Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Membaca Cepat

Tolong nyalakan stopwach atau jam tangan Anda dan cobalah hitung berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk membaca seluruh tulisan di bawah ini!

Seberapa cepat kita membaca? Kenapa mesti membaca cepat? Apa keuntungan dari membaca cepat?

Semua pertanyaan di atas melandasi niat kami berdua untuk belajar membaca dengan lebih efesien (cepat dan tetap mengerti apa yang dibaca). Dalam salah satu buku yang berjudul: Dia Ada di Mana-Mana, M. Quraish Shihab menulis (hal 220):

Anda tidak harus menggunakan waktu yang banyak. Kalau Anda membiasakan diri membaca, maka Anda dapat membaca sekitar 300 kata -bukan huruf- dalam semenit. Ini berarti dalam 15 meit Anda dapat membaca sekitar 4500 kata. Dalam sebulan yang hanya menggunakan 15 menit itu, Anda dapat menyelesaikan 126.000 kata. Kalau rata-rata satu buku saku memuat 6000 kata, maka itu berarti setiap bulannnya Anda dapat membaca dua buku. Ini baru dengan menggunakan waktu 15 menit.

Jika seseorang mampu membaca 300 kata permenit, maka orang tersebut telah memiliki kemampuan membaca diatas rata-rata (normal: 200-250 kata permenit). Seperti yang tertulis pada paragrap di atas, kemampuan membaca 300 kata permenit bahkan lebih, bukanlah hal yang tidak mungkin, hanya perlu dilatih dan dibiasakan.

Berikut beberapa langkah untuk berlatih membaca cepat yang kami peroleh dari Wikihow:

  1. Cek Mata, pastikan mata kita dalam kondisi baik, kalau memang perlu menggunakan kacamata sebaiknya digunakan.
  2. Ukur kecepatan membaca. Cobalah membaca selama satu menit lalu kemudian hitung berapa kata yang telah dibaca. Hal ini bisa kita jadikan tolak ukur dan motivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca kita. Atau gunakan tes kecepatan membaca online (klik di sini).
  3. Jauhkan semua gangguan yang mungkin akan menghilangkan konsentrasi kita ketika sedang membaca (termasuk pacar/suami/istri yang sering jail).
  4. Berlatih untuk bisa mendeteksi bagian mana yang penting dan bagian mana yang kurang penting dalam suatu bacaan sehingga kita bisa lebih mengefesienkan waktu membaca kita.
  5. Cobalah untuk tidak mengulang kembali kata yang sudah dibaca.
  6. Berlatih membaca kumpulan kata (blok kata) bukan kata-perkata.
  7. Terus paksakan berlatih dan ukur selalu peningkatan yang dicapai.

Catatan: Kita mesti sadar bahwa kecepatan membaca tidak bisa selalu sama untuk setiap jenis bacaan.

Kenapa kami memutuskan untuk belajar membaca efesien? Karena mungkin itulah satu-satunya solusi untuk bisa mengimbangi kemalasan kami dalam membaca. Jujur saja, hingga saat ini kami berdua masih belum mampu menginvestasikan cukup waktu untuk membaca hal-hal yang berguna. Contohnya dalam minggu ini, bacaan kami masih dipenuhi dengan berbagai gosip (blue energi, Achmad Zaini, dll). Jika kami mampu membaca secara lebih efesien maka Insya Allah kami bisa membaca gosip-gosip tersebut lebih cepat dan menggunakan sisa waktu yang ada untuk membaca hal lain yang lebih berguna.

Maka apa keuntungan yang bisa kita dapatkan dari membaca cepat? Ambil paparan Quraish Shihab di atas, jika kita mampu membaca 300 kata permenit dan mampu menyediakan waktu 2 jam perhari untuk membaca, maka Insya Allah kita bisa membaca 16 buku saku perbulan. Katakanlah 4 buku saku = 1 buku biographi tokoh terkemuka, maka perbulan kita bisa membaca 4 buah buku biographi. Bayangkan betapa luar biasanya jika setiap bulan kita bisa belajar dan menimba pengalaman dari 4 tokoh terkemuka hanya dengan memaksakan diri membaca selama 2 jam!

(Tulisan ini berjumlah 500 kata. Coba lihat waktu yang anda gunakan untuk membaca seluruh tulisan ini, jika Anda mampu membaca keseluruhan tulisan ini dalam waktu kurang dari 2 menit berarti kemampuan membaca Anda diatas rata-rata)

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 21 2008!

Meskipun udara di Bielefeld mulai kembali dingin dan kadang hujan, Alhamdulillah hal tersebut tidak pernah membuat kami berhenti untuk bersepeda dan melakukan berbagai kegiatan di luar rumah.

  • Bersepeda ria. Sabtu lalu kami menyempatkan untuk bersepeda ria melewati berbagai tempat, mulai dari hutan, kebun binatang, main dulu di spielplatz (tempat bermain anak) mumpung kosong karena masih pagi :) , melewati botanische garten (taman) yang ternyata kuburan, hii takut, dan melewati pabriknya Dr. Oetker, ya lumayan cape. Bersepeda sangat menyenangkan, tapi dengan catatan kalo jalannya menurun, kalo nanjak ya capee deh. (Kel. Nugroho)
  • Theater. Alhamdulillah minggu ini, kami berkesempatan untuk pergi ke Theater bersama Sven dan Adit. Kali ini kami melihat pertunjukkan teater perdana yang berjudul Tristan und Isolde. Sebelum berangkat ke teater, kami diundang untuk minum kopi dan kue di tempat Sven. Vielen Dank Sven. Alhamdulillah cukup untuk mengganjal perut, karena ternyata pertunjukkan teaternya sangat lama, kurang lebih 5 jam.
    Sayangnya, pertunjukkan kali ini, agak sulit untuk diikuti, karena seriosa dan pake bahasa jerman tingkat tinggi yang bukan levelnya untuk kami berdua (bahkan istri tercinta sempat terlelap dalam mimpi). Mungkin untuk lain kali, akan lebih menyenangkan jika menonton pertunjukan teater musical saja :) (Kel. Nugroho)
  • Belajar Tenis dari Videojug. Lagi iseng surfing di internet, gak sengaja nemu website yang sangat menarik http://www.videojug.com/. Dari website ini, kita bisa belajar beberapa hal dan salah satunya adalah belajar tenis. Web ini menarik karena kita belajar melalui video, jadi cukup dengan duduk santai, memperhatikan dan mendengar kita bisa belajar banyak. Alhamdulillah nemu web ini. (Mr. Nugroho)
  • Main sama dhava. Kebetulan lagi libur dan gak ada rencana apa-apa hari ini, asik juga kayanya main ama dhava. Awalnya piknik di belakang rumah, tapi lama-lama bosen juga. Akhirnya jalan deh ke Nordpark. Pikniknya jadi lebih seru karena di sini ada tempat bermain anak-anak, gratis lagi. Trus ada minigolf juga dan tiketnya juga gak mahal. Alhamdulillah bisa main minigolf untuk kedua kalinya, tetep seru dan ternyata tetep susaah. (Kel. Nugroho)

  • Brettspiel/Papan Permainan. Alhamdulillah, akhirnya honey dapet juga brettspiel yang sudah dinanti-nanti sejak dulu, Niagara. Gak mau kalah, saya juga ikut-ikutan beli brettspiel, cuma bedanya bretspiel tentang bahasa Jerman, Der Dativ ist dem Genitiv sein Tod. Brettspiel ini memang menarik dan sangat beragam, mulai untuk anak kecil sampai orang tua, dan mulai yang sangat sederhana sampai yang menjelimet. Kapan ya, honey bisa bikin bretspiel karangannya sendiri :) (Mrs. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Dari Om: Kasih Sayang Ibu

Ini adalah Nilai kasih Ibu dari seorang Anak yang mendapatkan Ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Kemudian dia menyampaikan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu.
Si Ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang di sampaikan si anak tadi dan membacanya.
Ongkos upah membantu Ibu:
a.Membantu pergi ke warung Rp 10.000,-
b.Menjaga adik Rp 20.000,-
c.Membuang sampah Rp 5000,-
d.Membereskan tempat tidur Rp 5000,-
e.Menyiram bunga Rp 10.000,-
f.Menyapu halaman Rp 10.000,-
Jumlah Rp 60.000,-
Selesai membeca, si Ibu tersenyum memandang anaknya yang raut mukanya terbinar-binar. Si Ibu lalu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang ketas yang sama.
a.Ongkos mengandungmu 9 bulan GRATIS.
b.Ongkos berjaga malam karena menjagamu
GRATIS
c.Ongkos airmata yang menetes karenamu
GRATIS
d.Ongkos khawatir karena selalu memikirkan ke
adaanmu GRATIS.
e.Ongkos menyediakan makan,minum,pakaian
dan keperluanmu GRATIS.
f.Ongkos mencuci pakaian,gelas,piring dan lainya
GRATIS.
jumlah keseluruhan NILAI KASIHKU GRATIS.

Air mata si anak berlinang setelah membaca, si anak menatap Ibunya lalu memeluknya dan berkata ” Saya sayang Ibu “.
Maka….Jika Orang Tuamu masih ada berikanlah kasih sayang dan perhatian lebih dari yang pernah kamu berikan selama ini.
Jika Orang Tuamu telah tiada, ingatlah kasih sayang dan cintanya yang telah diberikannya dengan tulus dan tampa syarat kepadamu.

Dikutip dari Khutbah Jum’at tgl 16 Mei 2008.

Wassalamualaiku W.Wb

Filed under: Kiriman

gak lama lagi…

Dug,dug,dug…

begitu setiap malem si “utun” tersayang nendang2. Gak cuma malem, setiap pit lagi nulis depan komputer, pasti dia aktif sekali. Entahlah, lagi jungkir balik dengan heboh mungkin ya? sepertinya dia ingin nulis juga, hehehe…

pit dan yhan manggilnya “utun”. kata bibi, itu bisa jadi panggilan yang unisex. berhubung kami tidak mau terlalu tahu soal jenis manusia apakah yang akan lahir ini (perempuan atau laki-laki), jadi kami memanggilnya Utun aja. sebenernya bisa aja di panggil “iyang”, tapi… sayang ah, itu kan panggilan keramat ibunya! masa samaan…

Laki perempuan, sama saja yang penting konsisten, kalo laki jadi laki yang baik, kalo perempuan jadi perempuan yang baik :) hehehe…

Utun diprediksi lahir awal agustus, sekarang sudah masuk minggu ke 28. Normalnya minggu ke 38-42 bayi lahir. jadi kemungkinan minggu pertama agustus utun memperkenalkan dirinya pada kita semua. Semoga semua lancar, mohon doanya terus… doakan juga biar utun lahir sebagai anak yang sehat, sehat, sehat, berbudi luhur, pandai dan ganteng atau cantik! hehehe….

setiap malam sebelum tidur, pit ajak utun berdoa, buat papanya yang sedang bekerja keras demi anak istri di rantau jakarta (mirip cerita di film2 indonesia jaman 70an ya?;p), juga berdoa untuk kakek neneknya, untuk om dan bibinya, untuk semua orang yang menunggu utun lahir. Pit juga selalu bilang, bahwa banyak sekali yang menantikan utun lahir, dan (semoga) banyak juga yang berbahgia dalam penantian itu. Semoga dengan begitu, utun bisa lahir ke bumi tanpa ragu-ragu dan penuh semangat! :) doakan kami yah….!!

Filed under: tulisan iyang

Pulang


sebenernya ini tulisan yang saya tulis tahun lalu di blog, sepertinya cocok juga kalo ditaro di sini :)

setiap orang punya makna sendiri tentang “pulang”

Buat saya, pulang adalah salah satu hal yang paling saya sukai di dunia ini.
Pulang itu seperti mengisi kembali kekuatan diri.
entahlah, bagi saya pada setiap sudut di rumah tersimpan kekuatan yang luar biasa.
di rumah ada Ibu, Bapak dan Adik saya. Semuanya memancarkan aura yang begitu saya rindukan setiap kali saya jauh dari rumah. Aura yang selalu memanggil saya untuk pulang saat jiwa sudah terasa sangat letih.

Rumah saya sangat sederhana, tapi disanalah saya tumbuh. selama bertahun-tahun menjalani dinamika kehidupan, menghadapi fase demi fase pertumbuhan jiwa dan raga. disanalah segala pelajaran hidup saya simpan. dalam bentuk kenangan yang tidak ternilai dengan apapun.

saya selalu pulang setiap kali saya “letih” akan kehidupan ini. mengambil kembali serpihan kenangan tentang massa lalu yang kemudian mampu membangkitkan semangat saya kembali. setiap pulang, semuaya terasa lebih berarti. semakin menyadari kehidupan ini. semakin menyadari betapa berharganya sebuah keluarga dan arti sebuah “rumah”.

yang paling membahagiakan adalah bahwa saya selalu dinanti. maka ketika sampai di depan pintu rumah, seketika aura itu merasuk, menyegarkan segenap jiwa yang sedang letih. hanya senyuman yang bertebaran di rumah itu. di hujani kebahagiaan yang tak terbatas.

ada semacam “ritual” yang sering saya lakukan di rumah. naik ke tempat tidur bapak dan ibu. dulu, saat kami bertiga (saya, kakak dan adik) masih bersama di rumah, setiap pagi saat baru bangun tidur kita akan merambah tempat tidur bapak ibu, bertiga saling bergelut, memecah pagi dengan tawa yang kencang. dengan itu kami mengawali hari penuh semangat.
rindu sekali…

saat ini jika saya di rumah, saya hanya bisa berdua main di tempat tidur Bapak. Kakak saya kadang2 ikut kalo sedang pulang ke Indonesia. rasanya momen itu menjadi berharga sekali saat ini. Kamar bapak ibu, tempat tidur tua itu, beserta bantalnya yang banyak sekali adalah media yang mengirim semangat dan kebahagiaan terbesar bagi kami. kami tahu, bukan semata karena benda-benda itu, tapi karena di kamar itulah kami disayangi dengan luar biasa oleh kedua orang tua kami. di doakan dalam setiap sholatnya, dirindukan di setiap saat. dan saya sangat bersyukur memiliki semua itu.

Rumah itu seperti stasiun raksasa. pusat dari berbagai koneksi. saya di luar kota, kakak saya di luar negri akan tetap terhubung dengan erat oleh rumah. maka kita akan selalu merindukan pulang. ketika dunia luas senantiasa menantang kita dengan banyak sekali keinginan dan target pencapaian, maka rumah adalah sumber energi sekaligus tempat menghela nafas.

bagi saya rumah adalah tempat terindah.
kekuatan di setiap sudutnya adalah buah dari setiap doa yang mengucur tanpa henti dari kedua orang tua saya. benang panjang nan kuat yang selalu terkoneksi antara para anak yang merantau dengan rumahnya adalah juga doa yang saling dipanjatkan. doa yang selalu saya minta setiap saat, Ya Rabb… berkahi setiap sudut rumah hamba, berkahi jiwa-jiwa didalamnya…

Semoga 3 anak ini bisa bergelut lagi di atas tempat tidur itu… Eko, pipit, fauzi.
Teriakan ibu akan melengkapi kebahagiaan kami di pagi itu, “Sudah… ayo mandi…!”
Teriakan penuh kasih yang sampai ke langit, dibalas oleh suara tawa kami yang riang, “hahaha…!”
suara-suara yang akan terus tersimpan di langit sampai kini, hingga kami merasa selalu bisa mendengarnya setiap saat. merindukannya… merindukan pulang…

11 Desember 2007,
sehari sebelum ulang tahun ibu.
besok saya akan pulang, insya Allah…

Filed under: tulisan iyang

Dari Bibi: Nasi liwet pelangi (warna-warni)

Berikut kiriman resep baru dari Bibi. Temanya masih tetap nasi liwet – tapi dengan variasi baru. Seperti resep-resep bibi sebelumnya, resep ini juga relatif mudah dan sederhana, tapi rasanya…Insya Allah luar biasaaa nikmat.

Biibi datang lagi !udah pada makan belum, ini bibi bawa nasi liwet warna warni,kayanya ini lebih praktis lagi soalna bahannya lebih sedikit.neng nuju naon?pada sehat,Alhamdulillah semuanya disini pada sehat.Sok atuh mangga ieu bade dicobian nasi liwetna.

Nasi liwet pelangi

BAHANNYA
1000 gr beras
3 sdt kunyit bubuk
3 btg sereh memarkan
5 lbr daun salam
5 cm lengkuas memarkan
5 bh sosis sapi
250 gr mix vegetables (yang bikin warna-warni)
1000 ml santan air

CARA MEMASAKNYA :
Panaskan minyak tumis bumbu lalu masukan semua bahan aduk rata, tutup.

tah neng liwet anu ieu mah kana pesak henteu matak janten koredas. kade nya neng kalau mau mencoba air tergantung berasnya/ bisa dikira-kira.
Udah dulu ya neng , salam buat mas nanti di sambung lagi.

Wassalam

Bibi

Filed under: Kiriman

Alhamdulillah Weekend 20 2008!

Alhamdulillah, banyak kebahagiaan kami dapatkan. Kadang kami begitu takut berbagai kebahagiaan yang ada menghanyutkan kami dan menjauhkan kami dari hal yang paling berarti buat kami: rumah, keluarga, dan kampung halaman tercinta. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga kami dan menjadikan kami termasuk golongan orang-orang yang selalu bersyukur.

  • Ayam serundeng untuk Profesor. Minggu kemarin kami mengundang prof. Roekner untuk makan siang di apartemen kecil kami. Ayam goreng serundeng, tahu, tempe, lalab, dan sambel tomat jadi menu utama. Alhamdulillah makan siangnya sukses dan semunya menikmati menu yang kami sajikan. (Kel. Nugroho)
  • Tribun Baru, Schuco Arena. Alhamdulillah, weekend kemarin dapat hadiah tiket nonton Arminia Bielefeld di tribun Baru Schuco Arena dari Prof. Roekner. Schuco Arena adalah stadion kebanggaan warga Bielefeld dan kandang dari Armenia Bielefeld. Setelah hampir 1 tahun renovasi akhirnya tribun baru untuk penonton siap digunakan. Tribun baru ini menjadi tribun utama dan dengan harga yang tentunya di luar budget kami, tapi rejeki kadang datang tak terduga, Alhamdulillah bisa merasakan duduk di tribun utama untuk menyaksikan Bundesliga Armenia Bielefeld Vs Borrosia Dortmund. Thank you Prof. Roeckner, thank you so much. (Mr. Nugroho)
  • Manchester United Juara. Dibarengi sate dan bau areng – kami (plus, adit dan tante iyu) menonton partai final liga utama Inggris. Seperti yang telah diperkirakan bahkan semenjak liga belum berjalan, Manchester akhirnya menjadi juara. ‘Luar biasa’ mungkin kata yang paling tepat untuk liga Inggris musim ini. Menegangkan hingga akhir musim! Mudah-mudahan dalam beberapa tahun ke depan liga Indonesia bisa semenarik liga utama Inggris. (Mr. Nugroho)
  • Tenis. Setelah beberapakali latihan pake nitendo Wii, akhirnya coba main tennis beneran. Rencananya seminggu 2 kali main tenis. Setelah dicoba, ternyata main tenis di Wii jauh berbeda dengan main tenis dilapangan asli, dengan Wii kita gak perlu lari sana sini, kalau di lapangan – baru 10 menit udah ngos-ngosan. Insya Allah, bersepeda-jogging-tennis jadi olahraga rutin, sebagai bentuk syukur kami atas nikmat sehat yang Allah berikan.
  • Big Pizza. Alhamdulillah hari jum’at kemarin bisa belajar bikin Pizza, kebetulan salah satu temen kursus, Zainab, punya hobby memasak. Kami membuat pizza yang cukup besar untuk merayakan hari ulang tahun teman kami Hui. Herzlichen Glückwunsch zum Geburtstag Hui. Alhamdulillah pizza-nya sukses dan enak. Oya, ternyata ada tradisi di sini yang sama dengan di Indonesia, begitu mau pulang, tuan rumah tidak lupa melakukan acara ‘bungkus2′. Jadi bisa bawa makanan ke rumah deh :) (Mrs. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

satu tahun yhan dan pipit

Bila lautan kehidupan itu seluas jagat raya,

Maka jarak yang kami arungi baru sejengkal

Bila seluruh air samudra adalah rasa dari rumah tangga

Maka kami baru mencicipinya setetes saja

Namun bila boleh kami menyampaikan

sejengkal pengarungan dan setetes rasa kehidupan pernikahan kami

Ingin kami tuturkan,

Indah… indah sekali…

Kami tersadar betapa tak terkatakan keagungan Allah

Ia ciptakan kekasih, karena Ia tahu kita amat membutuhkannya

Perlahan, pelan… kami bangun sedikit demi sedikit kekuatan baru

Berdua, kelak bertiga, mungkin berempat dan lebih banyak lagi

Kami bangun semangat di hati kami, menatap masa depan

Dengan penuh kebahagiaan dan keyakinan

Karena kami tahu, kami tidak pernah lagi kekurangan cinta

Cinta yang mampu saling menguatkan

Cinta yang mampu menghalau kelelahan

Cinta yang membesarkan cinta kami pada sang Pencipta cinta

Kami tahu kedepan tidak akan lebih mudah,

Tapi kami juga tahu bahwa Insya Allah kami mampu untuk lebih kuat

Bertualang mengarungi jagat kehidupan

Merasakan seluruh pahit manis pernikahan

Dan kelak membuat anak cucu kami tersenyum bahagia

Melihat kami mesra, sampai tua…

Terima kasih tak terhingga, sungguh terima kasih…

Atas doa, nasihat dan dorongan bagi kami

Untuk membuat kami percaya

Bahwa rumah tangga sakinah penuh barakah adalah keindahan tiada tara…

Allah sajalah yang membalas semua kebaikan

Dengan nikmatNya yang tak terhingga…

Pipit&Yhan

4 Mei 2007 – 4 Mei 2008

Berikut ini adalah khutbah nikah yang disampaikan ust. Aan Anshori pada akad pernikahan pipit dan yhan, juga pada akad nikah mas eko dan mba kanty. Semoga bisa mengingatkan kita semua tentang kebahagiaan terbesar saat dipersatukan Allah dalam tali pernikahan.

Memelihara Perjanjian Suci

Nasihat Perkawinan pada Akad Nikah
Yhanuar Ismail Purbokusumo dengan Fitriah Dwiastuti
Masjid Baiturrahman, Perumnas Adiarsa Karawang
4 Mei 2007

oleh : H. Aan Anshori


Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalamu´alaikum warrahmatullohi wabaarakatuuh.

Innalhamdulillhi nahmaduhu wa nasta`iinuhu wa nastaghfiruhu wa nauudzubillahi min syuruuri anfusina wa sayyi´aati ´amaalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu wa manyudhlil falaa haadiyalah.
Asyhadu an Laa Ilaaha Ilallah wahdahulaa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ´abduhu wa rasuluhu. Allahumma sholli wasallim ´ala Muhammadin wa ´ala alihi wa ashhaa bihi wa man tabi´ahum bi´ihsaanin ila yaumiddiin.

Ananda calon kedua mempelai yang berbahagia,
Allah ciptakan bumi dengan segala yang ada diatasnya, samudra luas, bukit tinggi, rimba belantara, untuk kebahagiaan manusia. Allah edarkan matahari, bulan dan bintang, turunkan hujan, tumbuhkan pepohonan dan sinari tanaman untuk kebahagiaan manusia.


Tetapi Allah Yang Maha Tahu memberikan lebih dari itu. Dia tahu betapa sering kita perlukan seseorang yang mau mendengarkan bukan saja kata yang diucapkan tetapi juga jeritan hati yang tidak terungkapkan. Yang mau menerima segala penasaran, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan kekasih.

Allah tahu disaat kita dilanda duka, frustasi jiwa, gelisah hati, kita perlukan seseorang yang meniupkan kedamaian, memperkuat hati, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan seorang kekasih.

Allah tahu kadang-kadang kita berdiri sendirian dalam mengejar impian. Kita membutuhkan seseorang yang bersedia berdiri di samping kita, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan seorang kekasih.

Supaya hubungan diantara pencinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang, Allah menetapkan suatu ikatan suci aqad nikah. Dengan dua kalimat yang sederhana –ijab dan qobul- terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Dan nafsu berubah menjadi cinta dan kasih sayang

Ananda Fitriah dan Yhanuar,
Begitu besarnya perubahan ini, sehingga Alquran menyebut aqad nikah sebagai “mitsaqan ghalizha“ (perjanjian yang berat). Hanya tiga kali kata ini disebut dalam alquran. Pertama ketika Allah membuat perjanjian dengan para Nabi –dengan Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad- (33:7). Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Thur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah (4:154), dan ketiga, ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan.


Karena itu, peristiwa yang sebentar lagi akan terjadi bukanlah peristiwa kecil di hadapan Allah SWT. Aqad nikah yang akan dilakukan ananda berdua sama tingginya dengan perjanjian para Rasul, sama dasyatnya dengan perjanjian Bani Iasrail di bawah bukit Thur yang bergantung di atas mereka.

Peristiwa aqad nikah tidakhanya disaksikan oleh kedua orang tua ananda, saudara-saudara dan para sahabat, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi, dan terutama disaksikan oleh Allah, Penguasa alam semesta.

Bila anda sia-siakan perjanjian ini, bila ananda ceraikan ikatan yang sudah terbuhul, bila ananda putuskan janji yang sudah terpatri, ananda bukan saja harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir saat ini, ananda juga harus bertanggung jawab di hadapan Allah Rabbul ´Alamin.

Rasulullah bersabda, “Laki-laki itu pemimpin di tengah-tengah keluarganya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.“ (HR.Bukhori dan Muslim)

Karena itu Rasulullah mengukur baik dan buruknya seseorang dari caranya dia memperlakukan keluarganya. Rasulullah bersabda, “Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dan paling lembut terhadap keluargamu.“

Ananda yang berbahagia,

Mengapa Allah dan Rasul-Nya mewasiatkan kita untuk memelihara aqad yang suci ini? mengapa kebaikan manusia diukur dari caranya memperlakuakn keluarga? Mengapa suami dan istri harus mempertanggungjawabkan peran ynag mereka laksanakan di hadapan Allah? Jawabannya sederhana: karena Allah tahu bahwa kebahagiaan dan penderitaan manusia sangat bergantung pada hubungan mereka dnegan orang-orang yang mereka cintai, dengan keluarganya.

Bila di dunia ini ada syurga, syurga itu ialah pernikahan yang berbahagia. Tetapi bila di dunia ini ada neraka, neraka itu adalah pernikahan yang gagal. Oleh karena itu, persoalan rumah tangga sebagai penyebab “stress” yang paling besar dalam kehidupan manusia.

Ribuan tahun yang silam di padang Arofah, dihadapan ratusan ribu umat islam yang pertama, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah perpisahan. “Wahai manusia, takutlah pada Allah, pada urusan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanah Allah. Kami halalkan kehormatan mereka dengan kalimah Allah. Sesungguhnya kamu punya hak terhadap istrimu dan istrimupun mempunyai hak atas kamu. Ketahuilah, aku wasiatkan pada kalian untuk berbuat baik pada istri kalian jika mereka (istri) patuh kepadamu. Janganlah kamu berbuat aniaya pada mereka.” (HR. Muslim dan Tarmidzi)

Bapak dan Ibu Sawidjan B Gunadi,
Ijinkan saya menyampaikan nasihat yang pertama kepada saudara mempelai pria yang kini harus memikul wasiat Nabi dalam Haji Wada.

Pagi ini dengan nikmat dan hidayah Allah SWT, ananda Yhanuar Ismail Purbokusumo sampai pada saat paling indah, paling bahagia, tetapi juga paling mendebarkan dalam kehidupan ananda. Saat paling indah, sebab mulai pagi ini cinta tidak lagi berbentuk impian dan khayalan. Saat yang paling bahagia sebab akhirnya ananda berhasil mendampingi wanita yang ananda cintai. Saat yang paling mendebarkan, sebab mulai pagi ini ananda memikul amanan Allah sebagai pemimpin keluarga. Ananda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah buat ananda untuk bebagi suka dan duka.


Karena itu, wanita yang duduk di sisimu bukanlah segumpal daging yang dapat anda perbuat semena-mena dan bukan pula budak belia ynag dapat anda perlakuakan sewenang-wenang. Ia adalah wanita yang dianugrahkan Allah untuk membuat hidup anda lebih indah dan lebih bermakna. Ia adalah amanat Allah yang akan anda pertanggungjawabkan dihadapan-Nya.

Nabi Muhammad bersabda, “Ada dua dosa yang akan Aalah dahulukan siksanya di dunia ini yaitu Al-baghyu dan durhaka pada Ibu Bapak.” (HR. Tarmidzi dan Bukhari)

Albahgyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat dzalim danmenganiaya orang lain. Dan Albaghyu yang paling dimurkai Allah ialah berbuat dzalim terhadap istri sendiri. Termasuk albaghyu adalah menelantarkan istri, menyakiti, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya. Karena itu Rasulullah mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari caranya ia bergaul dengan istrinya. Rasul bersabda, “Tidak memuliakan wanita, kecuali laki-laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah juga.”

Kalau saya harsu menyimpulkan nasihat saya kepada ananda Yhanuar Ismail, saya hanya ingin mengatakan, muliakan istri ananda begitu rupa sehingga kelak bila Allah mentakdirkan ananda meninggal lebih dahulu, lalu kami tanya istri ananda tentang perilaku ananda, ia akan menjawab seperti Aisyah: “Ah,… semua tingkah lakunya indah, menakjubkan…”

Bapak Ahmad Sunarko beserta Ibu,
Perkenankan saya sekarang untuk menyampaikan wasiat Rasulullah SAW pada putri Bapak sebagai mempelai wanita.


Ananda Fitriah Dwiastuti, rasul yang mulia bersabda, “ Seandainya aku boleh memerintahkan manusia sujud kepada manusia lain, aku akan perintahkan istri untuk sujud pada suaminya; karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka.” (HR. Abu Daud. Al-Hakim)

Banyak istri menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. jarang terpikirkan bagaimana ia berusaha membahagiakan suami. Cinta dan kasih sayang tumbuh dalam suasana “memberi”, bukan “mengambil”, “giving” bukan “taking”. Cinta adalah “sharing” –saling berbagi. Ananda tidak akan memperoleh cinta kalau yang ananda tebar kebencian. Ananda tidak akan memetik kasih sayang, kalau yang anda tanam kemarahan. Ananda tidak akan meraih ketenangan bila yang ananda suburkan dendam dan kekecewaan.

Ananda boleh memberikan apa saja yang ananda miliki, tetapi untuk suami, tidak ada pemberian istri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Artinya bahagia sama dinikmati, derita sama diatasi.

Rasul yang mulia bersabda bahwa syurga terletak di bawah telapak kaki kaum ibu. Apakah rumah tangga yang ananda bangun hari ini akan menjadi syurga atau neraka bergantung pada ananda, pada ibu rumah tangga. Rumah tangga menjadi syurga bila disitu ananda hiaskan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.

Ananda Fitriah, istri itu hurufnya ada lima. I-iman, S-shaleh, T-taat, R-ridho, I-ihklas. Kalau rumah tangga dikelola oleh istri yang beriman, sholeh, taat, ridho dan ikhlas, Insya Allah rumah tangga akan mawaddah wa rahmah.

Mudah-mudahan rumah tangga hidep sing pikabetaheun, ulah pikanyaaheun. Bral hidep! Geura ngambah ngojayan sagara rumah tangga. Ibu jeung Apa baris nyerangkeun ti basisir asih bari dimomotan ku do´a. Amin ya Robbal´alamin.
(Mudah-mudahan rumah tangga kalian saling mengasihi bukan dikasihani. Pergilah kalian! Segera merambah mengarungi samudra rumah tangga. Ibu dan Bapak memperhatikan dari jauh dengan penuh kasih sambil menghaturkan doa selalu. Amin ya Robbal´alamin)

Marilah kita antarkan kedua mempelai pada kehidupan mereka yang baru. Kepada mereka berdua, ingin kita amanatkan firman Allah, “Berbekalah kalian, sesungguhnya bekal yang paling baik ialah taqwa.” (Al-Baqarah : 197)

Marilah kita berdoa untuk mereka,
Ya Allah, pagi ini dua hambaMu, Fitriah Dwiastuti dan Yhanuar Ismail yang dhoif mematri janji dihadapan kebesaranMu. Kami tahu tidak mudah bagi mereka untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridho dan maghfirohMu. Kami tahu amat berat bagi mereka menghadapai topan godaan di hadapan mereka. Karena itulah,kami datang memohon rahman dan rohiim-Mu.

Ya Allah, ya Rabbana, sinarilah hati mereka dengan cahaya petunjuk-Mu. Terangi jalan mereka dengan sinar taufikMu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmatMu atas mereka, bantulah mereka untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmatMu. Hindarkan mereka dari kealfaan orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan mereka untuk merasakan curahan rahmatMu. Bimbinglah mereka untuk membagikan anugrahMu kepada hamba-hambaMu.

Bila engkau berkenan memberikan ujian pada mereka, berilah pada mereka keteguhan hati dan kesabaran.Lalu bangunkan mereka di tengah keheningan malam, gerakkan bibir-bibir mereka untuk menyebut nama-namaMu yang suci. Basahkan sajadah mereka dengan air mata kekhusyuan ketika merintih dihadapanMu memohon Rahman dan RohiimMu. Dan jadikanlah saat-saat seperti itu saat yang paling menenteramkan hati mereka.

Ya Allah, mereka telah berniat untuk melaksanakan amanatMu dengan seluruh kemampuan mereka. Cintakan iman pada mereka dan hiaskan iman itu pada jantung mereka. Bencikan mereka pada kekufuran, kefasikkan dan kemaksiatan. Jadikan mereka diantara orang-orang yang mendapat hidayahMu.

Ya Allah, indahkan rumah mereka dengan kalimat-kalimatMu yang suci. Suburkan mereka dengan keturunan yang membesarkan asmaMu. Penuhi hidup mereka dnegan amal sholeh yang Kau ridhoi. Jadikan mereka Ya Allah, teladan yang indah bagi seluruh keluarganya.

Ya Allah, damaikanlah pertengkaran dia antara kami, pertalikan hati kami dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak maupun yang tersembunyi.

Ya Allah, berkatilah pandangan kami, penglihatan kami, hati kami. Dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Pengasih.

“Baarakallahu laka wabaaraka ´alaika wajama´a baarakumaa fii khair.“

Wassalamu´alaikum warahmatullohi wabaarakatuuh.

Filed under: tulisan iyang

Menjadi Suami Teladan

Ada yang tahu bagaimana?

Berikut sekelumit pemikiran Saya. Pertama mari kita definisikan apa yang dimaksud dengan suami teladan, caranya mari kita bandingkan dengan beberapa karakteristik yang melekat dari kata teladan berikut:

1. Mahasiswa teladan = mampu memberi teladan bagi seluruh mahasiswa lainnya dan diakui sebagai mahasiswa teladan seluruh mahasiswa lainnya.

2. Pegawai teladan = mampu memberi teladan bagi semua pegawai lainnya dan diakui sebagai pegawai teladan minimal oleh semua pegawai lainnya.

Dari dua definisi di atas, kita bisa menyimpulkan definisi suami teladan sebagai berikut:

Suami teladan = bisa memberi teladan bagi semuanya istrinya yang sah dan diakui sebagai suami teladan oleh semuanya istrinya yang sah.

Sekarang pertanyaannya apa yang dimaksud dengan memberi teladan?

Memberi teladan bisa diartikan memberikan contoh yang baik secara konsisten. Suatu contoh yang baik tanpa dibarengi dengan konsistensi tidak bisa diartikan memberi keteladanan. Jadi menurut Saya, langkah awal menjadi suami teladan adalah belajar memberi teladan.

Syarat berikutnya untuk menjadi suami teladan adalah adanya pengakuan dari istri (-istrinya). Adalah tidak mungkin menjadi seorang suami teladan jika hanya mendapat pengakuan dari istri orang lain atau bahkan istri gelap. Dengan kata lain, langkah berikutnya untuk mempermudah menjadi suami teladan adalah meminimalkan jumlah istri, karena mendapatkan pengakuan satu istri rasanya lebih mudah dari pada mendapat pengakuan dari beberapa istri. Perlunya pengakuan istri menggambarkan betapa pentingya peranan istri dalam menentukan seorang suami teladan atau bukan. Oleh karena itu pengakuan terhadap peran penting istri tersebut juga merupakan sebuah hal yang sangat penting dan hal ini umumnya lebih mudah dilakukan dibanding dengan memberi teladan. Untuk kasus Saya, yang perlu Saya lakukan hanyalah bercermin, setiap kali bercermin, Saya melihat sebuah wajah gemuk dan sehat (Saya ingin menulis “tampan” tapi tidak cukup percaya diri). Melihat wajah tersebut mengingatkan Saya betapa beruntungnya Saya dan betapa pentingnya Ayang (pangilan Saya untuk istri) dalam kehidupan Saya. Ayanglah yang menjadi alasan utama mengapa wajah tersebut terlihat begitu gemuk dan sehat, hadirnya Ayang mengahadirkan ribuan senyum dan tawa yang berefek langsung terhadap bentuk wajah Saya. (alasan: riset mengungkapkan bahwa tertawa membakar kalori, karena terlalu sering tertawa Saya menjadi lebih sering lapar dan akhirnya mengkonsumsi lebih banyak kalori)

Setelah dipikir-pikir ternyata susah menjadi seorang suami teladan. Lewat tulisan ini Saya hanya ingin menyampaikan pada Ayang untuk tidak pernah berharap memiliki suami teladan. Yang paling bisa Ayang harapkan hanyalah seorang suami yang begitu bahagia bisa belajar bersama dan Insya Allah tidak akan pernah berhenti untuk belajar bersama untuk memberi teladan bagi lingkungan di sekitar kita, plus seorang suami yang mungkin akan semakin gemuk!

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 19 2008!

Seminggu ini Alhamdulillah udara di Bielefeld sangat cerah, sehingga banyak aktifitas di luar rumah yang bisa kami lakukan. Bersepeda, piknik dan undangan untuk datang ke acara Grillenparty menghiasi minggu ini. Semoga udara yang sangat indah ini tidak cepat berubah di minggu depan.

  • Piknik. Cuaca cerah seperti ini tidak kami lewatkan begitu saja. Jika ada waktu, dari pada tidur siang di rumah lebih baik pergi ke taman, gelar tiker, bawa buku bacaan, bawa minuman dan makanan seperlunya atau hanya sekedar untuk makan es krim sambil menikmati udara dan pemandangan yang indah. Kalo berminat bisa juga berjemur seperti orang2 sini, tapi buat kita sih kayanya warna kulit kita sudah yang terbaik, kalo ntar kematengan bisa gosong deh :) (Kel. Nugroho)
  • Bersepeda di siang hari, panas dehh. Waktu itu kami dapat undangan ke acara grillenparty, kebetulan acaranya pada siang hari. Honey jemput langsung ke tempat kursus. Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya kami putuskan untuk naik sepeda menuju tempat acara, karena sepertinya enak bersepeda pada cuaca seperti ini. Namun ternyata tempat yang dituju sangat jauh dan udara pada saat itu sangat panas, ternyata naik sepeda terlalu lama di siang hari bukan ide yang bagus, akhirnya di tengah perjalanan kami putuskan untuk berhenti dan naik bis :) (Kel. Nugroho)
  • Nonton film di Bibis. Kegiatan nonton film sambil belajar bahasa ternyata cukup menyenangkan, belajar-mengajar menjadi tidak monoton dan cukup efektif. Film yang ditonton tentu tidak sepanjang film biasa, hanya sekitar 15 menit. Murid2 diharuskan menganalisis dan menceritakan kembali inti cerita dalam film tersebut. Tema yang disajikan pun sangat sederhana, yaitu tentang keluarga. Alhamdulillah dari nonton film ini saya mendapatkan pengalaman baru tentang situasi dan kondisi beberapa keluarga di sini. (Mrs. Nugroho)
  • Om dan Bibi sekeluarga. Alhamdulillah mulai minggu ini Om dan Bibi sekeluarga ikut meramaikan sofa ini. Dalam bentuk apapun, adalah sangat membahagiakan ketika kita dikunjungi oleh orang yang kita sayangi. Pelan-pelan niat kami menjadikan sofa ini menjadi tempat berkumpul kami sekeluarga dan sahabat semua mulai terwujud. Terima kasih kami untuk semunya. Mudah-mudahan lebih banyak lagi yang bersedia berkumpul bersama kami, membagi sedikit kata, cerita, dan bahagia. Insya Allah semuanya bisa menjadi ungkapan syukur kita bersama.
  • Nasi Liwet Bibi. Alhamdulillah, minggu ini kami bisa mengaplikasikan resep nasi liwet dari Bibi dan cukup berhasil, hanya saja honey masukin airnya kebanyakan :) tapi tetep enak dan habis. Hatur nuhun Bibi. Nanti kalo kita ke Indonesia, mo minta yang asli, biar rasanya lebih mantapp dan khasiatnya manjur :) (Kel. Nugroho)

  • Adit B’day. Tanggal 7 Mei kemarin, adit berulang tahun yang ke-125, eh salah yang ke-24, hehe. Met Ulang Tahun. Wish U all d Best! (Kel. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey