18 Januari 2008

Minggu ini adalah minggu ketika sepakbola jauh lebih manis dari coklat dan istri tercinta, juga waktu lahirnya seorang calon pengusaha muda. Sungguh begitu banyak kebahagiaan yang tercipta. Berikut rangkuman kebahagiaan kami minggu ini:

  • Hiking. Akhirnya hiking juga, naik bukit dan masuk ke hutan yang jaraknya memang tidak jauh dari tempat tinggal kami. Dari dulu ngajak Honey gak pernah mau. Entah ada apa, hari ini akhirnya bisa juga diajak hiking. Rencananya sih mau sambil joging, tapi tiba-tiba Honey nyuruh bawa sepeda, itu pun sepeda pinjaman dari om Ican (makasih om Ican), sebagai istri yang baik nurut aja. Karena masih winter, baju pun harus berlapis2 dan tidak lupa sarung tangan dan tutup kepala. Naik sepeda.. awalnya enak, karena jalanan di sini tidak terlalu berbukit. Namun begitu tiba di tempat yang dituju, ternyata jalannya kecil, nuanjakk, dan terjal, mau tidak mau harus turun dari sepeda dan nuntun sepeda pelan-pelan. Waah ternyata capeee.. Namun begitu sampai puncak, terasa lega, rasa lelah pun langsung hilang dengan melihat pemandangan yang cukup indah. Sempat dansa satu lagu di tengah hutan di puncak bukit🙂 it was wonderful! Alhamdulillah ketika pulang, kami boncengan sepeda berdua, makan siang enak dan pulang dengan selamat. (Mrs. Nugroho)
  • Schokoladenmuseum. Minggu pagi kami dibangunkan oleh telepon dari Kel. DR. Abdurrouf. Mereka mengajak kami untuk ikut ke Schokoladenmuseum (Museum Coklat) di kota Köln. Denger kata schokolade (coklat) kayanya menarik, namun ternyata bagi Honey sepakbola jauh lebih menarik dari coklat dan segala sejarahnya. Museumnya cukup menarik, bisa banyak makan coklat, dan bisa melihat bagaimana proses pembuatan coklat. Sayang, sebagai negara penghasil kakao (tanaman yang bijinya merupakan bahan dasar coklat) ketiga terbesar di dunia, Indonesia masih belum punya museum coklat, padahal coklat cap Ayam Jago (asli buatan Indonesia) pasti punya sejarah luar biasa. Terima kasih kami untuk Mas Rouf Sekeluarga. Oh ya yang mau liat foto-fotonya, ada di ruang keluarga (Mrs. Nugroho)
  • Oleh-Oleh. Salah satu teman kami baru tiba dari liburan akhir tahunnnya di Cili dan membawa beberapa oleh-oleh khusus untuk kami. Sungguh suatu bentuk perhatian yang luar biasa dan membuat kami malu karena kami tidak punya apa-apa sebagai ungkapan terima kasih kami. Dear Felipe, thank you for those lovely gifts! We are glad that you did not bring any steak – because Eko has to start his diet! (Kel. Nugroho)
  • Calon Pengusaha muda. Minggu ini, adik kami memberi kabar bahwa dia akan melakukan “ekspor” pertama dalam waktu dekat! Sungguh kabar yang luar biasa, adik kami menjadi seorang pengusaha muda. Adalah kegigihannya dan kemauannya untuk selalu berusaha dan belajar yang membuat kami bangga. Selamat buat Aa Tantan calon pengusaha pertama di keluarga ini. Jujur, sempet cemburu, soalnya dari dulu kita pengen buka usaha belom pernah bisa. Jualan petasan, abis dipake jajan; jualan susu murni, gak jadi; jualan di Gasibu, gak laku; tapi gak bakalan nyerah – Insya Allah kami tidak akan berhenti untuk memulai suatu usaha (bisnis) yang akan kami jadikan sebagai pengikat tali silaturahmi, sebagai tempat berbagi rejeki, dan tempat belajar tiada henti. (Kel. Nugroho)

Share on Facebook