains (tepat di hari ulang tahun Teori Darwin) dengan coba sedikit mempromosikan Teori Darwin. Isti-istrinya-nya (iya ada dua) yang notabenya adalah wanita-wanita tegar,teguh, dan mandiri (baca: galak) tidak mudah begitu saja di pengaruhi, maka yang terjadi adalah sedikit perdebatan kecil – sebuah dinamika keluarga kecil bahagia.

Sebagai tetangga, kami tidak ingin ikut campur…tapi kami bahagia, bisa melihat dan belajar dari mereka.

Mereka berdebat cukup sengit, Sang suami coba berargumentasi dengan sudut pandang sains-nya para istri coba berargumentasi dengan sudut pandang mereka masing-masing.

Sungguh suatu pemandangan menarik.

Mengapa menarik? Berdebat terbuka adalah hal yang masih sulit kami lakukan, bahkan kadang malu karena kami masih menganggap sebuah perdebatan terbuka adalah hal yang tabu. Kalapun kami berdebat pasti kami sembunyi-sembunyi.

Apa yang tetangga kami perlihatkan adalah sebuah pelajaran penting, bahwa tidak selamanya sebuah perdebatan adalah hal yang buruk (dan mesti di sembunyikan). Kadang lewat sebuah perdebatan sengit bisa di petik banyak pelajaran penting dan kadang berdebat secara terbuka juga merupakan hal yang baik (selama dilakukan dengan wajar dan tidak melibatkan piring terbang) apalagi jika kemudian ditutup dengan pandangan dan kata-kata mesra.


Kebetulan hari ini ada artikel menarik yang layak di baca:

http://www.newscientist.com/article/mg20126921.600-why-darwin-was-wrong-about-the-tree-of-life.html?full=true

Bukan maksud kami mendukung pendapat salah satu pihak, bukan…

Artikel ini hanya sebuah sudut pandang sains yang menarik. Sengaja kami tampilkan untuk memprovokasi seri perdebatan berikutnya, karena kami masih perlu banyak belajar bagaimana cara berdebat yang baik.

Di tulis sebagai ungkapan terima kasih kepada keluarga besar Amin.