Masalah klasik yang sepertinya selalu dialami saya dan mungkin beberapa wanita adalah ketika bingung mau pake baju apa. Jujur saja, dulu ketika saya masih bekerja, saya selalu kebingungan dengan hal ini. Ketika tiba hari jum’at, hari di mana semua temen kantor ceria karena boleh pake baju bebas, saya selalu bingung baju mana yang harus saya pakai, dan membutuhkan waktu yang lama sampai akhirnya memutuskan baju yang akan dipakai. Untungnya di hari-hari lain, kantor telah menyediakan seragam, sehingga tidak perlu kebingungan setiap hari untuk memilih baju. Ketika harus menghadiri undangan atau acara resmi lainnya, hal ini pun sering terjadi. Kadang kalau memang mendesak, saya meminjam baju kakak, saudara atau bahkan teman🙂 , tentunya yang mempunyai postur tubuh yang hampir sama dengan saya.

Mengapa hal ini terjadi? mungkin karena wanita selalu ingin terlihat cantik dan berpenampilan sebaik-baiknya, mungkin karena wanita juga tidak suka jika harus menggunakan baju yang sama pada satu acara dan acara lainnya, atau juga karena keterbatasan pengetahuan akan mode (seperti saya).

    Sebetulnya hal tersebut tidak perlu terjadi jika kita mau belajar sedikit tentang mode yaitu mengetahui bagaimana cara memadu-padankan koleksi baju-baju yang ada, baik dalam hal warna, atau memadu-padankan baju dengan aksesoris, sepatu dan tas (menurut para designer).

    Menulis semua hal di atas bukan berarti saya telah berhasil mengatasi permasalah saya dengan baik. Semenjak saya pindah kantor, dari kantor yang memberi saya seragam dan gaji tetap, ke kantor yang tidak jelas (kadang disuruh pake seragam – kadang nggak, kadang digaji -kadang nggak) masalahnya semakin kompleks karena faktor cuaca yang sangat berbeda dan tuntutan ‘teman sekantor’ (suami) yang kadang begitu mendadak dan banyak maunya.

    Dari puluhan ceramah yang diberikan oleh suami tercinta, saya juga sadar bahwa selain semua tips dan petunjuk ahli mode tentang warna yang sepadan dan assesoris yang sesuai ada hal lain yang sangat penting dalam memilih baju/pakaian, yaitu kita juga harus belajar memilih niat yang benar. Dalam memilih baju, kita harus mempunyai niat yang benar, bukan untuk dipuji orang melainkan untuk mensyukuri salah satu nikmat yang sudah diberikan pada kita. Semenjak itu saya coba untuk terus belajar dan mengingatkan diri sendiri, selama niat kita baik, warna baju memang sesuai (maching), dan baju yang dikenakan memang cocok dengan acaranya, Insya Allah penampilan tidak akan mengecewakan.

    Dan satu hal lagi, jangan sampai baju lama ditinggalkan begitu saja, sebaiknya baju yang sudah tidak terpakai disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan. Bukankah kalau mempunyai baju sedikit lebih mudah untuk memilihnya (dan lebih mudah mengajukan alasan untuk belanja baju baru ke suami tersayang)?