Sudah beberapa hari, matahari di kota ini hanya menyapa sebentar. Hanya udara yang dingin, langit yang mendung, angin yang kencang dan hujan yang selalu hadir. Di tengah cuaca seperti itu, membuat saya nyaman terlelap dalam buaian mimpi, rasanya enggan untuk membuka mata ini, apalagi untuk melakukan olahraga. Tidak pernah terpikir di kepala ini untuk melakukan olahraga apa pun di cuaca seperti ini. Tapi justru berbanding terbalik dengan honey, entah kenapa, mungkin karena ingin cepat kurus, ternyata sudah beberapa hari ini honey selalu menyepatkan untuk berlari pagi minimal 30 menit, tanpa peduli dengan cuaca. Ketika tahu hal tersebut, hati ini sepertinya belum ikhlas untuk melihat honey berlari di tengah cuaca seperti ini, hujan-hujanan dan harus melawan angin yang kencang. Menurut saya, berolahraga di udara seperti itu adalah tidak sehat. Saya sempat melarangnya tapi karena kepalanya keras, hehe.. tetep saja honey berolahraga. Kesel.. ya.. tapi.. ya sudah.. mo bilang apa lagi, saya cuma bisa berdo’a semoga honey gak sakit.

Pagi itu, honey bilang, kalau dia akan berlari pagi sebentar. Udara saat itu memang agak cerah, ya sudah saya jawab ‘ok’ dan berpesan sedikit, ‘tapi kalau bisa jangan hujan-hujanan’. Beberapa saat kemudian ternyata hujan, hati ini sedih, hmm.. honey hujan-hujanan lagi. Saya coba untuk tidak khawatir, biarkan saja, nanti juga kalau kedinginan pasti pulang. Tapi khawatir itu tidak hilang. Kemudian saya bertanya pada diri sendiri, kenapa sih honey tetep berolahraga? Rasanya gak akan nemu jawabannya, kalau tidak mencoba sendiri. Akhirnya saya putuskan, ok, saya tulis pesan: ‘ayang, aku jalan-jalan sebentar’. Saya langkahkan kaki di tengah udara yang dingin, hujan dan angin yang kencang. Jujur dari dulu sampai sekarang saya selalu takut dengan suara angin yang kencang. Takut pohon tumbang, takut akan badai dan takut lainnya. Dengan segala ketakutan itu, saya putuskan tetap akan berjalan-jalan. Di tengah angin yang kencang itu, yang kadang harus saya lawan -membuat langkah ini terasa berat- dan kadang mendorong saya -meringankan langkah ini bahkan seperti melayang-, saya tetap berjalan. Di tengah hujan dan udara yang dingin saya tetap berjalan. Dengan berbekal Mp3 dan saya dengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, membuat saya lebih mantap melangkah, lupa akan ketakutan saya dan akhirnya terbuka pikiran ini.

Jalan-jalan pagi itu, tidak memberikan saya jawaban mengapa honey tetap berolahraga di tengah cuaca seperti itu, tapi jalan-jalan pagi itu mengingatkan saya tentang hidup ini, bahwa di tengah segala kegalauan, segala kesulitan, kita tetap harus berjalan menjalani hidup ini. Kadang orang-orang di sekeliling kita akan mendukung kita, kadang orang-orang di sekitar kita tidak mendukung kita, tetapi selama kita yakin bahwa yang kita lakukan adalah benar, kita tetap harus berjalan, tetap berdo’a dan berusaha untuk mencapai tujuan kita.