Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

LDR = Long Distance Relations… siiip!

ldr

Kebetulan barusan baca artikel ini:
http://health.detik.com/read/2009/08/03/183538/1176738/766/sehat-jalani-hubungan-jarak-jauh

Jadi senyum-senyum sendiri. Artikelnya menarik, cuma mungkin ada satu yang kurang: bersyukur dan bangga karena bisa jauh-jauhan (LDR) :)

Sebelum menikah, kami berdua jauh-jauhan (LDR) selama hampir 2 tahun. Setelah menikah, jauhan lagi selama satu tahun, kemudian deketan selama satu tahun kemudian sekarang jauhan lagi. Tiap kali jauhan, kami selalu dihadapkan pada dua pilihan: (1) Untuk bersyukur dan bangga karena masih bisa “lajang” ketika sudah berpasangan (menikah) atau (2) Untuk sedih dan keliatan lebih tua (karena lupa senyum) karena setelah berpasangan tiba-tiba menjadi “lajang” kembali.

Tentu yang pertama jadi pilihan paling gaya, siapa emang yang mau sedih dan keliatan tua? tapi kenyataannya susah buat bener-bener bisa.

Tiap mau tidur, pasti rindu lihat wajah Ayang dari deket, cium wangi rambut Ayang, dan peluk Ayang. Tiap duduk di sofa, rindu bilang “geseran donk Ayang – sempit nih!” (buat kami berdua, sofa adalah daerah sengketa tiada akhir). Tiap lihat piring kotor numpuk, rindu lihat Ayang yang bisa nyuci sekaligus tampil cantik dan gaya. Tiap nonton, rindu ngedenger Ayang yang selalu nanya (soalnya ketiduran). Bahkan ketika nulis ini pun, rindu Ayang yang suka ngintip dan baca layar monitor tanpa ijin (dompet, layar monitor, handy, dan waktu ganti baju bagi kami adalah hak pribadi mutlak dan gak boleh diintip tanpa ijin). Setiap hal kecil yang ada di sekitar bisa secara tiba-tiba mendatangkan rasa rindu yang luar biasa.

Tiap kali rindu melanda, cuma bisa berdoa, semoga besaran rindu kami bisa seperti ongkos angkot dan bis kota: jauh dekat – sama saja. Mudah-mudahan rasa ini selalu ada, bukan cuma waktu kami jauhan, tapi juga waktu kami dekat, bukan cuma untuk hari ini, tapi juga untuk setiap hari yang Allah beri pada kami berdua. Tapi gak bisa dipungkiri, bahwa rindu ini lebih gampang hadir waktu kami berjauhan, sebuah rasa rindu yang luar biasa, yang mungkin cuma bisa dirasakan segelintir orang beruntung yang punya kesempatan untuk berjauhan dengan pasangannya.

Kadang ada yang nanya, apa rahasianya bisa terbiasa berjauhan sama istri? gak ada! Selalu itu jawabannya. Karena emang gak pernah bisa biasa. Jauhan dengan Ayang adalah selalu jadi hal luar biasa. Gimana gak luar biasa? Tiap kali mau ketemu, pasti panas- dingin, gugup, gemeter, perut meililit, pokoknya perasaannya hampir sama kaya kita lagi laper banget duduk di restaurant mahal udah pesen makanan banyak, lupa bawa dompet, dan nunggu orang yang mau neraktir yang gak datang-datang. Begitu juga waktu mau pisah, perasaannya hampir sama kaya abis makan kenyang banget di restauran mahal eh tahu-nya temen kita yang janji bayarin lupa bawa dompetnya dan kita mesti bayar semuanya Walau udah merasakannya berkali-kali tetap saja belum biasa, karena semua itu memang luar biasa.

Apa yang tertulis di atas cuma sebagian kecil dari banyak hal lain yang seharusnya cukup untuk membuat kami berdua bersyukur dan bangga, tapi kadang sulit. Hingga hari ini, kadang kami masih saja lupa untuk berbagi sedikit senyum dan tawa.

Catatan ini adalah sebuah pengingat…betapa seharusnya kami berdua bisa lebih bersyukur dan bangga atas segala apa yang kami punya.

Ditulis dengan penuh rindu dan senyum.

__________________________

Ayang, aku bersyukur, bangga dan seneng … Ayang?

Filed under: alhamdulillah, catatan, suara hati, tulisan papa , , ,

Ayo Jadi Pengusaha, Rubah Dunia!

Kemaren nemu clip ini. Kami pikir segala aspeknya luar biasa menarik, musik, kata-kana, animasi, semuanya membuat pesan utama bisa tersampaikan dengan luar biasa. Mudah-mudahan bisa menambah motivasi kalian, sebagaimana clip ini telah memberi motivasi besar untuk kami berdua.

Filed under: suara hati, youtube , , , ,

Mengapa Sang Ibu Masih Terpisah Dari Anak2nya?

Setiap menelpon Adinda adik tercinta, dia selalu cerita betapa sulit berpisah dengan Nawla, sang buah hati harapan keluarga. Walau hanya sekejap mata – terasa berat di dada. Itulah cinta seorang Ibu pada anaknya, begitu Adinda selalu bercerita.

Hingga hari ini, ada seorang Ibu, Prita namanya, yang dipaksa berpisah dengan kedua orang anaknya hampir genap tiga minggu lamanya. Terpisah bukan hanya oleh jarak semata, tapi juga oleh sebuah dinding tebal berlapis di sebuah penjara wanita. Mengapa?

Ketika kita diperlakukan sewena-wena, apakah kejahatan namanya jika kita ketika kita bertanya? Jika kita tanya tak bersua jawaban semestinya, apakah kejahatan namanya jika kita kita kemudian angkat bicara? Jika bicara tak juga menggugah rasa, apakah kejahatan namanya jika kita kemudian kecewa? Ketika kecewa berlangsung begitu lama, apakah kejahatan namanya jika kemudian tertuang dalam kata dan cerita?

Bagi kami berdua, jawabannya adalah BUKAN!

Kami buka siapa-siapa, hanya dua orang biasa yang punya rasa, punya jiwa, dan punya tanya. Mari kita bersama, atas nama rasa cinta, berdasar adil dalam jiwa, bertanya… mengapa Ibu prita masih saja berada jauh dari anak-anaknya?

Mari, bersama kita bantu bebaskan Ibu Prita…sekarang juga!

Sumber tulisan:

Sumber gambar: facebook

Filed under: suara hati, tulisan mama, tulisan papa , , ,

Buang-Buang Waktu Hari ini 13 Mei 09

  • Bangun … terus tidur lagi.
  • Mandi air anget pake siul-siul sampe keriput.
  • Baca buku Paul Krugman di toilet lebih dari 1 jam.
  • Hari ini bikin cerita lucu yang sama sekali gak lucu.
  • Baca berita basi yang mungkin gak ada gunanya sama sekali.
  • Ngobrol dengan Ayang yang isinya kerjaan dan ceramah buat diri sendiri.
  • Salah nulis twitter dua kali.
  • Bikin tulisan kok hasilnya begini.

bersambung…besok lagi!

Filed under: catatan, suara hati, tulisan papa , , ,

Suara hati minggu ini: Gemuk atau Langsing?

Gak sabar nyoblos? gak usah lama nunggu Pemilu, mulai hari ini sofa kami juga jadi TPS (Tempat Pemungutan Suara hati). Alhamdulillah ada fasilitas polling gratis dari wordpress, jadi mulai sekarang teman-teman bisa menyuarakan suara hati teman-teman terhadap isu-isu penting ala keluarga Nugroho (di bagian “suara hati” – sidebar). Isu yang kami angkat akan kami update setiap minggu dan hasilnya akan kami sertakan di “Alhamdulillah Weekend”.  Suara hati teman-teman akan jadi bahan diskusi berharga di sofa ini. Kami tunggu suara hati merdu teman-teman semua. Terima kasih banyak sebelumnya.

kel. Nugroho

Filed under: suara hati , , , ,

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey

Kalender

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Gabung yuuk!

Blog Stats

  • 20,429 hits