Minggu ini ada beberapa buku yang secara simultan mulai Saya baca, hampir semua buku terkait dengan ekonomi dan statistik, tapi ditulis dengan gaya yang berbeda. Setiap pengarang dari buku-buku tersebut mencoba memberikan suatu cita rasa lain dalam menjabarkan sebuah materi yang umumnya ditulis dengan kaku. Kemampuan seseorang untuk menyampaikan sebuah materi yang sulit dengan bahasa yang mudah dipahami dan menarik adalah hal yang sangat luar biasa. Dibutuhkan banyak bakat, latihan, dan pengetahuan yang mendalam sehingga seseorang benar-benar mampu menyampaikan suatu materi dengan bahasa yang sederhana dan menarik.

Jurnalis adalah sebuah profesi yang menuntut seseorang untuk bisa menyampaikan suatu materi, ide, berita, secara secara baik dan menarik bagi publik. Seorang jurnalis dituntut untuk bisa mengerti suatu hal (bahkan melakukan suatu penelitian mendalam) dalam waktu singkat untuk bisa segera menyampaikannya bagi publik. Kadang terjadi trade-off antara kualitas materi yang disampaikan dengan kecepatan penyampaian suatu materi.

Ilmuwan adalah sebuah profesi yang menuntut seseorang untuk mempelajari (meneliti) secara mendalam suatu topik (ilmu), ide, atau permasalahan yang ada dan mengoptimalkan segala upaya untuk memperoleh suatu terobosan atau jawaban atas permasalah tersebut. Semakin dalam seseorang mempelajari suatu ilmu, semakin banyak pertanyaan yang timbul, dan kadang semakin sedikit waktu yang dimiliki untuk bisa belajar bagaimana menyampaikan ilmu yang dimiliki secara lebih efektif.

Sebagian orang bisa melakukan kedua profesi di atas dengan baik, seorang Ilmuwan sekaligus seorang jurnalis (ilmiah) yang luar biasa atau sebaliknya seorang jurnalis yang juga seorang peneliti dan ilmuwan yang luar biasa ( Almarhum Prof. Otto Soemarwoto adalah salah satu diantaranya). Tentu akan sangat luar biasa jika Indonesia memiliki lebih banyak ilmuwan yang juga mampu menyampaikan ilmunya dengan efektif dan menarik, atau jurnalis yang memanfaatkan keahlianannya untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara lebih efektif.

Mungkin hal tersebut di atas akan lebih mudah tercapai jika dalam waktu dekat ada pihak yang bersedia memproduksi acara Sciencetainment (bukan hanya Infotainment) atau I3:Ilmuwan Idola Indonesia (bukan hanya Indonesian Idol) dan menerbitkan PlayScience Indonesia (bukan hanya Playboy).