Nyobain. Idenya dari sini: Lomography on Photoshop
Filed under: alhamdulillah, tulisan papa , bandung, lomography, photoshop, punclut
November 14, 2009 • 1:51 am 2
Nyobain. Idenya dari sini: Lomography on Photoshop
Filed under: alhamdulillah, tulisan papa , bandung, lomography, photoshop, punclut
November 4, 2009 • 3:49 pm 1
Dear Ayang,
ini adalahbeberapa buku yang sedang/udah aku baca minggu ini:
1. Final Theory, Mark alpert
2. Elephant on Acid, Alex Boese (menarik dan bagus)
3. Yes!: 50 Scientifically Proven Ways to Be Persuasive, Noah J. Goldstein et.al (menarik dan bagus).
4. Brisingr, Christopher Paolini (gak selese-selese, soalnya cuma dibaca waktu lagi “bertapa” pagi-pagi ).
Ayang lagi baca buku apa?
Love,
Eko.
Filed under: alhamdulillah, resensi buku, tulisan papa , Brisingr, buku, Elephant on Acid, Final Theory
Oktober 27, 2009 • 10:39 pm 1
Ini adalah salah satu photo fav. Ayang keliatan cakeeep banget. Tapi yang paling bikin foto ini berkesan adalah backgroundnya ituloh, ada Bapak yang lagi menikmati salah satu kenikmatan dunia: ngupil
.
Photo ini dibikin di punclut Bandung. Buat kalian yang belum pernah ke Punclut, waah pokoknya mesti kesana hari minggu pagi-pagi! Kalian bakal dapetin banyak makanan ENAK, dari gulali sampe pete bakar semuanya komplit ada.
Tulisan dan photo ini juga sebagai bentuk apresiasi dan syukur kami atas perayaan hari blogger Nasional yang jatuh hari ini. Lha apa hubungannya? Iya kami sudah hampir sebulan lebih gak nulis blog ini dan kayaknya gak abdol deh ngerayain hari bloger nasional gak nulis blog. Karena kebetulan lagi melototin photonya Ayang – maka jadilah photo ini bentuk perayaan kami! Karena bagi kami jadi blogger bukanlah jadi penulis ulung, jadi blogger adalah jadi pembagi kebahagiaan ulung, dan photo ini adalah salah satu lambang kebahagiaan terbesar yang kami punya. Maju terus blogger Indonesia!
Ditulis dengan penuh bangga dan cinta.
PS: setelah dilihat-lihat, Ayang jg kayak abis ngupil dech
Filed under: Potret sukses, alhamdulillah, tulisan papa, ucapan , Hari Blogger Nasional, Photo
September 8, 2009 • 5:25 pm 0
Kebetulan barusan baca artikel ini:
http://health.detik.com/read/2009/08/03/183538/1176738/766/sehat-jalani-hubungan-jarak-jauh
Jadi senyum-senyum sendiri. Artikelnya menarik, cuma mungkin ada satu yang kurang: bersyukur dan bangga karena bisa jauh-jauhan (LDR)
Sebelum menikah, kami berdua jauh-jauhan (LDR) selama hampir 2 tahun. Setelah menikah, jauhan lagi selama satu tahun, kemudian deketan selama satu tahun kemudian sekarang jauhan lagi. Tiap kali jauhan, kami selalu dihadapkan pada dua pilihan: (1) Untuk bersyukur dan bangga karena masih bisa “lajang” ketika sudah berpasangan (menikah) atau (2) Untuk sedih dan keliatan lebih tua (karena lupa senyum) karena setelah berpasangan tiba-tiba menjadi “lajang” kembali.
Tentu yang pertama jadi pilihan paling gaya, siapa emang yang mau sedih dan keliatan tua? tapi kenyataannya susah buat bener-bener bisa.
Tiap mau tidur, pasti rindu lihat wajah Ayang dari deket, cium wangi rambut Ayang, dan peluk Ayang. Tiap duduk di sofa, rindu bilang “geseran donk Ayang – sempit nih!” (buat kami berdua, sofa adalah daerah sengketa tiada akhir). Tiap lihat piring kotor numpuk, rindu lihat Ayang yang bisa nyuci sekaligus tampil cantik dan gaya. Tiap nonton, rindu ngedenger Ayang yang selalu nanya (soalnya ketiduran). Bahkan ketika nulis ini pun, rindu Ayang yang suka ngintip dan baca layar monitor tanpa ijin (dompet, layar monitor, handy, dan waktu ganti baju bagi kami adalah hak pribadi mutlak dan gak boleh diintip tanpa ijin). Setiap hal kecil yang ada di sekitar bisa secara tiba-tiba mendatangkan rasa rindu yang luar biasa.
Tiap kali rindu melanda, cuma bisa berdoa, semoga besaran rindu kami bisa seperti ongkos angkot dan bis kota: jauh dekat – sama saja. Mudah-mudahan rasa ini selalu ada, bukan cuma waktu kami jauhan, tapi juga waktu kami dekat, bukan cuma untuk hari ini, tapi juga untuk setiap hari yang Allah beri pada kami berdua. Tapi gak bisa dipungkiri, bahwa rindu ini lebih gampang hadir waktu kami berjauhan, sebuah rasa rindu yang luar biasa, yang mungkin cuma bisa dirasakan segelintir orang beruntung yang punya kesempatan untuk berjauhan dengan pasangannya.
Kadang ada yang nanya, apa rahasianya bisa terbiasa berjauhan sama istri? gak ada! Selalu itu jawabannya. Karena emang gak pernah bisa biasa. Jauhan dengan Ayang adalah selalu jadi hal luar biasa. Gimana gak luar biasa? Tiap kali mau ketemu, pasti panas- dingin, gugup, gemeter, perut meililit, pokoknya perasaannya hampir sama kaya kita lagi laper banget duduk di restaurant mahal udah pesen makanan banyak, lupa bawa dompet, dan nunggu orang yang mau neraktir yang gak datang-datang. Begitu juga waktu mau pisah, perasaannya hampir sama kaya abis makan kenyang banget di restauran mahal eh tahu-nya temen kita yang janji bayarin lupa bawa dompetnya dan kita mesti bayar semuanya Walau udah merasakannya berkali-kali tetap saja belum biasa, karena semua itu memang luar biasa.
Apa yang tertulis di atas cuma sebagian kecil dari banyak hal lain yang seharusnya cukup untuk membuat kami berdua bersyukur dan bangga, tapi kadang sulit. Hingga hari ini, kadang kami masih saja lupa untuk berbagi sedikit senyum dan tawa.
Catatan ini adalah sebuah pengingat…betapa seharusnya kami berdua bisa lebih bersyukur dan bangga atas segala apa yang kami punya.
Ditulis dengan penuh rindu dan senyum.
__________________________
Filed under: alhamdulillah, catatan, suara hati, tulisan papa , Ayang, LDR, Senyum
Agustus 20, 2009 • 2:15 am 0
Kemaren janji dongengin Ayang dan supaya dongengnya disimak – sengaja ditulis dan dikasihnya pagi-pagi. Klo cuma di dongengin malem-malem pasti lewat, jangankan dongeng, film horror pun bisa bikin Ayang ngantuk dan tidur.
Hope you enjoy it, as much as i do.
————————–——————————
Tak lama…
Kerajaan kembali dilanda benacana.
Kekeringan melanda di mana-mana.
Penasehat raja yang bijak bersabda,
bahwa dia membutuhkan beberapa hal istimewa untuk mendatangkan hujan dengan segera.
Sang penasehat memberikan detail dimana, apa, dan bagamana cara mendapatkannya.
Semua orang berlomba mencari dengan segera.
Siang-malam semua orang mencari tanpa jeda.
Tidak berapa lama semua hal yang diminta telah ada di hadapan penasehat raja.
Sang penasehat raja lalu menyusun semuanya dan berdoa.
Selang beberapa waktu hujan pun turun dengan derasnya.
Tak lama…
Kerajaan kembali di landa bencana.
Sang tabib dan penasehat yang bijak meninggal dunia.
Selang beberapa waktu, sang raja pun jatuh sakit, jauh lebih parah dari sebelumnya.
Kemudian pelan-pelan kekeringan kembali melanda.
Semua orang kembali bekerja keras, tanpa henti, tanpa jeda.
Tidak berapa lama semua bahan ramuan dan semua hal yang dibutuhkan untuk mendatangkan hujan telah ada,
namun tanpa sang tabib dan sang penasehat, semua tidak berguna.
Di akhir masa hidupnya…
ketika kerajaannya porak-poranda,
sang raja teringat pesan sang ibunda:
“Ananda, kerja keras bisa datangkan segalanya, namun tanpa ilmu dan doa, mungkin apa yang kita dapat tidak akan bertahan lama.”
-selesai-
————————–————————–
PS: Ayang, … please keep it! I hope, i can hear you telling this story to our children, one day, when they are 29 years old
Filed under: catatan, tulisan papa , cerita, dongeng
Juli 11, 2009 • 1:12 pm 2
Ketika membuka lembaran baru kadang berarti menutup lembaran sebelumnya. Ketika kita menulis dilembaran baru, kadang kita tidak bisa lagi menulis dilembaran sebelumnya. Tapi apakah harus selalu begitu?
Ketika mempunya blog baru, blog lama terlantar begitu saja. Tidak pernah disapa atau diraba. Ketika pindah dari satu tempat ke tempat lainya, tak ada lagi waktu untuk bertukar kata dengan tetangga lama. Ketika ada pekerjaan baru, pekerjaan lama hanyalah embusan angin lalu. Ketika menikah, segalanya berubah, kadang sebuah cita-cita hanya menjadi mimpi belaka.
Tidak ada yang salah, semua hanya masalah prioritas – setiap orang berhak memiliki prioritasnya masing-masing. Blog mana yang harus ditulis, siapa yang harus disapa, pekerjaan mana yang harus didahului, dan cita-cita siapa yang harus diwujudkan.
Hanya sayang seribu sayang, jika semua lembaran-lembaran lama kita lupakan begitu saja. Mengapa tidak kita sempatkan waktu, sehari dalam seminggu misalnya, untuk duduk dan membaca kembali semua lembaran lama yang kita punya, karena pasti ada banyak cerita dan ada banyak bahagia disana. Mungkin kita juga bisa dapatkan setitik percaya, bahwa cita-cita kita masih ada dan bisa kita buat nyata, tanpa perlu berlindung dibalik kata “tanggung jawab “.
Pagi ini duduk sendiri, membaca banyak ucapan syukur disini – yang belakangan tidak pernah lagi kami tuliskan. Bukan kami tidak beryukur..bukan ya Allah. Begitu banyak karunia yang kami dapatkan. Hanya saja, lembaran baru kami begitu besar, dan telah menutupi lembaran-lembaran lain dalam hidup kami, termasuk lebaran kecil di blog ini yang seharusnya menjadi lembaran syukur kami.
Mudah-mudahan, suatu hari,kami berdua bisa kembali hadir disini. Mengucap syukur dan kembali berbagi sedikit cerita.
Kami beruntung, masih bisa membaca beberapa lembaran lama kami. Bagaimana dengan kalian? apakah lembaran lama itu masih ada?
Filed under: dari hati, tulisan papa , berdua, blog, cerita, syukur
Juni 6, 2009 • 3:23 am 0
Hari ini sehabis Jumatan banyak yang bicara tentang pidato Obama di Universitas Kairo. Ada yang bilang kedatangan Obama membawa berkah, bukan untuk perdamaian di Timur tengah, melainkan karena kedatangannya telah membuat universitas Kairo jadi bersih (karena tiba-tiba dibersihkan) juga mesjid Sultan Hassan yang tiba-tiba di pasang karpet baru.
Soal peran Obama dan perdamaian di Timur tengah juga tentang kemampuan Obama memperbaiki citra Amerika di mata muslim, mereka umumnya pesimis, hampir semuanya bilang bahwa Obama tidak akan bisa melakukan banyak.
Mungkin mereka benar, tapi apapun anggapan banyak orang Saya pribadi kagum atas apa yang Obama coba sampaikan, coba lakukan, dan coba rencanakan. Masalah nantinya itu semua berhasil atau tidak adalah urusan lain, tetapi bukankan sebuah proses (niat, rencana, dan usaha) adalah lebih penting dari hasil akhir?
Teks pidato lengkapnya bisa dibaca di sini (sebuah teks pidato yang menarik) dan berikut video lengkap pidatonya:
Filed under: tulisan papa , Kairo, Obama, Pidato
Juni 3, 2009 • 5:29 am 3
Setiap menelpon Adinda adik tercinta, dia selalu cerita betapa sulit berpisah dengan Nawla, sang buah hati harapan keluarga. Walau hanya sekejap mata – terasa berat di dada. Itulah cinta seorang Ibu pada anaknya, begitu Adinda selalu bercerita.
Hingga hari ini, ada seorang Ibu, Prita namanya, yang dipaksa berpisah dengan kedua orang anaknya hampir genap tiga minggu lamanya. Terpisah bukan hanya oleh jarak semata, tapi juga oleh sebuah dinding tebal berlapis di sebuah penjara wanita. Mengapa?

Ketika kita diperlakukan sewena-wena, apakah kejahatan namanya jika kita ketika kita bertanya? Jika kita tanya tak bersua jawaban semestinya, apakah kejahatan namanya jika kita kita kemudian angkat bicara? Jika bicara tak juga menggugah rasa, apakah kejahatan namanya jika kita kemudian kecewa? Ketika kecewa berlangsung begitu lama, apakah kejahatan namanya jika kemudian tertuang dalam kata dan cerita?
Bagi kami berdua, jawabannya adalah BUKAN!
Kami buka siapa-siapa, hanya dua orang biasa yang punya rasa, punya jiwa, dan punya tanya. Mari kita bersama, atas nama rasa cinta, berdasar adil dalam jiwa, bertanya… mengapa Ibu prita masih saja berada jauh dari anak-anaknya?
Mari, bersama kita bantu bebaskan Ibu Prita…sekarang juga!
Sumber tulisan:
Sumber gambar: facebook
Filed under: suara hati, tulisan mama, tulisan papa , Ibu Prita, Korban, UU ITE
Mei 13, 2009 • 6:59 pm 1
bersambung…besok lagi!
Filed under: catatan, suara hati, tulisan papa , buang waktu, paul krugman, toilet
Mei 9, 2009 • 4:11 pm 1
Ada satu waktu, ketika rindu bercampur menjadi satu…
Kadang dengan mesra, kadang dengan canda,
namun adakalanya juga dengan amarah di dada.
Sabar adalah segalanya
Dalam sabar ada doa, ada cinta, ada bahagia
Namun sayang…sabar tidak selalu mudah
Setiap mencoba senantiasa gundah.
Ketika duduk diam baru terasa…
Bahwa kita bukanlah siapa-siapa
Hanya satu titik kecil di alam semesta.
Selama kita tahu siapa yang kita cinta
Cukuplah apa yang kita punya…
Untuk senantiasa bersyukur pada yang kuasa.
Untuk ayang yang ada jauh di sana…
dengan segenap rindu, hanya rindu…dalam dada
Selamat tidur tuan puteri tercinta.
Filed under: alhamdulillah, catatan, dari hati, tulisan papa , Ayang, I really, love you so much!, really
Komentar Terakhir