Kemarin Guru di tempat kursus bertanya : Selama perjalanan dari rumah menuju tempat kursus, apa saja yang pagi ini kalian amati?

Pertanyaan yang seharusnya mudah untuk dijawab, tapi ternyata cukup sulit untuk saya menjawabnya. Padahal baru 20 menit yang lalu, saya ke luar rumah dan pergi menuju tempat kursus. Sepertinya waktu yang 20 menit itu begitu cepat berlalu, saya lupakan dan terkubur begitu saja.

Saya coba untuk memutar kembali waktu 20 menit tadi. Begitu saya ke luar rumah, saya berjalan melewati taman yang ditaburi es, saya bahkan menginjak es tersebut, tapi saya tidak sempat mendengar bunyi langkah kaki ketika menginjak embun yang membeku dan tidak merasakan betapa luar biasanya bisa menginjak kristal-kristal es pagi itu. Ketika menunggu kereta, saya sempat melihat matahari, betapa matahari bersinar cerah pagi itu (di musim dingin – jarang bisa dapat matahari secerah hari itu), tapi saya tidak sempat merasakan keindahannya karena kereta begitu cepat tiba. Di dalam kereta, saya tidak sempat melihat sekeliling karena begitu sibuk membaca buku untuk persiapan kursus nanti. Mungkin saya melewatkan kesempatan untuk sedikit beramal, misal dengan memberikan tempat duduk untuk yang lebih membutuhkan atau sekedar senyum. Bahkan mungkin segala kesibukan tadi telah mengalihkan saya dari melihat teman yang juga berada pada kereta yang sama sehingga saya melewatkan kesempatan berharga untuk bersilaturahmi. Pagi yang indah, yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik berlalu begitu saja.

Kadang kita terlalu sibuk dengan segala aktivitas rutin yang harus kita kerjakan, dengan target-target yang harus dicapai, dan mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Sehingga kita lupa untuk menyempatkan waktu untuk menyenangkan diri kita sendiri, bahkan untuk menyenangkan orang terdekat kita dengan senyuman (sedekah yang paling murah) pun tidak mampu. Kita sering lupa untuk bersyukur, bahwa hari ini kita masih bisa melihat dan merasakan keindahan ciptaan-Nya.

Mulai pagi ini, saya akan selalu mencoba menghirup udara pagi, melihat keindahannya, mendengarkan burung bernyanyi, mencoba untuk selalu memberikan senyuman dan mengamati segala sesuatu dengan lebih baik dan bijaksana.