Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Photo Favorit & Met Hari BlogNas

cakep1

Ini adalah  salah satu photo fav. Ayang keliatan cakeeep banget. Tapi yang paling bikin foto ini berkesan adalah backgroundnya ituloh, ada Bapak yang lagi menikmati salah satu kenikmatan dunia: ngupil :) .

Photo ini dibikin di punclut Bandung. Buat kalian yang belum pernah ke Punclut, waah pokoknya mesti kesana hari minggu pagi-pagi! Kalian bakal dapetin banyak makanan ENAK, dari gulali sampe pete bakar semuanya komplit ada.

Tulisan dan photo ini juga sebagai bentuk apresiasi dan syukur kami atas perayaan hari blogger Nasional yang jatuh hari ini. Lha apa hubungannya? Iya kami sudah hampir sebulan lebih gak nulis blog ini dan kayaknya gak abdol deh ngerayain hari bloger nasional gak nulis blog. Karena kebetulan lagi melototin photonya Ayang – maka jadilah photo ini bentuk perayaan kami! Karena bagi kami jadi blogger bukanlah jadi penulis ulung, jadi blogger adalah jadi pembagi kebahagiaan ulung, dan photo ini adalah salah satu lambang kebahagiaan terbesar yang kami punya. Maju terus blogger Indonesia!

Ditulis dengan penuh bangga dan cinta.

PS: setelah dilihat-lihat, Ayang  jg kayak abis ngupil dech :)

Filed under: Potret sukses, alhamdulillah, tulisan papa, ucapan , ,

Dari Sofa ke KUMMARA!

Alhamdulillah setelah hampir dua minggu akhirnya kami bisa mulai kembali hadir di sofa ini. Nasib sofaberdua ini setali tiga uang dengan sofa asli yang ada di rumah. Setelah di tinggal Kanty … kedua-duanya terbengkalai, berantakan, dan sepi.

Hari ini sofa di rumah telah mulai Saya rapihkan, tentu tidak serapih Kanty, tapi tanpak jauh lebih baik dari kemarin. Insya Allah mulai hari ini, sofa berdua juga akan kembali kami tata.

Selain sofa ini …

Ada sebuah tempat yang lebih luas yang sedang kami persiapkan. Bukan lagi untuk berdua, tapi untuk semua. Sebuah mimpi besar yang kami mulai dari sofa ini: KUMMARA, satu tempat yang memiliki segalanya, untuk semua!

Wanna Have Fun? Come and Join Us!

One place for foods, fun, and friendships!Visit us, don’t miss all the fun!

Filed under: Potret sukses, alhamdulillah, board games, dari hati, doa , ,

Potret: Susan Boyle

Pagi ini, jam 06:00 supaya ayang bangun :)

Filed under: Potret sukses, youtube , , ,

Potret: Edy Gunarto

Di ambil dari Kompas Hari ini:

Edy dan Briket Kulit Kacang

Sehari-hari Edy Gunarto bergelut dengan kulit kacang. Kulit kacang itu dia masukkan ke dalam sebuah drum besar lalu dibakarnya selama sekitar dua jam. Agar cepat dingin, arang kulit kacang itu kemudian dijemur. Setelah dihancurkan hingga menyerupai tepung, adonan itu diaduk dengan lem kanji. Proses terakhir adalah mencetaknya menjadi briket siap pakai.

Eny Prihtiyani Warga Dusun Plebengan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, DI Yogyakarta, ini menggeluti usaha itu setidaknya sejak lima tahun terakhir. Briket produksinya itu sudah dipasarkan ke berbagai kota, seperti Surabaya dan Jakarta. Sebagian besar pelanggannya adalah kalangan industri rumah tangga.

Gagasan membuat briket kulit kacang muncul ketika Edy menghadapi banyaknya sampah kulit kacang di daerahnya. Sampah itu dibiarkan berserakan di pinggir jalan atau dibuang begitu saja di kebun-kebun. Di rumahnya sendiri, sampah kulit kacang juga tidak kalah banyaknya. Apalagi istrinya adalah pengepul kacang tanah. Baca artikel selengkapnya di sini

Tuk Ayang:

Ayang, ntar kita di bandung pake briket kacang aja gimana? kacangnya bisa kita bikin bumbu siomay.

Ayang…aku sayang Ayang, dan Sayangku – tahan lebih lama dari briket kacang!

(April 02, 2009 pkl 23:55)

Filed under: Potret sukses, anniversary , , , , ,

Potret: drg. Kristison

Diambil dari Kompas.com:

Kristison, Menjadi Dokter Gigi karena Pulsa

Kristison Simbolon tak hanya bisa meraih gelar dokter gigi pada April 2008, tetapi ia juga dapat membiayai kuliah dua adik dan lima karyawannya. Tahun ini dia membiayai kuliah tiga karyawan lainnya. Semua itu dari hasil usahanya berjualan pulsa, dengan keuntungan yang mencapai Rp 30 juta per bulan.

Kris, panggilannya, memiliki tujuh kios telepon seluler dan 14 karyawan. Ia juga menitipkan beberapa barang dagangan kepada belasan kios milik teman-teman dengan sistem konsinyasi.

”Saya tak pernah membayangkan bisa hidup cukup seperti sekarang,” kata lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Bandung tahun 1998, ia paham betul tak bisa hidup berkecukupan. Orang tuanya adalah petani yang hanya mampu memberi dia bekal Rp. 1 juta untuk biaya pendaftaran dan administrasi kuliah. Ia hanya mengantongi sisa uang sebesar Rp 200.000, dan tak ada lagi dana kiriman dari kampung.

Untuk bertahan hidup sehari-hari, Kris berjualan mi instan untuk teman-teman di asrama yang lembur mengerjakan tugas kuliah. ”Mereka malas mencari makan ke luar asrama,” katanya. Baca artikel selengkapnya di sini.

Filed under: Potret sukses , , , ,

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey