Terdampar di suatu kota kecil bernama Bielefeld, bisa dibilang susah-susah gampang. Waktu awal tiba, terasa susah karena belum mengetahui apa-apa. Apalagi orang-orang di kota kecil ini senang sekali bercakap-cakap dengan bahasa Jerman, suatu bahasa yang tidak pernah Saya ketahui sebelumnya (kalau mereka pake bahasa sunda mungkin akan jauh lebih mudah). Setiap saat rasanya banyak sekali hal yang perlu dipelajari, sepertinya di kepala kita terdapat segudang pertanyaan yang tidak pernah habis. Tetapi seperti kata pepatah “Ala bisa karena biasa, biasa bisa karena terpaksa”, maka setelah beberapa lama, semua kesusahan yang ada sedikit-sedikit berubah menjadi hal yang biasa bahkan menjadi sesuatu yang mudah.

Akhirnya setelah genap 6 bulan 12 hari kemampuan beradaptasi tumbuh semakin cepat, baik dengan cuaca, orang-orang dan kebiasaan atau budaya kota kecil nan cantik ini. Bahasa bukan lagi kendala, Alhamdulillah malah menjadi suatu sumber ilmu baru. Ketika kita belajar bahasa baru, kita biasanya diberi banyak bonus pengetahuan lainnya – bahkan teman baru. Semakin lama semakin banyak hal yang bisa diperoleh, kepala masih dipenuhi banyak pertanyaan namun pelan-pelan jawaban juga ikut hadir mengisi. Semakin hari perasaan nyaman, aman, dan bahagia semakin deras menghampiri. Segala sesuatu di sini begitu bersih dan teratur, jarang terlihat kemacetan, dan semakin menyadari betapa banyak kemudahan yang diperoleh dengan berbagai fasilitas yang ada. Perbedaan budaya tetaplah kentara, tapi malah menjadi hikmah tak terkira. Semakin lama terdampar, semakin terpupuk rasa sayang dan enggan untuk meninggalkan kota kecil ini. Tak terasa kota kecil ini telah menjadi kampung halaman kedua.

Minggu ini, bertambah pertanyaan di kepala: Bagaimana jika harus pulang tiba-tiba? akankah rasa nyaman itu tetap ada? bersediakah rasa aman itu tinggal lebih lama? dan apakah bahagia masih sudi menyapa?

Mengutip kembali pepatah di atas “ala bisa karena biasa”. Jika harus pulang, sama halnya seperti terdampar untuk kesekian kalinya. Ketika terdampar pertama menjadi hikmah luar biasa, terdampar berikutnya Insya Allah menjadi hikmah yang sangat-sangat luar biasa, karena bagaimana pun juga tempat di mana seluruh keluarga berkumpul bersama adalah tempat terbaik untuk kembali, tempat yang akan selalu menerima kita apa adanya, tempat yang akan selalu memberikan kecerahan dan dipenuhi warna indah senyuman.

Jika harus pulang….Alhamdulillah.

Share on Facebook