Jika sudah lama tidak bertemu dan ternyata dalam waktu dekat akan bertemu kembali, sepertinya berbagai perasaan berkumpul menjadi satu menjadi tak menentu. Perasaan senang, resah, gelisah semakin hari semakin kuat. Umumnya kita selalu mencoba menebak atau mengira-ngira apa yang akan terjadi nanti, apakah sesuatu akan berubah atau masih tetap sama seperti ketika terakhir bertemu.

Alhamdulillah di bulan ini saya berkesempatan bertemu kembali dengan 2 hal yang sudah lama saya tunggu : 1. Ujian dan 2. Suami tercinta.

Sudah beberapa tahun saya tidak perlu menghadapi yang namanya ujian. Dan ketika sekarang harus menghadapinya kembali, semua perasaan muncul menjadi satu. Senang karena akhirnya saya punya kesempatan untuk mengetahui sudah sejauh mana kemampuan saya. Tapi perasaan lain yang tidak menentu pun hadir. Tegang, resah dan gelisah. Meskipun sudah berusaha mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari, rasanya masih belum cukup.

Ketika tiba hari H, sebelum bertemu ujian, saya berusaha untuk memberikan penampilan yang terbaik. Mulai dari pakaian, menggunakan pakaian yang nyaman sehingga tidak menggangu proses ujian nanti. Makan, berusaha makan yang cukup sehingga tidak mengganggu konsentrasi ketika ujian. Datang lima menit sebelum ujian sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama dan jangan sampai kesiangan, karena akan menambah perasaan tegang dan tak menentu. Tidak lupa berdo’a sebelum ujian dan mohon do’a pada suami dan kepada orang-orang terdekat.

Ketika pada akhirnya soal ujian sudah berada di depan mata kita dan tiba saatnya mengerjakan soal-soal ujian, semua perasaan tak menentu tadi menghilang sedikit demi sedikit, karena harus berkonsentrasi dengan soal-soal ujian tersebut. Alhamdulillah, saya sangat menikmati proses menjawab soal-soal ujian tersebut. Meskipun kadang terasa sulit, tapi tetap berusaha memberikan yang terbaik.

Mungkin perasaan tersebut tidak akan terlalu jauh berbeda ketika kita akan bertemu kembali dengan seseorang yang kita sayangi. Berbagai perasaan tak menentu akan hadir, namun ketika bertemu, saya yakin, lambat-laun perasaan tersebut akan menghilang, dan berganti dengan perasaan senang dan bahagia. Insya Allah sebentar lagi saya akan bertemu dengan hal yang telah lama saya nanti : suami tercinta. Sayangnya kadang suami tercinta jauh lebih sulit dimengerti dari semua soal ujian yang pernah saya temui, tidak peduli seberapa banyak persiapan yang telah saya lakukan, tampaknya tidak pernah cukup, komplain selalu saja bisa hadir tiba-tiba. Seperti juga ujian, Alhamdulillah (walau tidak pernah terbiasa) saya berusaha menikmati semua komplain-komplain tersebut. Meskipun sulit, tapi saya tetap berusaha mendengar semua komplain dengan baik.