Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Alhamdulillah Weekend 17

Minggu ini kami benar-benar bisa merasakan bahwa perpisahan merupakan sebuah kebahagiaan yang tertunda, sebuah pelajaran yang berharga, dan bukti rasa sayang yang ada. Alhamdulillah mulai minggu ini kami berdua kembali bersama.

  • Beijing Airport. Cina benar-benar telah siap menyambut semua peserta dan pencinta Olimpiade. Berbagai infrastruktur pendukung telah benar-benar disiapkan secara luar biasa. Salah satu infrastruktur utama yang telah rampung persiapannya adalah Terminal 3 Beijing International Airport yang merupakan airport terminal terbesar di dunia. Terminal tersebut adalah hasil rancangan Sir Norman Foster yang juga merupan arsitek dari berbagai gedung megah di dunia, diantaranya: stadiun Wembley, Universitas Teknologi Petronas, Hongkong airport, dan juga berperan besar dalam restorasi gedung parlemen Jerman (Reichstag). Alhamdulillah berkesempatan menunjungi airport megah tersebut, sempat berharap dan berminpi semoga suatu hari salah satu aiport Indonesia juga bisa tercatat menjadi salah satu aiport termegah di dunia, sanggup menyambut tamu dengan nuansa khas Indonesia, dan menjadi kebanggaan segenap bangsa. (Mr. Nugroho)

  • Petronas dimana-mana. Ketika sedang beristirahat di Dubai, Alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan dengan salah seorang pegawai Petronas yang akan bertugas di sebuah negara di Afrika. Beliau bercerita banyak dan sungguh tidak bisa dipungkiri betapa jauh ketertinggalan kita. Ketika Pertamina masih sibuk dengan tabung gas dan distribusi minyak tanahnya, Petronas telah berinvestasi trilliunan rupiah untuk sumber energi baru. Mudah-mudahan penemu sumber energi efektif baru berasal dari Indonesia dan penemuannya bisa membantu merupah mental dan citra Pertamina. (Mr. Nugroho)
  • Bertemu. Alhamdulillah, genap 20 hari kami berpisah dan pertemuan hari itu merupakan salah satu saatpaling berbahagia yang pernah kami rasakan. Terima kasih kami yang sebesar-besarnya untuk semua teman-teman yang menjadikan 20 hari ini lebih ringan, lebih bermakna, dan menjadi sebuah perjalan berharga untuk kami. Ketika bertemu ada ribuan rasa dalam dada namun kadang bingung untuk mengatakkannya. Ketika tangan kami bertemu – semuanya menjadi satu dan tak ada cukup kata untuk mengungkapkan betapa kami sungguh bahagia. Alhamdulillah. (Kel. Nugroho)
  • Ayam bakar bumbu santan. Sebagai sedikit ungkapan terima kasih, kami mengadakan acara piknik bersama, dengan menu ayam bakar bumbu santan (resep ada di ruang makan) dan sate sayuran. Di temani cuaca hari itu yang lumayan cerah, Alhadulillah kami semua bisa berkumpul bersama. (Kel. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Efek samping seorang suami

Ada sebuah artikel menarik yang membahas efek “suami” terhadap beban kerja rumah tangga seorang istri. Artikel tersebut di muat di Reuters awal bulan ini dengan judul: Husband create 7 hours of extra housework a week. Artikel tersebut merangkum hasil penelitian di Amerika yang menyatakan bahwa ketika seorang wanita memutuskan untuk menikah (bersuami) mereka umumnya juga “diberkahi” rata-rata 7 jam tambahan beban kerja rumah tangga (misal: beres-beres). Tambahan beban kerja ini bahkan semakin parah dengan hadirnya seorang anak. Karena penelitian tersebut dilakukan di Amerika di mana umumnya pekerjaan rumah tangga sudah dibantu alat-alat modern, kita bisa berargumentasi bahwa para ibu rumah tangga di Indonesia mungkin mendapat tambahan beban kerja lebih dari 7 jam setiap minggunya. Dalam artikel tersebut juga disebutkan bahwa seorang pria yang memutuskan untuk menikah umumnya “kehilangan” satu jam beban kerja rumah tangga.

Saya pribadi relatif setuju dengan hasil penelitian tersebut. Semenjak menikah Saya semakin jarang beres-beres kamar, Saya juga semakin jarang cuci piring. Sebaliknya, Ayang (Istri) semakin sering beres-beres segala macem. Semenjak menikah kami berdua telah berkomitmen bahwa pekerjaan rumah adalah HAK kami berdua, bukan suatu KEWAJIBAN. Karena pekerjaan rumah tangga tersebut adalah HAK, maka kami bisa memutuskan untuk melakukannya atau tidak sama sekali. Kebetulan Ayang yang selalu paling semangat untuk mengambil HAK-nya.

Membaca artikel di atas dan apa yang kami lakukan dalam rumah tangga kami, seorang suami bisa dengan mudah dituduh sebagai biang onar (tukang biking acak-acakan) dan mahluk egois…. mungkin ada benarnya. Tapi ada satu sisi yang tidak sempat dibahas dalam artikel tersebut, yaitu perasaan seorang istri ketika melakukan pekerjaan rumah tangga. Saya hanya memiliki 4 sampel data, Ibu, Mamah, Bibi, dan Istri tercinta, walau kadang pekerjaan rumah tangga memang berat, umumya mereka semua menikmatinya. Banyak penelitian menyatakan bahwa ketika kita melakukan suatu pekerjaan yang bisa kita nikmati, seberat apapun perkerjaan itu, dan sebanyak apapun jam kerja yang mesti dijalani, hal tersebut jauh lebih menyenangkan dari pada menjalani satu jam pekerjaan yang kita benci. Jadi mungkin sebenarnya para wanita tidak begitu peduli dengan tambahan 7 jam kerja tersebut, karena mungkin mereka sangat menikmatinya.

Terlepas banyak penafsiran yang bisa diambil, hasil penelitian tersebut mengingatkan Saya bahwa Saya harus lebih giat bekerja, belajar bekerja, dan bekerja bersama dengan istri tercinta.

Ayang…terima kasih!

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 16 2008!

18 April 2008

Weekend ini adalah weekend terakhir tanpa suami tercinta. Ketika perasaan tak menentu hadir, ketika kami mulai menghitung waktu dan ingin segera bertemu. Minggu depan suami tercinta akan datang, dan kami akan bersama kembali.

  • Makan Karedok. Alhamdulillah hari Sabtu kemarin kami bisa berkumpul bersama, meskipun hanya dengan menu sederhana, ayam goreng, tahu goreng dan karedok. Udah lama gak makan karedok, jadi kebelet pengen. Biasanya kalo di Bandung, mamah yang suka bikinin karedok, karena sekarang jauh, yaa terpaksa bikin sendiri. Bumbunya pun cukup yang ada. Maklum di sini khan gak semua bumbu dapur tersedia, jadi harus bisa pintar-pintar menggunakan bumbu yang ada. Dengan bantuan om adit, mba anthi dan hui, Alhamdulillah karedoknya berhasil dibuat, mba anthi juga mendadak bikin biji salak, acara makan-makan pun terlaksana. Makasih Kel. Mas Made, Kel. Christian, adit, tante iyu dan Danke hui. (Mrs. Nugroho)
  • Guru Favorit. Mulai minggu ini saya harus kehilangan 2 guru favorit saya, rasanya sedih namun apa boleh buat belajar harus diteruskan, jadi harus mulai beradaptasi dengan 2 guru yang baru. Setiap guru mempunyai karakter sendiri dan mempunyai cara mengajar yang berbeda. 2 guru favorit saya, mempunyai dua cara mengajar yang berbeda dan 2 karakter yang sangat berbeda, tapi saya sangat menyukai mereka dan saya banyak belajar dari mereka. Vielen Dank Frau Ulrike und Frau Elke. (Mrs. Nugroho)
  • Tamu di tengah malam. Biasanya tiap malam selalu tidur lelap, tanpa gangguan apa pun. Tapi malam itu sangat berbeda. Ketika sedang tidur nyenyak, karena seharian banyak aktivitas yang dikerjakan, tiba-tiba terdengar sayup-sayup suara bel. Bertanya-tanya, apakah itu tadi benar suara bel? Apakah nyata atau bermimpi? Tapi suara bel itu tetap terdengar. Akhirnya coba bangkit dari tidur, sambil nengok ke jam, hah jam 1.30 malam. Coba berjalan menuju pintu, lalu melihat melalui lubang pintu siapa gerangan yang tengah malam memencet bel. Ternyata hui, hui lupa membawa kunci apartemennya, sehingga berniat tidur di Uni, namun karena hui juga tidak mempunyai kunci salah satu kantor di uni, penjaga uni pun melarang hui untuk tetap tinggal di uni, yang artinya harus pulang. Berhubung rumahnya sangat jauh dan saat itu sudah tidak ada kereta yang beroperasi, akhirnya numpang tidur di rumah deh :) (Mrs. Nugroho)
  • Oleh-oleh. Alhamdulillah diberi kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah di negeri Cina. Dibalik segala kenikmatan yang didapat dari mengunjungi tempat-tempat tersebut, ada tuntutan (moral) yang mesti dipenuhi: mencari oleh-oleh buat semua. Buat kami, oleh-oleh adalah representasi dari berbagi kebahagiaan dan adalah suatu kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa memberikannya pada orang-orang yang kita sayangi. Sayangnya, mencari oleh-oleh yang tepat tidaklah mudah, Alhamdulillah sudah hampir satu minggu ini mencari dan belum semua bisa terpenuhi :( (Mr. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Ketika Bertemu Kembali…

Jika sudah lama tidak bertemu dan ternyata dalam waktu dekat akan bertemu kembali, sepertinya berbagai perasaan berkumpul menjadi satu menjadi tak menentu. Perasaan senang, resah, gelisah semakin hari semakin kuat. Umumnya kita selalu mencoba menebak atau mengira-ngira apa yang akan terjadi nanti, apakah sesuatu akan berubah atau masih tetap sama seperti ketika terakhir bertemu.

Alhamdulillah di bulan ini saya berkesempatan bertemu kembali dengan 2 hal yang sudah lama saya tunggu : 1. Ujian dan 2. Suami tercinta.

Sudah beberapa tahun saya tidak perlu menghadapi yang namanya ujian. Dan ketika sekarang harus menghadapinya kembali, semua perasaan muncul menjadi satu. Senang karena akhirnya saya punya kesempatan untuk mengetahui sudah sejauh mana kemampuan saya. Tapi perasaan lain yang tidak menentu pun hadir. Tegang, resah dan gelisah. Meskipun sudah berusaha mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari, rasanya masih belum cukup.

Ketika tiba hari H, sebelum bertemu ujian, saya berusaha untuk memberikan penampilan yang terbaik. Mulai dari pakaian, menggunakan pakaian yang nyaman sehingga tidak menggangu proses ujian nanti. Makan, berusaha makan yang cukup sehingga tidak mengganggu konsentrasi ketika ujian. Datang lima menit sebelum ujian sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama dan jangan sampai kesiangan, karena akan menambah perasaan tegang dan tak menentu. Tidak lupa berdo’a sebelum ujian dan mohon do’a pada suami dan kepada orang-orang terdekat.

Ketika pada akhirnya soal ujian sudah berada di depan mata kita dan tiba saatnya mengerjakan soal-soal ujian, semua perasaan tak menentu tadi menghilang sedikit demi sedikit, karena harus berkonsentrasi dengan soal-soal ujian tersebut. Alhamdulillah, saya sangat menikmati proses menjawab soal-soal ujian tersebut. Meskipun kadang terasa sulit, tapi tetap berusaha memberikan yang terbaik.

Mungkin perasaan tersebut tidak akan terlalu jauh berbeda ketika kita akan bertemu kembali dengan seseorang yang kita sayangi. Berbagai perasaan tak menentu akan hadir, namun ketika bertemu, saya yakin, lambat-laun perasaan tersebut akan menghilang, dan berganti dengan perasaan senang dan bahagia. Insya Allah sebentar lagi saya akan bertemu dengan hal yang telah lama saya nanti : suami tercinta. Sayangnya kadang suami tercinta jauh lebih sulit dimengerti dari semua soal ujian yang pernah saya temui, tidak peduli seberapa banyak persiapan yang telah saya lakukan, tampaknya tidak pernah cukup, komplain selalu saja bisa hadir tiba-tiba. Seperti juga ujian, Alhamdulillah (walau tidak pernah terbiasa) saya berusaha menikmati semua komplain-komplain tersebut. Meskipun sulit, tapi saya tetap berusaha mendengar semua komplain dengan baik.

Filed under: tulisan mama

Alhamdulillah Weekend 15 2008!

11 April 2008

Minggu ini kami belajar tentang kesabaran, sabar ketika harus sendiri, sabar menunggu deringan telefon, sabar menunggu e-mail yang mungkin akan datang dan sabar ketika menunggu hasil ujian.

  • Ujian. Hari Sabtu yang lalu yang harusnya pagi-pagi bisa bangun agak siangan dan berleha-leha di rumah, ternyata tidak mungkin untuk hari itu. Pagi-pagi sekali harus bangun, mandi, siap-siap, gak lupa sarapan -kebetulan makanan hasil acara dadakan kemaren masih banyak, jadi yang biasanya cuma makan roti, hari ini bisa lebih bergizi. Dengan berbekal do’a dari semua, akhirnya pergi juga menuju Bibis. Sampai Bibis cari kelas dan cari tempat duduk yang strategis supaya bisa mendengar dengan baik -karena ujian bahasa. Alhamdulillah akhirnya beres juga ujian yang terasa sulit dan agak menegangkan, maklum udah lama gak ketemu yang namanya ujian. Hasilnya baru keluar hari jum’at depan. Deg2an deh. (Mrs. Nugroho)
  • Makan 2x setelah Ujian. Setelah selesai ujian, meskipun belum tahu hasilnya baik atau jelek, acara makan-makan tetep harus ada dan jangan sampai tertinggal. Temen kursus yang kebetulan hari itu tidak ikut ujian, berbaik hati menyiapkan makan siang. Alhamdulillah setelah penat dengan ujian, bisa mengistirahatkan pikiran dengan makan ikan bandeng yang sedapp. Danke Wanpen und Hui. Karena keasyikan bercanda ria, lupa kalo sudah waktunya pulang, karena langit sudah mulai hitam. Tapi ternyata perut sudah terlanjur memanggil kembali untuk diisi, akhirnya makan malem dulu deh baru pulang. Jadi dapet makan 2 kali :) (Mrs. Nugroho)
  • IKEA dan banyak minum. Hari ini nganter om adit bersama kel. Wiryana ke IKEA. Toko yang satu ini meskipun bukan toko makanan melainkan toko mebel tapi tetep enak, tentunya buat dilihat :) . Pasti tergiur deh dengan barang-barang yang dipajang di sana. Dan klo mo jalan-jalan di sana, gak cukup sebentar, bisa lupa waktu saking asiknya liat barang2 di sana. Setelah lama berjalan, enaknya istirahat dulu di restorannya sebentar sambil makan kue 1 € yang kata mas made ‘hati-hati’, soalnya banyak kalorie-nya. Uniknya di restoran ini klo kita punya kartu IKEA Family (bikinnya juga gratis) bisa minum sepuasnya dan apa aja. Jadinya om adit bolak-balik deh ngambil minum, taunya pas di rumah gak enak perut. hehe, gak ridho kali yang punya. :) (Mrs. Nugroho)
  • Hasil Ujian. Hari yang dinanti akhirnya tiba juga, hari ini diumumin hasil ujiannya. Deg-degan, suasana di kelas jadi gak jelas, karena semua penasaran dengan hasil ujian. Akhirnya semua murid dikumpulin di satu ruangan dan yang berhasil lulus ujian namanya dipanggil satu per satu. Setelah menunggu, dengan harap-harap cemas, akhirnya dipanggil juga. Alhamdulillah lulus. Kebetulan ada satu murid yang juga dari Indonesia, Putu kepanggil juga. Alhamdulillah. Makasih honey, ibu bpk, om bibi, mam pap dan smua yang slalu mendoakan. (Mrs. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Alhamdulillah Weekend 14 2008!

6 April 2008

Ketika perasaan sedih sekaligus senang dan kangen bersatu mengiringi hari-hari kami, ketika kami harus membiasakan diri tanpa kehadiran satu sama lain, ketika acara makan-makan dan jalan-jalan memadati jadwal kami, ketika kejutan menghadiri hari-hari kami, dan ketika tagihan telefon menaik tajam, Alhamdulillah minggu ini usia pernikahan kami bertambah. ‘Happy Anniversary yang ke-2′

  • Gado2 dan Siomay. Alhamdulillah hari minggu yang lalu honey lagi pengen gado2 dan kebetulan mas made juga bikin siomay. Cocok nih, bumbunya khan sama. Kebetulan juga udara di Bielefeld sangat cerah, jadi bisa bersepeda, meskipun cape juga karena nanjuaakkk. Akhirnya, gado-gado naik sepeda ketemu siomay diguyur bumbu kacang, masuk perut, kenyang dehh :) . Makasih Mas Made, Mba Anthi dan Dhava. (Kel. Nugroho)
  • Nganter honey. Jadi juga honey pergi ke Cina, pengennya sih ikut tapi gak bisa, akhirnya cuma bisa ikut nyampe bandara. Untungnya pasukan pengantarnya banyakan, jadi gak terasa sedihnya waktu ditinggal honey dan gak ada acara muntah-muntah :) . Plus sempet jalan-jalan dulu di Köln, malah sempet lupa kalo honey udah di atas sana. Makasih Mas Made, Mba Anthi, Dhava dan Adith. (Mrs. Nugroho)
  • 2 April 2008. Hari pertama ditinggal honey, gak ada nafsu makan, jadinya cuma makan roti tawar 1 biji, padahal butuh tenaga yang cukup buat naik sepeda -khan udah gak punya tiket. Alhamdulillah tenaganya masih cukup buat naek sepeda nyampe tempat kursus, belajar di tempat kursus dan pulang lagi naik sepeda. Nyampe rumah laper donk. Gak disangka, Alhamdulillah di atas meja makan udah ada Croissant dan bunga. Langsung deh disantap sambil nyariin ‘tersangka’. Makasih honey dan kurir terhebat om Adith -pake pura2 gak tau lagi. Hari ini genap 2 tahun usia pernikahan kami. Meskipun harus sendiri tanpa honey, tapi ada bunga yang menemani dan ada yang berbaik hati masakin. Makasih om Adith dan Om Ican. (Mrs. Nugroho)
  • Maglev. Alhamdulillah, akhirnya tiba juga di Shanghai. Dijemput salah seorang teman baik, Saya juga berkesempatan merasakan Maglev (Shanghai Transrapid). Salah satu kereta komersial tercepat di dunia, yang menghubungkan Pudong Internasional Airport dan Longyang Road Metro Station. Sayang, saking cepatnya, jarak yang lumayan jauh tersebut hanya memakan waktu 5 menit. Dengan tiket seharga 50 ribu rupiah (50 Yuan) rasanya 5 menit terlalu sebentar. (Mr. Nugroho)
  • Shanghai. Kalau boleh memilih antar tidur di hotel di Shanghai dan tidur di atas karpet di Bielefeld, tanpa pikir panjang, Saya akan pilih tidur di karpet. Shanghai adalah kota yang menarik tapi akan selalu kalah menarik jika dibandingkan dengan kota di mana Ayang berada! (Mr. Nugroho)
  • Sayap ayam. Hari ini Hui mengajukan diri untuk ikut masak di rumah, Seneng donk dan gak mungkin ditolak. Meskipun agak kerepotan karena gak terbiasa dengan kompor dan alat masak yang terbatas, tapi ternyata tidak mengurangi nikmatnya sayap ayam bumbu kecap. Danke Hui und Wanpen. Rumah ini jadi gak sepi karena selalu ada makanan. (Mrs. Nugroho)
  • Kejutan sebelum Ujian. Alhamdulillah hari ini rumah kami kedatangan tamu-tamu spesial. Ditengah-tengah perasaan yang gak menentu karena besok harus menghadapi ujian, tiba-tiba om Adith dan rombongan dateng bikin kejutan sambil bawa makanan yang berlimpah. Kaget banget, bingung dan seneng banget. Makasih banget temen-temen semua, om Adith, tante Iyu, om Ican, Mas Made, Mba Anthi, Dhava, tante Novie dan Upi. (Mrs. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey