14 Maret 2008

Alhamdulillah, minggu ini kami diberi kesempatan belajar membuat keputusan untuk keluarga besar kami, diberi kesempatan untuk belajar menyampaikan segala apa yang ada dipikiran kami, dan belajar untuk bisa lebih ikhlas dalam segala hal.

  • Kontrakan. Alhamdulillah, Orang tua kami berniat untuk memulai suatu usaha kecil untuk memanfaatkan waktu luang mereka dan Alhamdulillah mereka juga telah menemukan tempat yang terjangkau. Semoga Allah meridhoi segala niatan mereka dan semoga Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk mereka. (Kel. Nugroho)
  • Moneybookers. Untuk kedua kalinya kami memanfaatkan fasilitas Moneybookers untuk transfer internasional. Selain biayanya yang relatif lebih murah dibanding dengan transfer international langsung melalui bank, Moneybookers juga memberikan pelayanan yang cukup memuaskan. Biaya yang murah memang menjadi faktor utama mengapa kami memanfaatkan Moneybookers. Untuk transfer internasional mereka hanya menarik biaya sekitar 2.3 Euro (sekitar Rp. 30 ribu) dan jumlah tersebut jauh lebih murah dibanding transfer langsung melalui bank (yang umumnya menarik biaya lebih dari 9 euro) maupun beberapa penyedia layanan transfer international lainnya.
  • Antara Uni dan Istri. Biasanya tiap malam, selalu ada kebimbangan antara tinggal lebih lama di Uni atau pulang ke rumah menemui istri tercinta. Namun minggu ini kebimbangan itu sirna, karena hampir seminggu ini sang istri tercinta juga mulai banyak menghabiskan waktunya di Uni. Kadang Uni menjadi sebuah tempat yang berat untuk dikunjungi, namun kehadiran sang Istri di Uni telah merubah sedikit pandangan Saya tentang Uni. Selain tempat kerja yang kadang berat untuk dikunjungi (apalagi senin pagi), sekarang Uni sudah bukan lagi menjadi tempat teraman untuk minum kopi berkali-kali. (Mr. Nugroho)
  • Tahu Bunting. Setelah sekian lama, akhirnya kami kembali bisa menikmati tahu bunting = tahu isi. Tahu bunting ini begitu istimewa, selain rasanya yang enak, ukurannya yang luar biasa, tahu ini juga dilengkapi sambal kolaborasi Om Ican, Adith, Tante Yuli, dan Tante Novie . Sambal ini mungkin sambal yang paling pedas yang pernah kami nikmati. Terima kasih semuanya! (Kel. Nugroho)