Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Bohong yuuk!

Bohong bukanlah barang baru dalam kehidupan penulis. Dari kecil hingga dewasa sudah tidak terhitung lagi berapa kebohongan yang pernah Saya lakukan. Mengajak orang lain untuk berbohong adalah hal lain dan hingga saat ini (seingat Saya) sangaat jarang Saya lakukan.

Mungkin terkesan naif – apa bedanya berbohong dan mengajak orang lain berbohong? ada beda sedikit – jumlah korbannya. Ketika kita mengajak orang lain berbohong sama halnya kita mempercepat penyebaran suatu kebohongan dan otomatis jumlah korbannya pun relatif lebih besar.

Alhamdulillah sampai saat ini Saya belum berkenalan dengan orang yang secara sadar mengajak Saya untuk ikut berbohong bersama, kalau secara tidak sadar, banyak dan lumayan rutin. Contohnya bulan ini ada beberapa e-mail yang intinya memberi kabar baik bahwa kita berpeluang memperoleh rejeki nomplok cukup dengan meneruskan (forward) e-mail tersebut ke teman-teman yang lain. Saya lihat dari alamat-alamat e-mail yang tercantum, ternyata ada puluhan teman lainnya yang juga mendapat e-mail yang sama. Salah satu contoh e-mailnya bisa di lihat di sini (klik).

Saya sadar bahwa teman-teman bermaksud baik dan jujur Saya tidak keberatan untuk menerima email-email tersebut. Hanya kadang Saya sedikit prihatin ketika e-mail tersebut datang dari seorang teman yang Saya hormati. Tentu kita bisa berargumen bahwa hal tersebut tidak ada ruginya. Tapi coba kita renungkan sedikit – apa benar tidak ada ruginya?

1. Seperti yang tertulis di atas, mem-forward Hoax (wikipedia indonesia: usaha untuk memperdaya orang-orang agar mempercayai sesuatu yang salah adalah benar) sama halnya mengajak orang lain berbohong (secara sadar atau tidak) – jika ada suatu kebohongan, hampir pasti ada pihak yang dirugikan! Jadi ada ruginya!

2. Jika orang yang menerima e-mail tersebut tahu pasti bahwa e-mail itu adalah kebohongan, nama baik kita sangat mungkin bisa tercoreng. Jadi ada ruginya!

Terus kenapa kadang kita tergoda untuk tetap melakukannya? Apakah karena adanya peluang (yang sangat kecil) untuk mendapat keuntungan begitu besar? Mungkin iya.

Tapi apakah layak menukar sebuah peluang kecil (mendapat keungtungan) dengan peluang besar (merusak nama baik dan merugikan banyak orang)? Menukar sesuatu yang kecil menjadi besar – tentu sebuah hal yang layak untuk dilakukan dan mungkin hal inilah yang menyebabkan Saya masih saja rutin menerima email-email di atas.

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 30 2008!

Alhamdulillah, minggu ini banyak kegembiraan menyapa hari-hari kami, namun ada juga perasaan sedih datang, ketika sahabat kami om Adit harus pulang kembali ke Indonesia. Selamat jalan om Adit!

  • Teborara, Spielabend dan Malam Perpisahan Om Adit. Hari Rabu kemarin, 3 acara langsung digelar di rumah kami. Pertama, kami membuat rekaman untuk pertunjukan Teborara. Setelah itu spielabend terakhir bersama om Adit, sekaligus acara perpisahan Om Adit. Karena mulai besok, om Adit harus pulang kembali ke Indonesia :( . Untuk spielabend kali ini, kami bermain Brettspiel/Board game yang berjudul Scotland Yard. Permainan ini sangat berbeda dengan permainan lainnya, karena dalam permainan ini membutuhkan kerjasama tim. Jadi beberapa pemain (yang ceritanya sebagai Ditektif) harus bekerjasama untuk melawan 1orang (Mr. X adalah kriminal). Tentu saja Honey yang terpilih sebagai Mr. X. Karena pizza yang ditunggu-tunggu belum datang juga, permainan berjalan agak sedikit kaku maklum lapar. Tapi setelah pizza datang, para Ditektif bekerja sangat optimal, dan akhirnya Mr X terkalahkan. Honey kalah dehh :) (Kel. Nugroho)
  • Met jalan om Adit. Pagi-pagi kami dibuat rusuh setelah menerima telp dari om Adit dengan pesan, tolong secepatnya ke Hbf (station kereta). Otomatis kami semua kaget, tanpa berfikir panjang, kami pun langsung bersiap-siap dan sedikit berlari-lari mengejar kereta. Ternyata om Adit salah mengira jadwal pesawat. Untung saja masih cukup waktu untuk mencapai Airport. Pagi ini, pagi terakhir bersama om Adit yang menegangkan :) . Met Jalan om Adit. Alles Gute und Viel Glück. Insya Allah kita ketemu lagi tahun depan. (Kel. Nugroho)
  • Selamat Ulang Tahun Bapak. Tanggal 24 Juli lalu, Bapak berulang tahun. Sedih karena tidak bisa berada disamping Bapak. Kami hanya bisa mengirimkan serangkai kata dan do’a. Selamat Ulang Tahun Bapak. Semoga Bapak selalu dilimpahkan kebahagian, kesehatan dan rahmat-Nya. (Kel. Nugroho)
  • Ngeborong Brettspiel di Flohmarkt. Hari Sabtu adalah hari yang selalu kami tunggu-tunggu, bukan hanya karena Sabtu adalah hari libur, tapi juga karena setiap sabtu ada flohmarkt (pasar murah). Dengat semangat, kami kayuh sepeda, tidak lupa membawa beberapa tas belanja yang cukup besar, menuju flohmarkt. Di flohmarkt, baru saja 1/2 flohmarkt kami datangi, tak disangka, tangan kami sudah tidak bisa memegang kantong belanja lagi. Ngeborong nihh :) . Alhamdulillah kami menemukan Brettspiel dengan harga yang tentu saja murah meriah. Wajah honey hari itu terlihat sangat gembira. Tapi beberapa saat kemudian, setelah acara menghitung-hitung, wajah honey jadi lesu kembali. Bangkrut dehh. Tinggal beberapa koin saja yang tertinggal di dompet. Hehehe.. :) (Kel. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Ketika Harus Memilih

Salah satu prinsip ekonomi menyatakan bahwa kita semua dihadapkan pada berbagai trade-off dalam keseharian kita, atau dengan kata lain kita dihadapkan pada berbagai pilihan yang tidak mudah karena untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan umumnya kita harus memberikan sesuatu yang kita miliki. Semakin berharga sesuatu yang kita inginkan, semakin banyak pengorbanan yang diperlukan (dan semakin sulit pilihan yang harus dihadapi)

Berikut sedikit ilustrasi sederhana:

Awalnya kita semua hanya memilki sedikit pengetahuan tentang sedikit hal (titik A). Seiring berjalannya waktu kita kemudian diberi kesempatan untuk belajar lebih banyak dan dengan berbagai usaha (mengeluaran biaya, belajar, dll) kita memperbaiki posisi kita. Sebagian dari kita memilih mengetahui sedikit tentang banyak hal (B), sebagian dari kita memilih mengetahui secara mendalam tentang sedikit hal (C), sebagian yang lain mampu mengetahui secara mendalam tentang banyak hal (D).

Berikut ilustrasi yang lebih spesifik:

Ketika diberi kesempatan belajar, sebagian dari kita memilih untuk melakukan riset secara total, memperdalam pengetahuan tentang satu atau dua hal (spesialisasi) dan (terpaksa) mengurangi interaksi sosial (C). Sebagian lebih memilih memperbanyak interaksi sosial dan belajar tentang banyak hal walaupun tidak secara mendalam (B). Sebagian lainnya, mempu mengoptimalkan keduanya, mempelajari sesuatu secara mendalam sekaligus memperluas dan mengotimalkan interaksi sosial (D).

Berikut adalah implikasinya:

Sebagian berkesempatan mencapai gelar akademik tinggi namun karena kemampuan interaksi sosial yang terbatas juga membatasi tingkat poluleritasnya (C). Sebagian dari kita mampu mengoptimalkan kemampuan interaksi sosial yang dimiliki dan mencapai tingkat populeritas tinggi, tanpa perlu memiliki gelar akademik yang tinggi (B). Sebagian lainya mampu mengoptimalkan kedua-duanya (D).

Berikut kesimpulannya:

Dari hukum pythagoras, kita bisa tahu bahwa garis AD lebih panjang dari AB ataupun AC. Jika garis tersebut mengilustrasikan usaha/pengorbanan yang dibutuhkan, bisa kita simpulkan bahwa dibutuhkan usaha lebih banyak untuk bisa mencapai titik D dibanding untuk mencapai titik B atau C.

Berikut contoh beserta implikasi konkritnya:




Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 29 2008!

Alhamdulillah, Minggu ini begitu banyak kebahagiaan yang kami dapatkan. Berikut sedikit yang bisa kami bagi:

  • Spielabend. Alhamdulillah minggu ini teman-teman ngadain acara Spielabend (maen Game bareng malem-malem). Brettspiel (Gameboard) yang dipake kali ini: In 80 tagen um die Erde. Spielabend kali ini seruu bangeet dan lamaaa sekali, padahal game-nya cukup sederhana. Na..ja.. maklum yang bagian nerjemahin ‘Peraturan Permainan’ waktu sorenya baru maen Bola, jadi masih agak2 lemes dan gak bisa konsentrasi.. so.. akhirnya banyak aturan yang datang terlambat dan salah persepsi. Tapi masih untung, ternyata dengan aturan baru yang kami buat, permainan bisa juga berakhir. Tadinya, udah hampir putus asa, kalo harus begadang ampe subuh :) . Danke om ican, tante iyu, tante nobi dan om adit. Ramee. (Kel. Nugroho)
  • Toko Brettspiel di kota. Liat pengumuman kalo di toko mainan di kota, ada rabat alias diskont karena toko akan tutup, meskipun harus hujan-hujanan kayuh sepeda, bela-belain deh datang berkunjung ke toko ini. Tapi ternyata.. perjuangan kali ini tidak menambah koleksi Brettspiel kami. Sang pemilik toko ternyata sangat tidak ramah dan harga brettspielnya pun masih terhitung mahal, bahkan lebih mahal dari toko lain di kota. Akhirnya kami tau mengapa toko ini akan tutup. Hari ini kami memang sedang kurang beruntung :( . (Kel. Nugroho)
  • Tante Iyu B’day. Sabtu lalu, tante iyu berulang tahun. Tadinya mo bikin kejutan dikit di Hbf, tapi karena salah liat jadual kereta, jadinya malah yang ulang tahun bikin kami semua kaget.. hehe.. Siangnya, makan-makan deh. Alhamdulillah, bisa makan banyaak, enaakkk dan kenyaanng. Oya, ada pendukung acara : dhava yang nari Bali&Jawa dan nabila yang nari balet dengan gaya yang lucu bangett. Seruu. Danke tante iyu. Herzlichen Glückwunsch zum Geburtstag. Wir wünschen Dir Erfolg, Gesundheit und alles was Du dir so wünschst. Und die besten Wünsche für eine glückliche Zukunft. (Kel. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Sciencetainment, Ilmuwan Idola Indonesia, PlayScience Indonesia !

Minggu ini ada beberapa buku yang secara simultan mulai Saya baca, hampir semua buku terkait dengan ekonomi dan statistik, tapi ditulis dengan gaya yang berbeda. Setiap pengarang dari buku-buku tersebut mencoba memberikan suatu cita rasa lain dalam menjabarkan sebuah materi yang umumnya ditulis dengan kaku. Kemampuan seseorang untuk menyampaikan sebuah materi yang sulit dengan bahasa yang mudah dipahami dan menarik adalah hal yang sangat luar biasa. Dibutuhkan banyak bakat, latihan, dan pengetahuan yang mendalam sehingga seseorang benar-benar mampu menyampaikan suatu materi dengan bahasa yang sederhana dan menarik.

Jurnalis adalah sebuah profesi yang menuntut seseorang untuk bisa menyampaikan suatu materi, ide, berita, secara secara baik dan menarik bagi publik. Seorang jurnalis dituntut untuk bisa mengerti suatu hal (bahkan melakukan suatu penelitian mendalam) dalam waktu singkat untuk bisa segera menyampaikannya bagi publik. Kadang terjadi trade-off antara kualitas materi yang disampaikan dengan kecepatan penyampaian suatu materi.

Ilmuwan adalah sebuah profesi yang menuntut seseorang untuk mempelajari (meneliti) secara mendalam suatu topik (ilmu), ide, atau permasalahan yang ada dan mengoptimalkan segala upaya untuk memperoleh suatu terobosan atau jawaban atas permasalah tersebut. Semakin dalam seseorang mempelajari suatu ilmu, semakin banyak pertanyaan yang timbul, dan kadang semakin sedikit waktu yang dimiliki untuk bisa belajar bagaimana menyampaikan ilmu yang dimiliki secara lebih efektif.

Sebagian orang bisa melakukan kedua profesi di atas dengan baik, seorang Ilmuwan sekaligus seorang jurnalis (ilmiah) yang luar biasa atau sebaliknya seorang jurnalis yang juga seorang peneliti dan ilmuwan yang luar biasa ( Almarhum Prof. Otto Soemarwoto adalah salah satu diantaranya). Tentu akan sangat luar biasa jika Indonesia memiliki lebih banyak ilmuwan yang juga mampu menyampaikan ilmunya dengan efektif dan menarik, atau jurnalis yang memanfaatkan keahlianannya untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara lebih efektif.

Mungkin hal tersebut di atas akan lebih mudah tercapai jika dalam waktu dekat ada pihak yang bersedia memproduksi acara Sciencetainment (bukan hanya Infotainment) atau I3:Ilmuwan Idola Indonesia (bukan hanya Indonesian Idol) dan menerbitkan PlayScience Indonesia (bukan hanya Playboy).

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 28 2008!

Alhamdulillah, lewat TeBoRaRa kami belajar lebih banyak dan lebih kreatif. Mulai dari memikirkan ide cerita, bagaimana cara menggantung latar (background) supaya lebih mudah dan efektif, membuat beberapa dekorasi untuk boneka dan keperluan pertunjukkan, sampai mempelajari beberapa software untuk meng-edit video dan membuat efek tertentu dalam video. Mudah-mudahan semua yang kami pelajari bisa sedikit memberi manfaat untuk lingkungan sekitar kami. Selain kesibukan rutin kami, berikut adalah berbagai kebahagiaan yang Alhamdulillah menghiasi hari-hari kami seminggu ini:

  • Honey mulai diet. Mulai hari senin lalu, honey mulai diet lagi. Diet seperti apa? Tidak makan nasi pada malam hari. Wah lapar donk, eh nanti dulu, penggantinya bisa apa saja, misal : popcorn satu panci, crackers dan keju, wafer dan pisang. Pokonya apa saja selain nasi :) . Dan lumayan, udah turun satu Kg. (Mrs. Nugroho)

  • Maen ke Kindergarten (TK)-nya Dhava. Jam 9 baru baca yahoo messanger, kalo hari ini jam 9.30 Mami-nya Dhava bikin kegiatan untuk ngenalin Indonesia di Kindergartennya Dhava. Stengah jam, mana keburu.. tapi coba dulu, gak apa-apa kali telat sedikit. Jadi buru-buru deh, langsung ganti baju dan pergi naik kereta, rumah ditinggalin seadanya. Untung acaranya agak molor sedikit, jadi sempet bantu-bantu untuk persiapannya. Acaranya sederhana, hanya cerita sedikit tentang Indonesia, di mana letak Indonesia, tentang kebudayaannya (terutama kebudayaan dari Bali), beberapa alat musik tradisional Indonesia (angklung, kendang) dan teater yang ada di Indonesia (wayang). Dhava, mami, tante iyu dan om adit juga mempersembahkan sebuah tarian dari Bali. Seneng bisa ikut di acara tersebut, karena anak-anak Tk lucu-lucu dan mereka punya rasa ingin tau yang cukup besar (banyak yang bertanya) dan mereka pun senang bisa mencoba alat musik tradisional Indonesia. Seru deh. Tapi waktu acara udah selese, ada yang mogok sekolah dehh.. Dhava..dhava.. (Mrs. Nugroho)
  • Upi harus pulang. Gak kerasa ternyata sudah waktunya Upi harus pulang ke Indonesia. Hiks..hikss.. yang ngisi suara Lulu jadi gak ada donk :) . Upi.. met jalan ya.. Insya Allah nanti kita ketemu lagi di Indonesia. Alles Gute!! (Kel. Nugroho)
  • Fabuleux destin d’Amelie Poulain, Le (The Fabulous Destiny of Amelie Poulain). Setiap minggu kami pasti meminjam DVD dari perpustakaan kota. Alhamdulillah perpustakaan di sini cukup lengkap. Minggu ini, kami sempat meminjam dan menonton film drama komedi ini. Film ini dibuat di Paris dan sudah dirilis sejak tahun 2001. Ceritanya sangat menarik dan lucu. Untuk yang suka film drama komedi, mungkin film ini sangat asik ditonton. (Kel. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

BBMxBersepeda Bersama Masyarakat

Dari Harian Umum Sore Sinar Harapan 02 Juni 2008:

Saat ini, ketika harga bahan pangan masih belum menentu dan kemampuan beli masyarakat yang masih rendah, pemerintah (kabarnya dengan sangat berat hati) kembali mengurangi subsidi (baca: menaikkan harga) BBM . Kalau dulu pengurangan subsidi BBM dibarengi kampanye hemat energi yang tampaknya lebih memakan energi, mungkin sebaiknya kali ini pemerintah mencoba mulai mengkampayekan hal lain yang bisa benar-benar memotivasi masyarakat untuk menghemat energi.

Baca selengkapnya di sini

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 27 2008!

Alhamdulillah. Mewujudkan sebuah ide butuh konsistensi dan kesabaran. Minggu ini
adalah awal dari sebuah perjalanan panjang kami, merealisasikan sebuah ide dan harapan. Mudah-mudahan segala apa yang kami coba lakukan senantiasa bisa memberikan sedikit manfaat untuk lingkungan sekitar kami. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-Nya.
  • Blog TeBoRaRa yang Baru. Blog TeBoRaRa pindah alamat ke: http://teborara.edublogs.org/ dan terdapat beberapa fasilitas baru yang mudah-mudahan bisa membuat blog TeBoRaRa semakin menarik. Insya Allah kami dan seluruh teman TeBoRaRa akan selalu berusaha melakukan perbaikan untuk TeBoRaRa. (Kel. Nugroho)
  • Flohmarkt kali ini: tangga dan tas sepeda. Setelah mencari-cari dari beberapa bulan yang lalu, akhirnya sabtu kemarin di Flohmarkt dapet juga sebuah tangga dengan harga yang murah. Maklum karena tinggi badan tidak mencukupi untuk meraih barang-barang yang tersimpan di atas lemari dapur, jadi kami membutuhkan tangga ini. Dan juga karena hal lainnya contoh: jika kami terus-terusan menggunakan bantuan kursi untuk naik-naik ke atas, bisa-bisa kami harus membeli kursi baru karena busa kursinya kempes, hal ini bisa terjadi karena ada yang perutnya gendut :) . Di Flohmarkt kami juga menemukan tas sepeda yang harganya membuat orang terkejut, murahnya minta ampuun, padahal kalau dilihat dari warna dan kualitasnya, seperti masih baru. Alhamdulillah. Flohmarkt di Bielefeld sepertinya akan selalu terkenang di hati kami dan tidak terlupakan :) . (Kel. Nugroho)

  • Bikin Teater Boneka sama Dhava. Kebetulan Dhava main ke rumah, kami ajak dhava untuk membuat teater boneka. Dhava jadi sutradaranya, seruu bangeet deh, mulai dari memilih boneka, background yang mau dipake dan menyusun cerita. Akhirnya teater bonekanya dimulai, ternyata sang sutradara masih sedikit malu-malu, jadi jalan ceritanya pun bisa berubah-ubah seketika sesuai keinginan sutradara. Pertunjukkannya bisa dilihat di Blog TeBoRaRa (Klik di sini). Alhamdulillah, bikin teater boneka bersama anak-anak ternyata sangat menyenangkan. Danke Madhava. (Kel. Nugroho)
  • Grillen. Hari Minggu ini, kami mendapatkan undangan Grillen di rumah Kel. Wiryana. Meskipun udara yang gak jelas, kadang mendung, kadang panas, grillen ini tidak kami lewatkan. Alhamdulillah, perut kami kenyaang sekali dan ada kue sus, lecker banget mba, aduuh udah lama banget deh gak makan kue sus ini. Jadi inget sus kering yang di Bandung.. nyam..nyam. Vielen Dank Mas Made, Mba Anthi und Dhava. (Kel. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Belajar Melihat Dunia!

Alhamdulillah akhir pekan kemarin berkesempatan mengunjungi seorang ilmuwan muda Indonesia, Dr. Yudi Rosandi. Dengan segala kesibukkannya beliau berkenan menerima kami bedua, bahkan meluangkan banyak waktunya dan menyampaikan berbagai pendapatnya tentang berbagai hal menarik.

Satu pertanyaan menarik mencuat disela-sela obrolan kanan kiri kami: mengapa pendidikan (mendasar untuk) anak di Indonesia tidak bisa dibuat menyenangkan?

Siapa pun berhak bertanya balik: kata siapa pendidikan anak di Indonesia tidak menyenangkan? dan kita bisa berdebat panjang mengenai hal tersebut.

Untuk menyederhanakan permasalah, mari kita asumsikan hal-hal berikut:

  1. Anak-anak dijejali (diajarkan) terlalu banyak hal (akademik) sebelum waktunya, termasuk untuk menghadapi tekanan ujian nasional yang begitu besar, dan kehilangan sebagian besar waktu bermainnya demi hal tersebut.
  2. Biaya pendidikan dasar mahal sehingga “memotivasi” orang tua untuk memberi tekanan lebih bagi anak.
  3. Semua pihak terkait percaya takhayul: prestasi akademik berbanding lurus dengan keberhasilan dan kesuksesan dalam hidup.
  4. Semuanya terjadi di negara kita tercinta, Indonesia.

Dengan menggunakan empat asumsi tersebut, kita bisa coba menjawab pertanyaan di atas: mengapa pendidikan anak di Indonesia tidak bisa dibuat menyenangkan?

  • Jawaban-1: Mungkin karena asumsi-asumsi yang digunakan benar-benar terjadi.
  • Jawaban-2: Mungkin karena kita, baik secara langsung maupun tidak langsung, membiarkan hal itu terjadi.
  • Jawaban-3:Mungkin karena adanya faktor pembanding yang tidak seimbang.
  • Jawaban-4,5,6, …: (silahkan mengisi alternatif jawaban di kolom komentar di bawah)

Jika memang itu benar adanya, bahwa sistem pendidikan anak di Indonesia masih belum berpihak pada anak, lalu apa solusinya?

Mungkin dengan menyempatkan diri melihat dunia ini dari mata anak-anak, kita semua bisa menjadi lebih kreatif dalam menciptakan suatu sistem pendidikan yang menyenangkan sekaligus efektif. Mungkin sudah waktunya kita belajar pada anak-anak kita, bagaimana cara melihat dunia!

Filed under: tulisan papa

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.