Kemarin sore, suami tercinta menyodorkan beberapa lembar kertas yang berisikan informasi mengenai harga tiket pesawat, hotel, tiket kereta dan akomodasi lainnya. Ternyata secara diam-diam, suamiku telah membuat rencana perjalanan untuk liburan akhir tahun nanti. Setelah membaca lembar demi lembar, tanpa berfikir panjang, hanya berdasarkan jumlah biaya yang tertera pada kertas-kertas tersebut (yang memang cukup mahal) dan mengingat saat ini cuaca sangat dingin, saya menolak rencana tersebut dengan mengatakan Nein (No).

Saat itu, suami terlihat kecewa. Saya kemudian bertanya, apakah saya telah mengambil keputusan yang salah? Suami menjelaskan mengapa dia kecewa, karena saya telah mengambil keputusan tanpa benar-benar mencoba melihat permasalahan dari berbagai sisi dan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan informasi yang memadai.

Mengenai alasan saya tentang cuaca, suami mengingatkan kembali bahwa tidak ada cuaca yang salah (tidak mendukung), yang salah umumnya adalah cara kita menghadapi cuaca tersebut. Misalkan ketika winter, suhu di luar pasti dingin, tapi bukan berarti kita harus berlindung terus di balik selimut di dalam rumah sepanjang hari dengan alasan cuacanya kurang mendukung untuk beraktifitas di luar, selama kita memakai pakaian yang tepat kita insya Allah tetap bisa beraktifitas secara optimal sambil menikmati udara segar di musim dingin (di luar rumah).

Mengenai alasan biaya yang luar biasa, suami kecewa karena saya telah mengambil keputusan hanya berdasarkan besarnya angka, bukan nilai yang sebenarnya. Dengan kata lain saya telah mengambil keputusan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan informasi yang memadai. Setelah suami coba jelaskan, ternyata biaya tersebut adalah biaya yang cukup optimal.

Akhirnya saya mengerti bahwa keputusan yang telah saya buat, yang hanya berdasarkan pada cuaca dan biaya yang besar, tanpa informasi tambahan lain, saat itu bukanlah keputusan yang tepat, atau mungkin saya telah terbuai dengan ceramah suami yang begitu panjang🙂 Akhirnya karena keputusan Nein (No) saya tidak diterima, ya sudah, jadi Ja (Yes)!

Hari itu saya belajar bahwa kadang kita diharuskan untuk memutuskan sesuatu dalam waktu yang singkat, saat itu umumnya kita hanya akan mengandalkan perasaan dan informasi yang saat itu kita miliki, itu tidak salah, namun ketika kita belum terbiasa dan informasi yang kita miliki masih sangat terbatas hal tersebut dapat membawa kita kepada keputusan yang kurang tepat. Di kesempatan lain kita memiliki cukup waktu untuk mengumpulkan informasi lebih sebelum mengambil suatu keputusan dan sebaiknya kita benar-benar memanfaatkan waktu tersebut secara optimal, mengumpulkan seluruh informasi yang mendukung dan menyempatkan diri mengkaji permasalahan yang ada dari berbagai sisi.

Semakin sering kita belajar mengambil keputusan secara baik, dari hal-hal paling kecil dalam kehidupan kita hingga hal-hal yang besar, semakin banyak informasi yang kita miliki, dan Insya Allah kita akan bisa mengambil keputusan tepat dalam waktu singkat.

Seseorang yang selalu saya buatkan kopi di pagi hari selalu bilang (mungkin sudah belasan kali): be your self, be brave, make your decision, and be responsible!