Berikut kami tampilkan dua buah puisi hasil tulisan adik kami, puisi ini ditulis genap setahun yang lalu di hari pernikahan mereka:

Kepada Bapak dan Ibu

Bapak bercerita betapa hebatnya Bima,
Betapa tampannya Arjuna,
Betapa pintarnya Nakula dan Sadewa,
Dan betapa bijaksananya Kuntadewa,
Tapi untukku, pandawa lima itu menjelma menjadi satu manusia
Itu adalah Bapak.

Ibu bilang Anggrek itu adalah bunga terindah,
Melati itu harum tiada duanya,
Mawar penuh dengan pesona,
Dan Sedap Malam menentramkan jiwa
Tapi untukku, semua bunga itu ada dalam satu insan
Itu adalah Ibu.

Semoga Allah menjaminkan syurga untuk Bapak dan Ibu

Rasanya baru kemarin kami begitu tersentuh dengan puisi di atas, tiba-tiba pagi ini kami berdua menerima sebuah sms berikut:

“Assalammualaikum…hari ini tepat setahun yang lalu kami, Pit & Yhan berakad di hadapan Allah untuk membina rumah tangga yang sakinah, Alhamdulillah perjalanan satu tahun ini sangat luar biasa, 3 bulan lagi Insya Allah ada seorang Jundi kecil menemani kehidupan kami. Terima kasih tak terhingga atas semua doa dan dukungannya bagi kami. Semoga Allah senantiasa menautkan hati kita dalam ridho-Nya, dan membalas semua kebaikan dengan pahala-Nya yang berlimpah.”

Tidak terasa bahwa waktu berjalan begitu cepat, adik kecil kami telah satu tahun menjadi seorang istri dan segera akan menjadi seorang Ibu.

Tidak ada cukup kata…
untuk ungkap rasa bangga yang ada,

Tidak ada cukup kata…
untuk ungkap betapa kami ikut bahagia,

Untuk adinda berdua,
Selamat atas hari pernikahan yang pertama
kami hanya bisa hadiahkan doa,
semoga Allah senantiasa menjaga adinda berdua,
melimpahkan rahmat-Nya yang tak terhingga,
dan mewujudkan segala harapan dan cita-cita kalian berdua.

-Eko&Kanty-
.