18 April 2008

Weekend ini adalah weekend terakhir tanpa suami tercinta. Ketika perasaan tak menentu hadir, ketika kami mulai menghitung waktu dan ingin segera bertemu. Minggu depan suami tercinta akan datang, dan kami akan bersama kembali.

  • Makan Karedok. Alhamdulillah hari Sabtu kemarin kami bisa berkumpul bersama, meskipun hanya dengan menu sederhana, ayam goreng, tahu goreng dan karedok. Udah lama gak makan karedok, jadi kebelet pengen. Biasanya kalo di Bandung, mamah yang suka bikinin karedok, karena sekarang jauh, yaa terpaksa bikin sendiri. Bumbunya pun cukup yang ada. Maklum di sini khan gak semua bumbu dapur tersedia, jadi harus bisa pintar-pintar menggunakan bumbu yang ada. Dengan bantuan om adit, mba anthi dan hui, Alhamdulillah karedoknya berhasil dibuat, mba anthi juga mendadak bikin biji salak, acara makan-makan pun terlaksana. Makasih Kel. Mas Made, Kel. Christian, adit, tante iyu dan Danke hui. (Mrs. Nugroho)
  • Guru Favorit. Mulai minggu ini saya harus kehilangan 2 guru favorit saya, rasanya sedih namun apa boleh buat belajar harus diteruskan, jadi harus mulai beradaptasi dengan 2 guru yang baru. Setiap guru mempunyai karakter sendiri dan mempunyai cara mengajar yang berbeda. 2 guru favorit saya, mempunyai dua cara mengajar yang berbeda dan 2 karakter yang sangat berbeda, tapi saya sangat menyukai mereka dan saya banyak belajar dari mereka. Vielen Dank Frau Ulrike und Frau Elke. (Mrs. Nugroho)
  • Tamu di tengah malam. Biasanya tiap malam selalu tidur lelap, tanpa gangguan apa pun. Tapi malam itu sangat berbeda. Ketika sedang tidur nyenyak, karena seharian banyak aktivitas yang dikerjakan, tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara bel. Bertanya-tanya, apakah itu tadi benar suara bel? Apakah nyata atau bermimpi? Tapi suara bel itu tetap terdengar. Akhirnya coba bangkit dari tidur, sambil nengok ke jam, hah jam 1.30 malam. Coba berjalan menuju pintu, lalu melihat melalui lubang pintu siapa gerangan yang tengah malam memencet bel. Ternyata hui, hui lupa membawa kunci apartemennya, sehingga berniat tidur di Uni, namun karena hui juga tidak mempunyai kunci salah satu kantor di uni, penjaga uni pun melarang hui untuk tetap tinggal di uni, yang artinya harus pulang. Berhubung rumahnya sangat jauh dan saat itu sudah tidak ada kereta yang beroperasi, akhirnya numpang tidur di rumah deh🙂 (Mrs. Nugroho)
  • Oleh-oleh. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah di negeri Cina. Dibalik segala kenikmatan yang didapat dari mengunjungi tempat-tempat tersebut, ada tuntutan (moral) yang mesti dipenuhi: mencari oleh-oleh buat semua. Buat kami, oleh-oleh adalah representasi dari berbagi kebahagiaan dan adalah suatu kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa memberikannya pada orang-orang yang kita sayangi. Sayangnya, mencari oleh-oleh yang tepat tidaklah mudah, Alhamdulillah sudah hampir satu minggu ini mencari dan belum semua bisa terpenuhi😦 (Mr. Nugroho)