22 Februari 2008

Alhamdulillah minggu ini kami berkesempatan untuk kembali mengunjungi Berlin dan menginap di ‘hotel’ istimewa yang sangat nyaman dan yang pasti selama menginap di jamin perut tidak pernah kosong. Terima kasih Pak Rubiyanto, Mba Siwi, Dita dan Fafa.

  • Olympic Stadium Berlin. Kebetulan harus ke kedutaan untuk perpanjang passport, kebetulan juga ada pertandingan Arminia Bielefeld lawan Hertha Berlin. Karena bobotoh ya sekalian aja nonton bola di Olympic Stadium Berlin. Stadion ini pernah dipakai untuk pelaksanaan final piala dunia. Stadion yang kapasitasnya sampai 70 ribu orang ternyata terlalu besar untuk pertandingan kali ini, penonton yang dateng hanya 32 ribu orang. Tapi tetep seruu, dan yang paling seru adalah gol terakhir yang sangat tidak diduga (2 menit sebelum pertandingan berakhir) dan yang masukin dari Hertha Berlin. Warga Bielefeld hari ini bersedihūüė¶ (Kel. Nugroho)
  • Imax 3D. Jarang-jarang kami bisa nonton 3D, karena hanya ada di Berlin. Meskipun udara saat itu saangaat dingin kami sempatkan juga untuk nonton 3D di CineStar Potsdamer Platz. Film Beowulf, film pertama yang khusus dibuat untuk 3D. Ini pertama kalinya kami bisa nonton 3D lebih dari 40 menit. Ternyata seruu dan sangat sangat menegangkan. Dan setelah nonton, capee deeh. (Kel. Nugroho)
  • Demo. Jum’at pagi terpaksa harus kesiangan ke tempat kursus, padahal berangkat dari rumah sudah tepat. Bt, harus menuggu kereta, juga melawan angin dan cuaca yang sangat dingiin. Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya datang juga, Alhamdulillah. Ternyata hari ini semua pekerja dan sopir kereta berdemo. Mudah-mudahan besok dan seterusnya gak ada demo lagi. Kalo ada, harus booking pinjem sepeda om Ican dehūüôā soalnya banyak yang berminat. (Mrs. Nugroho)
  • E-mail dan Sayang. Baru saja baca e-mail dari adinda adik tercinta, berikut sedikit kutipannya:
    • “….kita harus berjuang sampe tuntas. sampe kita gak punya apa2 lagi untuk kita pertahankan selain tawakal. dan satu hal yang selalu iyang inget, dan membuat iyang merasa bisa bertahan di segala situasi yang susah adalah tidak ada yang berubah dari bapak, ibu, mas dan dede saat iyang menjadi seperti apapun. menjadi gagal atau berhasil sama sekali tidak berpengaruh terhadap cinta dan sayang yang terbangun di keluarga hebat kita ini.”
    • “… Mas mau pulang, atau mau jadi ilmuwan tetap di luar negeri, atau bahkan mau jadi warga negara jerman sekalipun, ga ada yang berubah pada rasa kita. kita semua tetep sayang mas, sayang yang sama saat mas lahir ke bumi, sayang yang sama saat mas rangking 1, sayang sama saat mas mimpin tawuran, saat yang sama saat mas jadi playboy, sayang yang sama saat mas kurus atau mas gendut. sama, tidak kurang sedikitpun…

    Sayang – terima kasih buat e-mailnya. Mas sayang Iyang! (Mr. Nugroho)

  • Pasport-less. Hampir 4 hari tanpa passport WNI, harap-harap cemas melanda. Takut tiba-tiba ada razia, walau kata temen-temen saya punya wajah indo (asli), dan perawakan bule (bulat dan legam) Saya yakin kedua hal tersebut tidak akan bisa membantu Saya lolos raziaūüė¶. Semoga pasport tiba sebelum pak polisi bikin razia. (Mr. Nugroho)