4 Januari 2008

Waktu berlalu begitu cepat dan kami masih terlalu lambat. Masih banyak hal yang kami belum tahu dan masih banyak hal yang perlu kami pelajari. Alhamdullilah, Weekend pertama di tahun ini telah kami lalui dan selama satu minggu ini kami diingatkan kembali bahwa kami harus bekerja lebih keras lagi untuk memberikan yang terbaik, baik bagi diri kami sendiri juga untuk orang-orang sekitar kami. Insya Allah.

  • Kejutan di malam Tahun Baru. Tidak pernah menyangka bahwa teman yang baru saja kami kenal ketika liburan kemarin, tiba-tiba mengirimkan email dan mengabarkan bahwa mereka akan datang mengunjungi kami malam ini. Kami merasa senang sekali, karena kami sangat jarang mendapat tamu dari jauh. Terima kasih Farhana dan Ikhwan, kalian menjadi kejutan yang indah di tahun baru kami, semoga persahabatan yang baru kita jalin, tidak terputus begitu saja. (Kel. Nugroho)
  • Wajah Tahun Baru Bielefeld. Hari pertama tahun baru, kami mulai dengan berjalan-jalan melihat kota Bielefeld, yang ternyata pemandangannya tidak seperti hari-hari biasanya. Mungkin seperti kebanyakan penduduknya yang begadang semalaman, wajah kota kecil kami terlihat cukup berantakan. Sampah botol minuman, petasan dan bekas makanan berserakan di mana-mana. Tapi tak lama, terlihat banyak ‘penata rias kota’ yang mulai bekerja, dan tak lama wajah kota kecil kami pun kembali berseri. (Kel. Nugroho)
  • Back to school. Kemarin saya sempatkan untuk pergi ke Bibis (tempat kursus bahasa Jerman) untuk daftar ulang karena satu bulan kemarin pulang kampung. Selama perjalanan deg-deg-an karena bahasa Jerman yang belum begitu lancar, bingung apa yang harus dikatakan. Harap-harap cemas, apakah bisa loncat kelas atau tidak, kalau tidak berarti harus membayar lebih, tapi kalo bisa loncat kelas akan sedikit mengirit. Selama di kereta berdo’a dan mencoba merangkai kata apa yang terbaik untuk disampaikan. Alhamdulillah sampai juga. Setelah bertemu sekertaris Bibis, hanya dengan senyum, mengucapkan salam, sedikit berbincang-bincang tentang tahun baru seketika semua cemas hilang. Alhamdulillah ternyata salah seorang guru saya telah menitipkan pesan bahwa saya bisa ikut kelasnya lagi, berarti saya bisa loncat kelas. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, terima kasih semua guru-guru, teman-teman di Bielefeld yang sudah banyak membantu dan memberikan warna pada hari-hari saya. (Mrs. Nugroho)
  • Mediamarkt on Sale. Sepanjang minggu ini salah satu supermarket elektronik di kota kami melakukan promosi dan discount yang cukup besar. Selama empat hari mereka secara bergantian meniadakan pajak barang (19%). Untuk hari ketiga giliran komputer dan kamera yang dijual tanpa pajak. Dengan penuh harap: kami datang, kami lihat, dan (terus) kami pulang… tanpa satu barang pun. Ternyata walaupun telah dipotong 19% tak ada satu barang pun yang bisa kami beli, mudah-mudahan dalam waktu dekat mereka bersedia melakukan sedikit modifikasi pada angka discount mereka, bukan 19% tapi 91%. (Kel. Nugroho)
  • Sakit Gigi. Alhamdulillah, tiba-tiba pagi ini bisa merasakan sakit gigi. Selesai sholat Jum’at rasanya semakin parah, mungkin ini adalah cara terbaik untuk memulai diet awal tahun. Di balik sakitnya ternyata banyak hikmah yang didapat, diantaranya istri semakin perhatian, semakin mesra dan semakin rajin masak. Tapi kalau memang harus milih, saya lebih memilih sehat, ditemani istri perhatian dan mesra sekaligus dibuatkan masakan setiap hari. (Mr. Nugroho)