Tolong nyalakan stopwach atau jam tangan Anda dan cobalah hitung berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk membaca seluruh tulisan di bawah ini!

Seberapa cepat kita membaca? Kenapa mesti membaca cepat? Apa keuntungan dari membaca cepat?

Semua pertanyaan di atas melandasi niat kami berdua untuk belajar membaca dengan lebih efesien (cepat dan tetap mengerti apa yang dibaca). Dalam salah satu buku yang berjudul: Dia Ada di Mana-Mana, M. Quraish Shihab menulis (hal 220):

Anda tidak harus menggunakan waktu yang banyak. Kalau Anda membiasakan diri membaca, maka Anda dapat membaca sekitar 300 kata -bukan huruf- dalam semenit. Ini berarti dalam 15 meit Anda dapat membaca sekitar 4500 kata. Dalam sebulan yang hanya menggunakan 15 menit itu, Anda dapat menyelesaikan 126.000 kata. Kalau rata-rata satu buku saku memuat 6000 kata, maka itu berarti setiap bulannnya Anda dapat membaca dua buku. Ini baru dengan menggunakan waktu 15 menit.

Jika seseorang mampu membaca 300 kata permenit, maka orang tersebut telah memiliki kemampuan membaca diatas rata-rata (normal: 200-250 kata permenit). Seperti yang tertulis pada paragrap di atas, kemampuan membaca 300 kata permenit bahkan lebih, bukanlah hal yang tidak mungkin, hanya perlu dilatih dan dibiasakan.

Berikut beberapa langkah untuk berlatih membaca cepat yang kami peroleh dari Wikihow:

  1. Cek Mata, pastikan mata kita dalam kondisi baik, kalau memang perlu menggunakan kacamata sebaiknya digunakan.
  2. Ukur kecepatan membaca. Cobalah membaca selama satu menit lalu kemudian hitung berapa kata yang telah dibaca. Hal ini bisa kita jadikan tolak ukur dan motivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca kita. Atau gunakan tes kecepatan membaca online (klik di sini).
  3. Jauhkan semua gangguan yang mungkin akan menghilangkan konsentrasi kita ketika sedang membaca (termasuk pacar/suami/istri yang sering jail).
  4. Berlatih untuk bisa mendeteksi bagian mana yang penting dan bagian mana yang kurang penting dalam suatu bacaan sehingga kita bisa lebih mengefesienkan waktu membaca kita.
  5. Cobalah untuk tidak mengulang kembali kata yang sudah dibaca.
  6. Berlatih membaca kumpulan kata (blok kata) bukan kata-perkata.
  7. Terus paksakan berlatih dan ukur selalu peningkatan yang dicapai.

Catatan: Kita mesti sadar bahwa kecepatan membaca tidak bisa selalu sama untuk setiap jenis bacaan.

Kenapa kami memutuskan untuk belajar membaca efesien? Karena mungkin itulah satu-satunya solusi untuk bisa mengimbangi kemalasan kami dalam membaca. Jujur saja, hingga saat ini kami berdua masih belum mampu menginvestasikan cukup waktu untuk membaca hal-hal yang berguna. Contohnya dalam minggu ini, bacaan kami masih dipenuhi dengan berbagai gosip (blue energi, Achmad Zaini, dll). Jika kami mampu membaca secara lebih efesien maka Insya Allah kami bisa membaca gosip-gosip tersebut lebih cepat dan menggunakan sisa waktu yang ada untuk membaca hal lain yang lebih berguna.

Maka apa keuntungan yang bisa kita dapatkan dari membaca cepat? Ambil paparan Quraish Shihab di atas, jika kita mampu membaca 300 kata permenit dan mampu menyediakan waktu 2 jam perhari untuk membaca, maka Insya Allah kita bisa membaca 16 buku saku perbulan. Katakanlah 4 buku saku = 1 buku biographi tokoh terkemuka, maka perbulan kita bisa membaca 4 buah buku biographi. Bayangkan betapa luar biasanya jika setiap bulan kita bisa belajar dan menimba pengalaman dari 4 tokoh terkemuka hanya dengan memaksakan diri membaca selama 2 jam!

(Tulisan ini berjumlah 500 kata. Coba lihat waktu yang anda gunakan untuk membaca seluruh tulisan ini, jika Anda mampu membaca keseluruhan tulisan ini dalam waktu kurang dari 2 menit berarti kemampuan membaca Anda diatas rata-rata)