Bila lautan kehidupan itu seluas jagat raya,

Maka jarak yang kami arungi baru sejengkal

Bila seluruh air samudra adalah rasa dari rumah tangga

Maka kami baru mencicipinya setetes saja

Namun bila boleh kami menyampaikan

sejengkal pengarungan dan setetes rasa kehidupan pernikahan kami

Ingin kami tuturkan,

Indah… indah sekali…

Kami tersadar betapa tak terkatakan keagungan Allah

Ia ciptakan kekasih, karena Ia tahu kita amat membutuhkannya

Perlahan, pelan… kami bangun sedikit demi sedikit kekuatan baru

Berdua, kelak bertiga, mungkin berempat dan lebih banyak lagi

Kami bangun semangat di hati kami, menatap masa depan

Dengan penuh kebahagiaan dan keyakinan

Karena kami tahu, kami tidak pernah lagi kekurangan cinta

Cinta yang mampu saling menguatkan

Cinta yang mampu menghalau kelelahan

Cinta yang membesarkan cinta kami pada sang Pencipta cinta

Kami tahu kedepan tidak akan lebih mudah,

Tapi kami juga tahu bahwa Insya Allah kami mampu untuk lebih kuat

Bertualang mengarungi jagat kehidupan

Merasakan seluruh pahit manis pernikahan

Dan kelak membuat anak cucu kami tersenyum bahagia

Melihat kami mesra, sampai tua…

Terima kasih tak terhingga, sungguh terima kasih…

Atas doa, nasihat dan dorongan bagi kami

Untuk membuat kami percaya

Bahwa rumah tangga sakinah penuh barakah adalah keindahan tiada tara…

Allah sajalah yang membalas semua kebaikan

Dengan nikmatNya yang tak terhingga…

Pipit&Yhan

4 Mei 2007 – 4 Mei 2008

Berikut ini adalah khutbah nikah yang disampaikan ust. Aan Anshori pada akad pernikahan pipit dan yhan, juga pada akad nikah mas eko dan mba kanty. Semoga bisa mengingatkan kita semua tentang kebahagiaan terbesar saat dipersatukan Allah dalam tali pernikahan.

Memelihara Perjanjian Suci

Nasihat Perkawinan pada Akad Nikah
Yhanuar Ismail Purbokusumo dengan Fitriah Dwiastuti
Masjid Baiturrahman, Perumnas Adiarsa Karawang
4 Mei 2007

oleh : H. Aan Anshori


Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalamu´alaikum warrahmatullohi wabaarakatuuh.

Innalhamdulillhi nahmaduhu wa nasta`iinuhu wa nastaghfiruhu wa nauudzubillahi min syuruuri anfusina wa sayyi´aati ´amaalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu wa manyudhlil falaa haadiyalah.
Asyhadu an Laa Ilaaha Ilallah wahdahulaa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ´abduhu wa rasuluhu. Allahumma sholli wasallim ´ala Muhammadin wa ´ala alihi wa ashhaa bihi wa man tabi´ahum bi´ihsaanin ila yaumiddiin.

Ananda calon kedua mempelai yang berbahagia,
Allah ciptakan bumi dengan segala yang ada diatasnya, samudra luas, bukit tinggi, rimba belantara, untuk kebahagiaan manusia. Allah edarkan matahari, bulan dan bintang, turunkan hujan, tumbuhkan pepohonan dan sinari tanaman untuk kebahagiaan manusia.


Tetapi Allah Yang Maha Tahu memberikan lebih dari itu. Dia tahu betapa sering kita perlukan seseorang yang mau mendengarkan bukan saja kata yang diucapkan tetapi juga jeritan hati yang tidak terungkapkan. Yang mau menerima segala penasaran, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan kekasih.

Allah tahu disaat kita dilanda duka, frustasi jiwa, gelisah hati, kita perlukan seseorang yang meniupkan kedamaian, memperkuat hati, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan seorang kekasih.

Allah tahu kadang-kadang kita berdiri sendirian dalam mengejar impian. Kita membutuhkan seseorang yang bersedia berdiri di samping kita, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan seorang kekasih.

Supaya hubungan diantara pencinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang, Allah menetapkan suatu ikatan suci aqad nikah. Dengan dua kalimat yang sederhana –ijab dan qobul- terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Dan nafsu berubah menjadi cinta dan kasih sayang

Ananda Fitriah dan Yhanuar,
Begitu besarnya perubahan ini, sehingga Alquran menyebut aqad nikah sebagai “mitsaqan ghalizha“ (perjanjian yang berat). Hanya tiga kali kata ini disebut dalam alquran. Pertama ketika Allah membuat perjanjian dengan para Nabi –dengan Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad- (33:7). Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Thur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah (4:154), dan ketiga, ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan.


Karena itu, peristiwa yang sebentar lagi akan terjadi bukanlah peristiwa kecil di hadapan Allah SWT. Aqad nikah yang akan dilakukan ananda berdua sama tingginya dengan perjanjian para Rasul, sama dasyatnya dengan perjanjian Bani Iasrail di bawah bukit Thur yang bergantung di atas mereka.

Peristiwa aqad nikah tidakhanya disaksikan oleh kedua orang tua ananda, saudara-saudara dan para sahabat, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi, dan terutama disaksikan oleh Allah, Penguasa alam semesta.

Bila anda sia-siakan perjanjian ini, bila ananda ceraikan ikatan yang sudah terbuhul, bila ananda putuskan janji yang sudah terpatri, ananda bukan saja harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir saat ini, ananda juga harus bertanggung jawab di hadapan Allah Rabbul ´Alamin.

Rasulullah bersabda, “Laki-laki itu pemimpin di tengah-tengah keluarganya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.“ (HR.Bukhori dan Muslim)

Karena itu Rasulullah mengukur baik dan buruknya seseorang dari caranya dia memperlakukan keluarganya. Rasulullah bersabda, “Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dan paling lembut terhadap keluargamu.“

Ananda yang berbahagia,

Mengapa Allah dan Rasul-Nya mewasiatkan kita untuk memelihara aqad yang suci ini? mengapa kebaikan manusia diukur dari caranya memperlakuakn keluarga? Mengapa suami dan istri harus mempertanggungjawabkan peran ynag mereka laksanakan di hadapan Allah? Jawabannya sederhana: karena Allah tahu bahwa kebahagiaan dan penderitaan manusia sangat bergantung pada hubungan mereka dnegan orang-orang yang mereka cintai, dengan keluarganya.

Bila di dunia ini ada syurga, syurga itu ialah pernikahan yang berbahagia. Tetapi bila di dunia ini ada neraka, neraka itu adalah pernikahan yang gagal. Oleh karena itu, persoalan rumah tangga sebagai penyebab “stress” yang paling besar dalam kehidupan manusia.

Ribuan tahun yang silam di padang Arofah, dihadapan ratusan ribu umat islam yang pertama, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah perpisahan. “Wahai manusia, takutlah pada Allah, pada urusan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanah Allah. Kami halalkan kehormatan mereka dengan kalimah Allah. Sesungguhnya kamu punya hak terhadap istrimu dan istrimupun mempunyai hak atas kamu. Ketahuilah, aku wasiatkan pada kalian untuk berbuat baik pada istri kalian jika mereka (istri) patuh kepadamu. Janganlah kamu berbuat aniaya pada mereka.” (HR. Muslim dan Tarmidzi)

Bapak dan Ibu Sawidjan B Gunadi,
Ijinkan saya menyampaikan nasihat yang pertama kepada saudara mempelai pria yang kini harus memikul wasiat Nabi dalam Haji Wada.

Pagi ini dengan nikmat dan hidayah Allah SWT, ananda Yhanuar Ismail Purbokusumo sampai pada saat paling indah, paling bahagia, tetapi juga paling mendebarkan dalam kehidupan ananda. Saat paling indah, sebab mulai pagi ini cinta tidak lagi berbentuk impian dan khayalan. Saat yang paling bahagia sebab akhirnya ananda berhasil mendampingi wanita yang ananda cintai. Saat yang paling mendebarkan, sebab mulai pagi ini ananda memikul amanan Allah sebagai pemimpin keluarga. Ananda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah buat ananda untuk bebagi suka dan duka.


Karena itu, wanita yang duduk di sisimu bukanlah segumpal daging yang dapat anda perbuat semena-mena dan bukan pula budak belia ynag dapat anda perlakuakan sewenang-wenang. Ia adalah wanita yang dianugrahkan Allah untuk membuat hidup anda lebih indah dan lebih bermakna. Ia adalah amanat Allah yang akan anda pertanggungjawabkan dihadapan-Nya.

Nabi Muhammad bersabda, “Ada dua dosa yang akan Aalah dahulukan siksanya di dunia ini yaitu Al-baghyu dan durhaka pada Ibu Bapak.” (HR. Tarmidzi dan Bukhari)

Albahgyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat dzalim danmenganiaya orang lain. Dan Albaghyu yang paling dimurkai Allah ialah berbuat dzalim terhadap istri sendiri. Termasuk albaghyu adalah menelantarkan istri, menyakiti, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya. Karena itu Rasulullah mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari caranya ia bergaul dengan istrinya. Rasul bersabda, “Tidak memuliakan wanita, kecuali laki-laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah juga.”

Kalau saya harsu menyimpulkan nasihat saya kepada ananda Yhanuar Ismail, saya hanya ingin mengatakan, muliakan istri ananda begitu rupa sehingga kelak bila Allah mentakdirkan ananda meninggal lebih dahulu, lalu kami tanya istri ananda tentang perilaku ananda, ia akan menjawab seperti Aisyah: “Ah,… semua tingkah lakunya indah, menakjubkan…”

Bapak Ahmad Sunarko beserta Ibu,
Perkenankan saya sekarang untuk menyampaikan wasiat Rasulullah SAW pada putri Bapak sebagai mempelai wanita.


Ananda Fitriah Dwiastuti, rasul yang mulia bersabda, “ Seandainya aku boleh memerintahkan manusia sujud kepada manusia lain, aku akan perintahkan istri untuk sujud pada suaminya; karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka.” (HR. Abu Daud. Al-Hakim)

Banyak istri menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. jarang terpikirkan bagaimana ia berusaha membahagiakan suami. Cinta dan kasih sayang tumbuh dalam suasana “memberi”, bukan “mengambil”, “giving” bukan “taking”. Cinta adalah “sharing” –saling berbagi. Ananda tidak akan memperoleh cinta kalau yang ananda tebar kebencian. Ananda tidak akan memetik kasih sayang, kalau yang anda tanam kemarahan. Ananda tidak akan meraih ketenangan bila yang ananda suburkan dendam dan kekecewaan.

Ananda boleh memberikan apa saja yang ananda miliki, tetapi untuk suami, tidak ada pemberian istri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Artinya bahagia sama dinikmati, derita sama diatasi.

Rasul yang mulia bersabda bahwa syurga terletak di bawah telapak kaki kaum ibu. Apakah rumah tangga yang ananda bangun hari ini akan menjadi syurga atau neraka bergantung pada ananda, pada ibu rumah tangga. Rumah tangga menjadi syurga bila disitu ananda hiaskan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.

Ananda Fitriah, istri itu hurufnya ada lima. I-iman, S-shaleh, T-taat, R-ridho, I-ihklas. Kalau rumah tangga dikelola oleh istri yang beriman, sholeh, taat, ridho dan ikhlas, Insya Allah rumah tangga akan mawaddah wa rahmah.

Mudah-mudahan rumah tangga hidep sing pikabetaheun, ulah pikanyaaheun. Bral hidep! Geura ngambah ngojayan sagara rumah tangga. Ibu jeung Apa baris nyerangkeun ti basisir asih bari dimomotan ku do´a. Amin ya Robbal´alamin.
(Mudah-mudahan rumah tangga kalian saling mengasihi bukan dikasihani. Pergilah kalian! Segera merambah mengarungi samudra rumah tangga. Ibu dan Bapak memperhatikan dari jauh dengan penuh kasih sambil menghaturkan doa selalu. Amin ya Robbal´alamin)

Marilah kita antarkan kedua mempelai pada kehidupan mereka yang baru. Kepada mereka berdua, ingin kita amanatkan firman Allah, “Berbekalah kalian, sesungguhnya bekal yang paling baik ialah taqwa.” (Al-Baqarah : 197)

Marilah kita berdoa untuk mereka,
Ya Allah, pagi ini dua hambaMu, Fitriah Dwiastuti dan Yhanuar Ismail yang dhoif mematri janji dihadapan kebesaranMu. Kami tahu tidak mudah bagi mereka untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridho dan maghfirohMu. Kami tahu amat berat bagi mereka menghadapai topan godaan di hadapan mereka. Karena itulah,kami datang memohon rahman dan rohiim-Mu.

Ya Allah, ya Rabbana, sinarilah hati mereka dengan cahaya petunjuk-Mu. Terangi jalan mereka dengan sinar taufikMu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmatMu atas mereka, bantulah mereka untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmatMu. Hindarkan mereka dari kealfaan orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan mereka untuk merasakan curahan rahmatMu. Bimbinglah mereka untuk membagikan anugrahMu kepada hamba-hambaMu.

Bila engkau berkenan memberikan ujian pada mereka, berilah pada mereka keteguhan hati dan kesabaran.Lalu bangunkan mereka di tengah keheningan malam, gerakkan bibir-bibir mereka untuk menyebut nama-namaMu yang suci. Basahkan sajadah mereka dengan air mata kekhusyuan ketika merintih dihadapanMu memohon Rahman dan RohiimMu. Dan jadikanlah saat-saat seperti itu saat yang paling menenteramkan hati mereka.

Ya Allah, mereka telah berniat untuk melaksanakan amanatMu dengan seluruh kemampuan mereka. Cintakan iman pada mereka dan hiaskan iman itu pada jantung mereka. Bencikan mereka pada kekufuran, kefasikkan dan kemaksiatan. Jadikan mereka diantara orang-orang yang mendapat hidayahMu.

Ya Allah, indahkan rumah mereka dengan kalimat-kalimatMu yang suci. Suburkan mereka dengan keturunan yang membesarkan asmaMu. Penuhi hidup mereka dnegan amal sholeh yang Kau ridhoi. Jadikan mereka Ya Allah, teladan yang indah bagi seluruh keluarganya.

Ya Allah, damaikanlah pertengkaran dia antara kami, pertalikan hati kami dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak maupun yang tersembunyi.

Ya Allah, berkatilah pandangan kami, penglihatan kami, hati kami. Dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Pengasih.

“Baarakallahu laka wabaaraka ´alaika wajama´a baarakumaa fii khair.“

Wassalamu´alaikum warahmatullohi wabaarakatuuh.