Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Belajar Kreatif Bagian 1

Abis dikirim buku ama Honey judulnyaThe Art of Creative Thinking: How tobe Innovative and Develop Great Ideas karangan John Adair, tadi pagi ‘terpaksa’ deh bukunya dibaca. Baru selese 6 Bab, tapi lumayan seru dan bermanfaat buat yang ingin belajar jadi kreatif. Bukunya gak terlalu tebel kho, 129 halaman aja :) . Tiap bab berisi ide sederhana, yang dikembangkan dan dijelaskan dengan ilustrasi atau contoh jadi mudah dimengerti pembaca. Di akhir bab selalu ada rangkuman yang berupa poin-poin penting, jadi terkesan praktis, gak perlu bikin catatan lagi. Berikut Saya tulis sedikit apa yang ada di buku itu, supaya Saya gak gampang lupa.

Untuk bisa kreatif, sebetulnya gak terlalu susah. Kreatifitas bisa dimulai dengan melihat apa (ide) yang sudah ada, lalu coba untuk menggabungkan/mengkombinasikan ide tersebut hingga menjadi sesuatu yang baru. Jadi gak perlu bingung-bingung memikirkan ide yang betul-betul baru. Tinggal melihat dari ide-ide yang sudah ada, dan membuat hubungan antara ide-ide yang ada hingga akhirnya terbentuk menjadi sebuah ide baru.

Ide-ide yang ada juga bisa kita jadikan sebagai batu pijakan untuk menghasilkan suatu kreatifitas. Seperti halnya kalau kita mau menyebrang sungai, di sungai tersebut sudah ada batu-batu yang bisa dipakai untuk pijakan dari satu sisi ke sisi lainnya, maka kita pasti akan menggunakan batu-batu tersebut untuk mencapai tujuan. Kreatifitas pun begitu, lihat ide-ide yang sudah ada yang sesuai dengan keinginan, kemudian jadikan ide-ide tersebut sebagai batu pijakan, hingga akhirnya bisa menghasilkan sebuah ide baru.

Kreatifitas juga bisa muncul, ketika kita bisa melihat sesuatu yang aneh (strange) menjadi sesuatu yang biasa (familiar) atau kebalikannya, melihat sesuatu yang biasa menjadi luar biasa. Lihat segala sesuatu yang sering terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Di buku dicontohkan mengenai aktifitas menggosok gigi. Cara kita menggosok gigi hari ini pasti tidak akan sama persis dengan hari kemarin. Every minute is unique. Jadi mulailah dengan melihat sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang istimewa, dengan begitu kita sudah belajar menjadi orang yang kreatif.

Ada satu hal yang mungkin bisa menjadi penghalang untuk kita berfikir kreatif, yaitu ketika kita hanya fokus kepada satu bidang ilmu saja, tanpa mempelajari ilmu lainnya. Kita harus ‘learn to unlearn‘, maksudnya belajar untuk tidak belajar hanya satu hal saja. Jika kita bisa tau banyak hal, akan mudah bagi kita untuk menjadi orang yang kreatif.

Seorang yang ingin kreatif harus selalu membuka pikirannya dan mempunyai rasa ingin tau yang besar.

I have no exceptional talents, other than a passionate curiosity. (Einstein)

Bersambung…

Mungkin temen2 punya ide lain supaya bisa lebih kreatif?

Filed under: resensi buku , , ,

Bola Lampu vs Laser

Berikut ada satu paragraf menarik dari buku: The Law Of Simplicity (John Maeda – MIT)

http://www.amazon.com/Laws-Simplicity-Design-Technology-Business/dp/0262134721

“I was once advised by my teacher Nicholas Negroponte to become a light bulb instead of a laser beam, at an age and time in my career when I was all focus. His point was that you can either brighten a single point with laser precision, or else use the same light to illuminate everything around you.” p.53

Kadang berdalih prioritas dan tanggung jawab kita sengaja memilih menjadi sinar laser yang hanya mampu menyinari beberapa titik dalam kehidupan kita: istri, anak, pekerjaan dan teman terdekat.

Tentu sulit untuk bisa memberikan yang terbaik bagi semua orang, tetapi seperti halnya cahaya dari bola lampu, bagian yang terdekat akan memperoleh intensitas cahaya lebih banyak di banding bagian lainnya. Istri dan anak akan selalu menjadi bagian terdekat dalam hati dan pikiran kita, tetapi mengapa kita tidak coba bagi sedikit berbagai hal lainnya: senyum, cerita bahagia, rejeki, tenaga, ide, ilmu, atau apa saja yang memang layak untuk dibagi ke orang lain di sekitar kita? Dengan intensitas yang berbeda (sesuai kemampuan) kita tentunya.

Begitu juga dalam proses belajar, kadang kita memilih untuk menyinari beberapa titik dalam otak dan proses belajar kita.

Sebagian dari kita yang suka sains, kadang menutup diri untuk hal lain di luar sains dan begitu pula sebaliknya. Bahkan untuk beberapa hal yang jauh lebih spesifik lagi.

Tidak ada yang salah dengan semua itu. Sangat sulit untuk bisa tahu semua hal dengan tingkat pengetahuan yang sama. Kita memang harus menfokuskan energi kita untuk satu atau beberapa hal yang memang kita geluti, kita senangi, dan kita nikmati. Hanya tentu akan jauh lebih baik kalo kita juga tetap membuka pikiran dan “keingin-tahuan” kita terhadap hal-hal lainnya. Biarkan cahaya ilmu menerangi seluruh bagian otak kita, tidak perlu kita batasi atau tutupi.

Satu bahasan di buku tersebut yang Saya suka adalah bahwa “simplicity need complexity” karena dengan adanya komplesitas kita menjadi tahu mana yang simple/sederhana. Dan Saya percaya hal ini berlaku untuk hal yang lebih luas dalam hidup kita. Adanya makanan yang tidak enak, membuat kita lebih mmampu menghargai dan mensyukuri makanan yang enak. Adanya lagu yang jelek, membuat kita mampu menikmati dan mensyukuri lagu yang bagus. Begitu juga dalam hal belajar dan ilmu. Saya percaya jika kita mampu senantiasa membuka pikiran kita dan terus memompa rasa ingin tahu kita untuk mempelajari banyak hal, apresiasi dan rasa syukur kita akan ilmu/pekerjaan yang sedang kita dalami/geluti akan semakin bertambah.

Eko Nugroho

PS: Untuk adik2 semua, kalian udah tahu banyak tentang facebook, ayo belajar pake twitternya :) !

Filed under: resensi buku , , ,

Mbah Surip Ha Ha Ha

Berikut ada video klip menarik.

Silahkan baca artikel tentang Mbah Surip di sini.

Kami tidak begitu mengerti musik dan kami juga tidak dalam posisi untuk menilai bagus tidaknya video klip di atas. Tetapi kedua hal di atas (artikel dan video klip) menjadi pengingat bagi kami berdua, bahwa rejeki kadang datang pada waktu dan cara yang kadang tak terduga.

Kami juga percaya bahwa apa yang Mbah Surip dapatkan hari ini adalah buah dari kerja keras dan keyakinannya selama ini, bukan sekedar keberuntungan semata. Tetapi di atas segalanya, ini semua adalah bukti betapa Allah maha pengasih.

Orang tua kami pernah bilang, jangan berkonsentrasi mencari rejeki, lebih baik berkonsentrasi berbagi rejeki; karena ketika kita mampu berbagi, sudah pasti kita bisa mencari. Jika kita hanya mampu mencari, belum tentu kita mau berbagi.

Filed under: catatan, youtube , , ,

Membuka Lembaran Lama

book

Ketika membuka lembaran baru kadang berarti menutup lembaran sebelumnya. Ketika kita menulis dilembaran baru, kadang kita tidak bisa lagi menulis dilembaran sebelumnya. Tapi apakah harus selalu begitu?

Ketika mempunya blog baru, blog lama terlantar begitu saja. Tidak pernah disapa atau diraba. Ketika pindah dari satu tempat ke tempat lainya, tak ada lagi waktu untuk bertukar kata dengan tetangga lama. Ketika ada pekerjaan baru, pekerjaan lama hanyalah embusan angin lalu. Ketika menikah, segalanya berubah, kadang sebuah cita-cita hanya menjadi mimpi belaka.

Tidak ada yang salah, semua hanya masalah prioritas – setiap orang berhak memiliki prioritasnya masing-masing. Blog mana yang harus ditulis, siapa yang harus disapa, pekerjaan mana yang harus didahului, dan cita-cita siapa yang harus diwujudkan.

Hanya sayang seribu sayang, jika semua lembaran-lembaran lama kita lupakan begitu saja. Mengapa tidak kita sempatkan waktu, sehari dalam seminggu misalnya, untuk duduk dan membaca kembali semua lembaran lama yang kita punya, karena pasti ada banyak cerita dan ada banyak bahagia disana.  Mungkin kita juga bisa dapatkan setitik percaya, bahwa cita-cita kita masih ada dan bisa kita buat nyata, tanpa perlu berlindung dibalik kata “tanggung jawab “.

Pagi ini duduk sendiri, membaca banyak ucapan syukur disini – yang belakangan tidak pernah lagi kami tuliskan. Bukan kami tidak beryukur..bukan ya Allah. Begitu banyak karunia yang kami dapatkan. Hanya saja, lembaran baru kami begitu besar, dan telah menutupi lembaran-lembaran lain dalam hidup kami, termasuk lebaran kecil di blog ini yang seharusnya menjadi lembaran syukur kami.

Mudah-mudahan, suatu hari,kami berdua bisa kembali hadir disini. Mengucap syukur dan kembali berbagi sedikit cerita.

Kami beruntung, masih bisa membaca beberapa lembaran lama kami. Bagaimana dengan kalian? apakah lembaran lama itu masih ada?

Filed under: dari hati, tulisan papa , , , ,

Sebuah Lembaran Baru Bernama KUMMARA

Alhamdulillah,

Hari ini adalah hari yang istimewa. Akhirnya kami berdua secara resmi membuka sebuah lembaran baru dalam hidup kami berdua.

saung1

Kami mohon doa dari semuanya, semoga usaha ini diridhai oleh Allah, bisa berhasil baik, bisa mempererat silaturahmi diantara kita, bisa membuka kesempatan belajar dan berkarya buat semua, dan bisa memberikan manfaat untuk kita semua.

Filed under: alhamdulillah, board games, dari hati, youtube

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey