Tag

, , , , , , , , , ,


Jika teman-teman perhatikan, sudah lebih dari satu bulan posting harian kami “Dari Hati…” hilang!
Sebenarnya draf dari postingan tersebut ada, tersimpan, hanya saja tidak lengkap. Tidak lengkap disini artinya hanya satu orang yang menulis secara rutin setiap hari dan satu orang tersebut tentunya adalah yang paling konsisten di antara kami berdua…(hint: dia seorang wanita)

Postingan sederhana “dari hati…” sengaja kami tulis sebagai pengingat bagi diri kami sendiri untuk senantiasa bersyukur atas setiap hari-hari kami.
Selama satu bulan ini, banyak hal yang hadir dalam pikiran Saya, dan akhirnya menjadi alasan untuk senantiasa menghindar untuk menuliskan satu kalimat sederhana sebagai bentuk syukur pada yang kuasa.

Selama satu bulan ini, Ayang senantiasa coba konsisten melakukan semua hal yang kami susun dan rencanakan sejak lama – menulis, bekerja, dan belajar sebagai bentuk syukur kami atas segala kesempatan yang ada . Blog ini beserta sebagian besar isinya adalah sebuah bukti disiplin dan konsistensi Ayang melakukan semua hal tersebut. Walau setiap hari dijejali dengan berbagai masalah, berdiri di samping seorang yang begitu bingung, dihadapkan atas sebuah rencana besar, dihadiahi tumpukan pekerjaan, Ayang masih mampu secara konsisten …bersyukur! Hal ini mungkin bukanlah hal yang luar biasa, tetapi menjadi sangat luar biasa Ayang mampu melakukannya seorang diri (bahkan kadang sambil menghadapi seorang suami yang tidak tahu diri)!

Tentu, Ayang juga pernah tidak konsisten, yaitu ketika Saya lamar. Saya melamar Istri Saya sebanyak 36 kali, 35 kali yang pertama Ayang senantiasa konsisten menolak Saya, pada lamaran ke 36 akhirnya konsistensi itu luntur juga. Itu mungkin sedikit ketidak-konsistenan yang pernah Ayang lakukan, dan yang paling Saya syukuri, selebihnya Ayang ada seorang yang sangat konsisten.

Mulai tanggal 1 Feb lalu, Saya mulai menyusun komitmen baru. Coba menyusun segalanya dari awal, dengan semangat yang baru. Target pertama adalah berat badan yang harus segera diturunkan, target kedua adalah pekerjaan – yang bagaimanapun harus diselesaikan, dan target terakhir untuk tahun ini adalah senyuman. Mudah-mudahan dihari-hari kedepan, Saya bisa membuat banyak muka tersenyum, bahagia dan bangga. Jikalau itu terlalu sulit, Insya Allah … Saya telah cukup belajar, untuk bisa tersenyum lega!

Ayang…terima kasih banyak, untuk segalanya.
Eko Sayang Anty!