8 Februari 2008

Ketika ada pertemuan – akan ada perpisahan,

ketika ada tawa-akan ada sedih,

tetapi dalam semuanya Insya Allah selalu terbersit doa,

semoga Allah senantiasa meridhoi kita semua.

  • Detik-detik terakhir bersama Kel. Abdurrouf. Alhamdulillah, kami bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Kel. Mas Rouf seminggu ini. Makan siang bareng, maaf mba Yuni, waktu itu rebungnya kepedesan🙂 kirain gak pedes, soalnya yang nyobain suami tercinta yang udah kebal ama cabe. Makan malem pizza bareng, sampe perlu bantuan Om Christian buat nerangin gimana cara pake oven-nya om Ican, maklum nebeng. Sarapan roti bareng, ampe Biba ngabisin kejunya. Rasanya berat untuk melepas kepergian Kel. Mas Rouf ini. Gak bisa numpang makan lagi kalo males masak🙂 Gak ada guyonan khas Mas Rouf, gak ada Ifti yang suka nyerocos ngomong bahasa jerman dan aku gak ngerti, gak ada Biba yang banyak makan dan lucu. Makasih Mas Rouf, Mba Yuni, buat do’anya, bumbu-bumbu masakan dan semuanya, oya, aku coba bumbu rempeyeknya, enaak. (Kel. Nugroho)
  • Jalan-jalan di Köln. Dengan alasan untuk menghilangkan kesedihan setelah mengantarkan Kel. Mas Rouf -padahal pengen jalan-jalan aja-, kami sempatkan menghirup udara Köln di sore hari. Banyak diskon untuk pakaian saat itu, namun sayang tidak ada yang cocok dengan tubuh mungil ini🙂 ( sebenernya juga karena tidak dikasih budget buat shopping) akhirnya pulang hanya dengan membawa boneka beruang kecil khas Köln, lumayan untuk menambah koleksi. Cerita lengkapnya bisa di liat di sini (Mrs. Nugroho)
  • Mie ala Thailand. Salah seorang teman dari Thailand, tiba-tiba mengajak makan siang di rumahnya. Wahh, asik nih, tidak mungkin untuk dilewatkan. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya datang juga, semangkuk besar mie. Mie ini memang unik, mie yang digunakan mie yang berwarna putih dengan kuah ayam yang diblender, ditaburi dengan toge, daun pepermint, surawung dan potongan-potongan kecil kacang panjang. Mungkin agak aneh, seperti makan mie dan lalab, namun ternyata rasanya cukup enak. Sayangnya, tidak ada bakso dan kerupuk🙂 (Mrs. Nugroho)
  • Blog Desa Bielefeld. Akhirnya, kepala Desa kami, Bapak IMW memutuskan untuk melakukan promosi agresif melalui blog. Pilihan penggunaan blogdetikcom memang mencerminkan kearifan Bapak Kades kami. Blogdetikcom kabarnya menjadi tempat nge-blognya para selebritis nasional kita, dengan memanfaatkan blogdetikcom tampaknya Bapak Kades berharap masyarakat desa Bielefeld lebih gaul dan minimal bisa termotivasi untuk tetap mengikuti gosip terbaru🙂 . (Kel. Nugroho)