Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Alhamdulillah Weekend 09 2008!

29 Februari 2008

Minggu ini sangat spesial, kami telah disibukkan dengan acara belanja, masak dan makan. Dalam seminggu ini tanpa disadari kami telah menerima dan menjamu tamu 3 kali di rumah mungil kami tercinta. Alhamdulillah, kami bisa sedikit berbagi, meskipun cuma makanan seadanya :) .

  • Filipe Birthday. Tanggal 23 Februari yang lalu, teman kami berulang-tahun dan mengundang kami untuk datang ke acara Ulang Tahun yang diadakan di sebuah Bar. Acaranya sangat sederhana, hanya minum sambil berbincang-bincang, buka kado dan makan kue ulang tahun. Tradisi yang sangat saya suka di sini adalah biasanya orang yang berulang-tahun tidak perlu membayar, justru teman-teman yang datang yang mentraktir orang yang berulang-tahun. Enak yaa. Jadi pengen ulang tahun terusss :) . Happy Birthday Filipe. Wish You All The Best. (Kel. Nugroho)
  • Undangan Pertama. Dalam rangka persiapan untuk acara makan malam hari rabu nanti dengan salah seorang Profesor, kami mengundang teman dekat kami untuk mencoba makanan kami. Kami ingin tahu apakah makanan yang kami buat cukup pas dengan lidah orang sini :) . Menu utama hari ini adalah ayam goreng mentega. Alhamdulillah semua makanan yang kami sajikan habis, entah karena lapar :) atau memang menu ini cukup pas dengan lidah orang sini. Thanks Filipe and Sven. (Kel. Nugroho)
  • Wawancara di Rathaus. Ternyata mulai tahun ini, untuk memperpanjang visa tidak semudah seperti tahun-tahun sebelumnya. Khusus untuk warga negara Indonesia dan beberapa negara lain yang dianggap berkaitan dengan ‘teroris’ harus melakukan wawancara dulu. Wawancaranya cukup lama, sekitar 40 menit, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan organisasi-organisasi yang dianggap berhubungan dengan ‘teroris’. Gak susah sih jawabnya soalnya ada tante Iyu, makasih tante Iyu, tapi ngabisin waktu dan masih harus nunggu hasilnya selama sebulan :( Hmm. Kenapa yah Indonesia bisa masuk daftar ini? (Kel. Nugroho)
  • Dhava Birthday. Tanggal 26 Februari giliran Dhava yang ulang tahun. Herzlichen Glückwunsch zum Gebutstag Madhava. Meskipun gak ada undangan makan-makan, nekat aja dateng. Dan Alhamdulillah, dapet kue ulang tahun, hehe. Trus skalian deh pinjem alat-alat untuk acara makan malam ama Profesor besok. Makasih mba Anthi, tanpa piring-piring itu, reputasi eko bisa jelek, disangka tukang ngambil piring Mensa, padahal bener :) (Kel. Nugroho)
  • Undangan Kedua dan Bonsai. Akhirnya datang juga malam yang ditunggu-tunggu. Makan malam bersama Profesor Dawid. Alhamdulillah alat makan sudah lengkap, menu sudah disiapkan yaitu soto ayam, tinggal kursi belum ada. Om Ican, tetangga yang kursinya bisa dipinjem, ternyata pergi liburan gak bilang-bilang. Untung gak sengaja ketemu tetangga lain yang baik banget dan bersedia minjemin kursinya. Vielen Dank. Alhamdulillah acara makan malamnya berjalan lancar, meskipun sebelumnya kita udah deg-degan takut beliau tidak jadi datang. Dan Alhamdulillah kita dapet hadiah bonsai. Thank You so much Profesor Dawid. (Kel. Nugroho)
  • Undangan Ketiga. Karena makanan di rumah masih banyak dan kebetulan temen-temen ada waktu, ya udah spontan hari itu selesai kursus ajak Wanpen dan Hui ke rumah. Untung suami tercinta udah sempet nyiapin sebagian makanan, jadi gak perlu terlalu lama nyiapin makanan. Makasih honey. Alhamdulillah, temen-temen suka. (Mrs. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Perut Buncit

Ini tentang suatu fenomena luar biasa yang sedang pipit alami. Bisa dibilang ini adalah salah satu moment paling membahagiakan dalam hidup wanita.

Genap 3 bulan, 1 minggu, hasil perhitungan dokter dan bidan untuk usia kandungan pipit. Rasanya lamaaa… sekali melewati 3 bulan ini. Mungkin karena all day sickness yang cukup menyita perasaan. Kata ibu, dokter juga bidan, mual2 dan segala rasa yang gak enak akan ilang di 3 bulan. Setiap hari menghitung kapan 3 bulan itu tiba, pas dateng, rupanya mual belum ilang. Tapi karena sudah terbiasa, jadi yaa… santai aja. Sebenernya ditambah ”sickness” baru, pusing2 ajaib yang rasanya kaya melayang ke alam mimpi. Alhamdulillah, pas kena pusing begitu selalu pas di rumah, kalo di jalan, waduh… bisa dikira orang sakau deh. Allah memang pengertian, Alhamdulillah. 3 bulan lewat tanpa sickness lewat, akhirnya diri ini memutuskan untuk tidak lagi menghitung hari. Biarlah berjalan apa adanya, mau sicknessnya ilang atau gak, 9 bulan kehamilan ini harus dihadapi dengan ketangguhan! (semangat nih!!).

Yang menarik, yang menyenangkan buat pipit adalah, memandangi perut yang kian buncit. Kalo diliat, lucu sekali. Tapi masih malu kalo dipamerin ke orang2. Selama hidup, 23 tahun ini, belum pernah sekalipun perut ini menggembung besar, paling pas masuk angin, tapi cepet kempes setelah diurut ibu. Jujur aja, pit termasuk orang yang menjunjung tinggi idealitas tubuh (ehm!). Walau gak tinggi, setidaknya berat badan harus proporsional. Alhamdulillah sepanjang hidup itu bisa terjaga. Walau kata ibu, waktu kecil pit gendut juga. Tapi itu kan dulu, belum paham, namanya juga anak2, ga gendut ga lucu! Selama hidup, arti perut buncit buat pit adalah : bapak, dede dan sekarang ditambah mas eko ;p dan sekarang ditambah lagi, calon ibu muda nan lucu ini! Terbiasa dengan kondisi langsing (ceilah! Beneran langsing loh!), kadang ada sedikit rasa..gimana gitu waktu perut ini terus membuncit. Kalo pake baju (yang rata2 ”s”), keliatan deh! tapi pipi, tangan, kaki dan yang lainnya tidak ikut membesar… jadi terlihat tidak proporsional :( (ada yang bisa bilang gmn caranya mencapai bentuk badan proporsional saat hamil?). makanya jadi suka males keluar… (hehe, selain cuaca super dingin dan kekhawatiran terkena pusing ajaib tiba2). Tapi kalo dirumah, wah, rasanya pengen selalu memandangi perut, ngelus2. Semakin besar semakin bahagia, berarti anakku sudah mau besar, hehehe… kayak apa ya sekarang?<

Well, semuanya ini membahagiakan pastinya. Namanya ibu hamil, pasti perut buncit, pasti keliatan sama orang2, sisi baiknya, pasti diduluin dapet tempat duduk di bis :) hehe..So, buat yang selalu penasaran kayak apa kalo pipit gendut, sekarang dan berbulan2 kedepanlah saatnya tau. Pastinya tidak mengurangi paras manis nan imut ini, hahaha! Kan ibu hamil itu bercahaya, dilindungi banyak malaikat, insya Allah penuh berkah :)

Buat mas dan mba kanty, kalo penasaran liat pit hamil (kalo sempet tar dikirim foto), sementara ini lihatlah perut mas eko, gak jauh bedalah… paling perut pit masih lebih gak buncit, hihihi…
Doakan sang jabang bayi sehat sampai lahir yah…

Filed under: tulisan iyang

Alhamdulillah Weekend 08 2008!

22 Februari 2008

Alhamdulillah minggu ini kami berkesempatan untuk kembali mengunjungi Berlin dan menginap di ‘hotel’ istimewa yang sangat nyaman dan yang pasti selama menginap di jamin perut tidak pernah kosong. Terima kasih Pak Rubiyanto, Mba Siwi, Dita dan Fafa.

  • Olympic Stadium Berlin. Kebetulan harus ke kedutaan untuk perpanjang passport, kebetulan juga ada pertandingan Arminia Bielefeld lawan Hertha Berlin. Karena bobotoh ya sekalian aja nonton bola di Olympic Stadium Berlin. Stadion ini pernah dipakai untuk pelaksanaan final piala dunia. Stadion yang kapasitasnya sampai 70 ribu orang ternyata terlalu besar untuk pertandingan kali ini, penonton yang dateng hanya 32 ribu orang. Tapi tetep seruu, dan yang paling seru adalah gol terakhir yang sangat tidak diduga (2 menit sebelum pertandingan berakhir) dan yang masukin dari Hertha Berlin. Warga Bielefeld hari ini bersedih :( (Kel. Nugroho)
  • Imax 3D. Jarang-jarang kami bisa nonton 3D, karena hanya ada di Berlin. Meskipun udara saat itu saangaat dingin kami sempatkan juga untuk nonton 3D di CineStar Potsdamer Platz. Film Beowulf, film pertama yang khusus dibuat untuk 3D. Ini pertama kalinya kami bisa nonton 3D lebih dari 40 menit. Ternyata seruu dan sangat sangat menegangkan. Dan setelah nonton, capee deeh. (Kel. Nugroho)
  • Demo. Jum’at pagi terpaksa harus kesiangan ke tempat kursus, padahal berangkat dari rumah sudah tepat. Bt, harus menuggu kereta, juga melawan angin dan cuaca yang sangat dingiin. Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya datang juga, Alhamdulillah. Ternyata hari ini semua pekerja dan sopir kereta berdemo. Mudah-mudahan besok dan seterusnya gak ada demo lagi. Kalo ada, harus booking pinjem sepeda om Ican deh :) soalnya banyak yang berminat. (Mrs. Nugroho)
  • E-mail dan Sayang. Baru saja baca e-mail dari adinda adik tercinta, berikut sedikit kutipannya:
    • “….kita harus berjuang sampe tuntas. sampe kita gak punya apa2 lagi untuk kita pertahankan selain tawakal. dan satu hal yang selalu iyang inget, dan membuat iyang merasa bisa bertahan di segala situasi yang susah adalah tidak ada yang berubah dari bapak, ibu, mas dan dede saat iyang menjadi seperti apapun. menjadi gagal atau berhasil sama sekali tidak berpengaruh terhadap cinta dan sayang yang terbangun di keluarga hebat kita ini.”
    • “… Mas mau pulang, atau mau jadi ilmuwan tetap di luar negeri, atau bahkan mau jadi warga negara jerman sekalipun, ga ada yang berubah pada rasa kita. kita semua tetep sayang mas, sayang yang sama saat mas lahir ke bumi, sayang yang sama saat mas rangking 1, sayang sama saat mas mimpin tawuran, saat yang sama saat mas jadi playboy, sayang yang sama saat mas kurus atau mas gendut. sama, tidak kurang sedikitpun…

    Sayang – terima kasih buat e-mailnya. Mas sayang Iyang! (Mr. Nugroho)

  • Pasport-less. Hampir 4 hari tanpa passport WNI, harap-harap cemas melanda. Takut tiba-tiba ada razia, walau kata temen-temen saya punya wajah indo (asli), dan perawakan bule (bulat dan legam) Saya yakin kedua hal tersebut tidak akan bisa membantu Saya lolos razia :( . Semoga pasport tiba sebelum pak polisi bikin razia. (Mr. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Diet

Sampai saat ini Saya telah melakukan beberapa kali diet untuk mengurangi berat badan. Diet pertama Saya lakukan ketika kelas 2 SMP, dengan motivasi utama: untuk bisa mendapat pacar cantik nan jelita. Diet kedua Saya lakukan pada waktu kelas 2 SMU dengan motivasi utama: untuk mempertahankan pacar yang mulai banyak digoda. Diet ketiga Saya lakukan ketika semester ketiga masa kuliah, dengan motivasi utama: coba ngirit uang saku untuk nonton bola dan nelpon pacar tercinta. Diet keempat waktu sekitar tahun 2003, karena memang tidak punya apa-apa dan senantiasa rindu pacar nun jauh dimata. Diet terakhir Saya lakukan tahun lalu ketika celana yang cukup hanya tinggal satu-satunya dan mantan pacar mulai terkesima.

Kenapa Saya melakukan diet sampai berkali-kali? karena memang Saya tidak tahan. Mungkin memang itulah arti diet sebenarnya, DiET = Ditahan-tahan Engga Tahan juga. Setelah sekian lama menahan diri untuk tidak makan-makanan tertentu Saya biasanya akan tiba pada satu titik dimana Saya sudah tidak tahan lagi.

Buat sebagian orang penambahan berat badan bisa membawa efek samping positif, banyak teman-teman yang makin gemuk makin tanpan atau cantik, ada juga yang makin gemuk makin lucu dan menarik, buat Saya, efek samping makin gemuk adalah makin sulit pura-pura keliatan kurus.

Jika mengacu kepada standar kesehatan internasional, Saya sebenarnya harus segera memulai diet kembali. Berat badan saat ini adalah sekitar 69 Kg dengan tinggi badan sekitar 164 cm artinya Saya memiliki BMI (Body Mass Index) = berat badan (kg)/tinggi badan (m)^2 =25,66. Dari angka tersebut maka Saya bisa diklasifikan overweight atau kelebihan berat badan dan kalau mengikuti standar klasifikasi yang diterapkan di Singapura maka Saya bisa dimasukkan kedalam golongan orang-orang dengan resiko kesehatan moderate atau menengah.

Untungnya, Saya bukanlah warga negara Singapura. Saya tidak begitu yakin acuan yang sama bisa diterapkan untuk warga negara Indonesia, karena setahu Saya negara kita adalah negara yang adil, gemuk atau kurus umumnya sama-sama memiliki resiko kesehatan yang tinggi. Masalah penyakit jantung atau penyakit lainnya (yang biasanya berhubungan erat dengan kelebihan berat badan) di Indonesia sepertinya lebih berhubungan dengan status ‘tersangka’ . Semakin besar kemungkinan seseorang dijadikan tersangka suatu kasus korupsi, kurus ataupun gemuk, semakin besar resiko dia untuk ‘terkena’ (atau malah mencari-cari) penyakit-penyakit tadi.

Sebagai indikator untuk memulai diet, BMI adalah salah satu alternatif terbaik, selain mudah dan relatif akurat, kita bisa pura-pura tetap pada nilai normal (tidak butuh diet) jika memang dibutuhkan, misalnya jika kita sedang banyak makanan hasil berkunjung dari rumah teman atau ada banyak undangan untuk makan. Dan didasari oleh pemikiran-pemikiran di atas, maka saya memutuskan bahwa Saya akan segera memulai diet Saya berikutnya jika BMI Saya telah mencapai nilai 26. Jika teman-teman ingin memotivasi Saya untuk diet, maka Saya persilahkan untuk sering-sering mengundang Saya makan, kapanpun dan dimanapun!

sumber gambar: http://www.answer.com

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 07 2008!

15 Februari 2008

Minggu ini kami diingatkan kembali untuk lebih bersyukur atas segala karunia dan keindahan yang telah Allah berikan. Kami juga belajar bahwa bunga dan coklat sebagai tanda kasih sayang adalah pilihan terbaik.

  • Ngajak Dhava Jalan-jalan. Hari Minggu lalu cuaca cukup cerah, diiringi kicau burung (dan kicauan suami) kami coba bikin Risoles, Alhamdulillah ternyata gak susah dan hasilnya cukup memuaskan. Bermodalkan risoles kami coba cari makan siang gratis :) . Akhirnya dapet juga, rumah Kel. Wiryana setuju untuk menerima kami yang mulai lapar, sekalian bersilaturahmi dengan Om Wayan dan Tante Rai. Udara di luar ternyata bener-bener menggiurkan untuk berjalan-jalan, setelah kenyang makan siang akhirnya kami coba rayu Dhava untuk menemani kami berjalan-jalan . Setelah berkali-kali bertanya baru deh Dhava mau diajak jalan-jalan. Kami putuskan untuk jalan-jalan ke Tierpark, ternyata warga bielefeld lainnya juga pergi ke sana, penuuh sekali. Tapi seneng bisa menikmati udara cerah di luar rumah meski harus lari-lari ngejar anak yang satu ini :) (Kel. Nugroho)
  • Guru Pengganti. Senin ini kami sekelas kebingungan, ada seorang ‘Oma’ di kelas kami, usianya sangat tua untuk seorang murid. Ternyata beliau adalah guru pengganti, karena guru kami sedang sakit. Dan ternyata juga, beliau masih mempunyai semangat yang tinggi untuk mengajar, beliau sangat energik. Jadi inget Papah, meskipun beliau sudah pensiun, tapi masih punya semangat yang tinggi untuk mengajar, bekerja dan berolahraga. Meskipun terkadang tangan atau kakinya sakit karena asam urat, tidak membuatnya berhenti beraktifitas. Hampir setiap hari beliau bermain tenis dan kadang-kadang masih bermain bola. Mudah-mudahan kita juga bisa memiliki semangat yang tinggi seperti mereka. (Mrs. Nugroho)
  • Nonton bareng pake beamer. Dapet berita dari honey, kalo nanti malam kita diundang nonton bareng di tempat Filipe. Ternyata gak cuma nonton, kami juga dapet makan malam, Alhamdulillah. Dari rumah kepikiran akan nonton di TV flat yang besar, tapi kho liat-liat sekeliling ruangan, gak ada tv. Ketika tiba waktunya nonton, teman kami mengambil kain putih dan ditempelkan di tengah ruangan, ternyata nontonnya menggunakan beamer. Kreativ juga. Tidak punya tv besar tinggal pake bemer. Honey jadi pengen juga tuh. (Mrs. Nugroho)
  • Valentine dan Udang. Di hari Valentine, honey coba bikin puisi, lihat di sini. Pulang kantor, langsung sibuk di dapur, dan gak boleh diganggu. Alhamdulillah, hari ini kami makan malam dengan menu spesial, sambal goreng udang (resepnya ada di Ruang Makan). Sudah lama tidak ketemu udang, jadi tak tau diri, makan sebanyak-banyaknya, padahal kapasitas perut terbatas. Akhirnya malam valentine sakit perut kekenyangan :) . Kesimpulan: Jangan pernah coba menunjukkan kasih sayang dengan udang, bunga dan coklat tetap pilihan terbaik. (Mrs. Nugroho)
  • Batagor dan Telebid . Hari ini coba bikin ‘batagor imitasi’ (kami sebut ‘imitasi’ karena gak pake ikan tenggiri, cuma tepung kanji dan ikan filet yang ada di supermarket ). Ajak tante iyu, om ican dan adith buat nyoba. Karena kelaparan abis juga deh batagornya. Sambil makan batagor, sambil nonton film komedi, Adit, dan Ican terpana oleh Telebid, (ulasannya bisa dilihat di sini), sebuah website ‘lelang’ barang baru dengan harga-harga yang sangat murah. Sibuk coba-coba sampe tengah malam tetap gak berhasil, tapi seru juga melihat perjuangan mereka. (Kel. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Mulai Pagi ini…

Kemarin Guru di tempat kursus bertanya : Selama perjalanan dari rumah menuju tempat kursus, apa saja yang pagi ini kalian amati?

Pertanyaan yang seharusnya mudah untuk dijawab, tapi ternyata cukup sulit untuk saya menjawabnya. Padahal baru 20 menit yang lalu, saya ke luar rumah dan pergi menuju tempat kursus. Sepertinya waktu yang 20 menit itu begitu cepat berlalu, saya lupakan dan terkubur begitu saja.

Saya coba untuk memutar kembali waktu 20 menit tadi. Begitu saya ke luar rumah, saya berjalan melewati taman yang ditaburi es, saya bahkan menginjak es tersebut, tapi saya tidak sempat mendengar bunyi langkah kaki ketika menginjak embun yang membeku dan tidak merasakan betapa luar biasanya bisa menginjak kristal-kristal es pagi itu. Ketika menunggu kereta, saya sempat melihat matahari, betapa matahari bersinar cerah pagi itu (di musim dingin – jarang bisa dapat matahari secerah hari itu), tapi saya tidak sempat merasakan keindahannya karena kereta begitu cepat tiba. Di dalam kereta, saya tidak sempat melihat sekeliling karena begitu sibuk membaca buku untuk persiapan kursus nanti. Mungkin saya melewatkan kesempatan untuk sedikit beramal, misal dengan memberikan tempat duduk untuk yang lebih membutuhkan atau sekedar senyum. Bahkan mungkin segala kesibukan tadi telah mengalihkan saya dari melihat teman yang juga berada pada kereta yang sama sehingga saya melewatkan kesempatan berharga untuk bersilaturahmi. Pagi yang indah, yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan lebih baik berlalu begitu saja.

Kadang kita terlalu sibuk dengan segala aktivitas rutin yang harus kita kerjakan, dengan target-target yang harus dicapai, dan mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan. Sehingga kita lupa untuk menyempatkan waktu untuk menyenangkan diri kita sendiri, bahkan untuk menyenangkan orang terdekat kita dengan senyuman (sedekah yang paling murah) pun tidak mampu. Kita sering lupa untuk bersyukur, bahwa hari ini kita masih bisa melihat dan merasakan keindahan ciptaan-Nya.

Mulai pagi ini, saya akan selalu mencoba menghirup udara pagi, melihat keindahannya, mendengarkan burung bernyanyi, mencoba untuk selalu memberikan senyuman dan mengamati segala sesuatu dengan lebih baik dan bijaksana.

Filed under: tulisan mama

Alhamdulillah Weekend 06 2008!

8 Februari 2008

Ketika ada pertemuan – akan ada perpisahan,

ketika ada tawa-akan ada sedih,

tetapi dalam semuanya Insya Allah selalu terbersit doa,

semoga Allah senantiasa meridhoi kita semua.

  • Detik-detik terakhir bersama Kel. Abdurrouf. Alhamdulillah, kami bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Kel. Mas Rouf seminggu ini. Makan siang bareng, maaf mba Yuni, waktu itu rebungnya kepedesan :) kirain gak pedes, soalnya yang nyobain suami tercinta yang udah kebal ama cabe. Makan malem pizza bareng, sampe perlu bantuan Om Christian buat nerangin gimana cara pake oven-nya om Ican, maklum nebeng. Sarapan roti bareng, ampe Biba ngabisin kejunya. Rasanya berat untuk melepas kepergian Kel. Mas Rouf ini. Gak bisa numpang makan lagi kalo males masak :) Gak ada guyonan khas Mas Rouf, gak ada Ifti yang suka nyerocos ngomong bahasa jerman dan aku gak ngerti, gak ada Biba yang banyak makan dan lucu. Makasih Mas Rouf, Mba Yuni, buat do’anya, bumbu-bumbu masakan dan semuanya, oya, aku coba bumbu rempeyeknya, enaak. (Kel. Nugroho)
  • Jalan-jalan di Köln. Dengan alasan untuk menghilangkan kesedihan setelah mengantarkan Kel. Mas Rouf -padahal pengen jalan-jalan aja-, kami sempatkan menghirup udara Köln di sore hari. Banyak diskon untuk pakaian saat itu, namun sayang tidak ada yang cocok dengan tubuh mungil ini :) ( sebenernya juga karena tidak dikasih budget buat shopping) akhirnya pulang hanya dengan membawa boneka beruang kecil khas Köln, lumayan untuk menambah koleksi. Cerita lengkapnya bisa di liat di sini (Mrs. Nugroho)
  • Mie ala Thailand. Salah seorang teman dari Thailand, tiba-tiba mengajak makan siang di rumahnya. Wahh, asik nih, tidak mungkin untuk dilewatkan. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya datang juga, semangkuk besar mie. Mie ini memang unik, mie yang digunakan mie yang berwarna putih dengan kuah ayam yang diblender, ditaburi dengan toge, daun pepermint, surawung dan potongan-potongan kecil kacang panjang. Mungkin agak aneh, seperti makan mie dan lalab, namun ternyata rasanya cukup enak. Sayangnya, tidak ada bakso dan kerupuk :) (Mrs. Nugroho)
  • Blog Desa Bielefeld. Akhirnya, kepala Desa kami, Bapak IMW memutuskan untuk melakukan promosi agresif melalui blog. Pilihan penggunaan blogdetikcom memang mencerminkan kearifan Bapak Kades kami. Blogdetikcom kabarnya menjadi tempat nge-blognya para selebritis nasional kita, dengan memanfaatkan blogdetikcom tampaknya Bapak Kades berharap masyarakat desa Bielefeld lebih gaul dan minimal bisa termotivasi untuk tetap mengikuti gosip terbaru :) . (Kel. Nugroho)

Filed under: alhamdulillah

Ada Niat Ada Hasil, Niat Baik=Hasil Baik?

Belakangan ini Alhamdulillah diberi kesempatan untuk banyak merenung dan memikirkan beberapa hal dengan lebih hati-hati. Pekerjaan yang saat ini sedang dijalani telah tiba di suatu persimpangan, jalan yang satu terlihat begitu sulit dan dipenuhi warung kopi sepi sedangkan jalan yang lain terlihat begitu sesak, macet, dan dipenuhi ‘pak ogah’ dimana-mana.

Waktu yang digunakan untuk merenung telah menjadi bahan bakar untuk mesin serakah, yang semakin menggelora ingin mencoba melalui kedua jalan tadi, mencoba menyelesaikan riset sampai tetes kopi terakhir dan mencoba memulai usaha sampai uang receh terakhir. Berbekal keyakinan bahwa niatan baik akan berhasil baik, ditambah pengalaman dan wawasan minim (ini bisa dilihat sebagai hal positif, wawasan minim = modal ‘nekat’ tersedia), maka diputuskanlah untuk mencoba melakukan kedua hal tersebut pada waktu yang bersamaan. (Sangat) Pelan dan (sangat) tidak pasti, riset terus digeluti dan berbagai peluang bisnis juga diayomi, yang didapat tiap hari adalah kurang tidur dan bingung tiada henti.

Dari apa yang dialami, jadi ingat salah satu artikel Stephen J. Dubner dan Steven D. Levitt di The New York Time mengenai Law of Unintended Consequences, yang intinya mengungkapkan bahwa suatu keputusan (hukum/peraturan) yang sebenarnya memiliki niatan baik kadang malah meleset dan memberikan suatu hasil/konsekuensi yang bertolak belakang. Salah satu contoh yang mereka ungkapkan adalah peraturan di Israel yang mewajibkan para pemberi hutang untuk menghapus (sebagian) hutang mereka pada tahun ke tujuh (sabbatical year). Hukum tersebut bermaksud baik, mencoba membantu masyarakat miskin yang terlilit hutang dan untuk memotivasi mereka untuk terus berusaha keluar dari garis kemiskinan. Namun yang terjadi adalah para pemilik dana kemudian coba menghindari hal tersebut dengan hanya memberi pinjaman pada tahun-tahun awal setelah tahun ketujuh (sabbath), sehingga pada tahun-tahun akhir dimana banyak masyarakat miskin yang sebenarnya sangat membutuhkan dana mengalami kesulitan dan kehidupan mereka menjadi semakin sulit.

Dalam ruang lingkup yang lebih kecil (keluarga/pribadi), Alhamdulillah siapapun kita, umumnya dalam membuat suatu keputusan senantiasa dilandasi dengan niatan/tujuan yang baik – apalagi ketika hal tersebut merupakan suatu keputusan yang besar/sulit. Khusus untuk kasus Saya, keputusan untuk coba menjalani dua hal besar sekaligus Insya Allah didasari niatan baik, untuk mensejahterakan keluarga dan mengoptimalkan segala karunia yang ada. Harapan Saya bahwa keputusan yang Saya ambil bisa memberikan hasil yang baik sangat besar, namun ternyata the law of unintended consecuences berlaku untuk hal yang saya putuskan. Saya tidak pernah menyangka bahwa keputusan yang telah Saya buat telah menimbulkan beberapa hasil/konsekuensi yang sangat bertolak belakang dari tujuan keputusan tersebut, membuat khawatir seluruh keluarga dan menyia-nyiakan banyak karunia yang ada. Keputusan untuk mecoba menjalani dua hal besar sekaligus telah mempengaruhi pola keseharian Saya, pikiran yang bercabang membuat semakin sulit untuk berkonsentrasi dan otomatis riset menjadi macet, macetnya riset membuat pikiran bingung dan semakin sedikit kontak dengan teman-teman, semakin sedikit kontak membuat semakin banyak peluang bisnis menghilang … semakin hari semakin sibuk tanpa arti, lebih banyak bingung sendiri, dan yang lebih parah – semakin sedikit waktu untuk sekedar mengungkap sayang pada istri.

Ketika kita mendapat hasil/konsequensi yang sama sekali bertolak belakang dari apa yang kita harapkan, mungkin hal tersebut sebenarnya merupakan peringatan atau tanda bahwa ada hal/proses yang salah. Dalam banyak situasi (termasuk contoh dalam artikel di atas) yang salah bukanlah pada niatan atau keputusan (hukum) yang dibuat, melainkan pada pelakunya atau pada proses keputusan tersebut dijalankan. Dari apa yang dialami, jadi ingat nasehat ibu bapak: niatkan dengan baik, putuskan dengan tenang, lakukan dengan riang, dan senyumlah (apapun hasilnya). Saya telah lakukan dua yang pertama tapi Saya telah lupa dua yang terakhir, mungkin keteledoran Saya melakukan dua hal tersebut telah membuat the Law of unintended consecuquences berlaku pada kasus Saya.

Mungkin sekarang adalah saatnya bagi Saya untuk belajar melakukan segalanya dengan riang dan diiringi senyum, karena Saya percaya, Insya Allah setiap niat baik yang dilakukan dengan iklas (riang) dan iringi tawakal (senyum) akan memberikan hasil yang baik.

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend 05 2008!

01 Februari 2008

Minggu ini merupakan minggu yang penuh dengan do’a, kejutan dan kado-kado yang indah.

  • Syukuran. Alhamdulillah, rencana kami untuk melaksanakan acara syukuran dapat terlaksana hari Sabtu kemarin. Ayam goreng serundengnya sukses dibuat, namun sayang nasi uduknya belum cukup memuaskan, karena ada kesalahan teknis ketika membeli beras. Alhamdulillah, meskipun begitu, suasana senang dan ceria tetap ada. Meskipun di luar sempat mendung dan hujan besar, namun di rumah kami, sangat cerah dan penuh kehangatan karena bisa berkumpul bersama. Terima kasih Kel. Abdulrouf, Kel. Wiryana, Kel Christian, Ican dan Adhit. (Kel. Nugroho)
  • Kejutan di Tengah Malam. Selesai acara syukuran sempat tertidur pulas di sofa tercinta, namun tiba-tiba tengah malam terasa kecupan hangat di pipi dan terdengar sayup-sayup lagu ‘Happy Birthday’ dari speaker komputer. Di depan mata terlihat seseorang berpakaian sangat rapi dengan jas dan sepatunya, yang kemudian menyanyikan lagu Happy Birthday dan seterusnya…(lihat di sini) Ibarat sebuah konser spesial. Honey bikin kejutan di tengah malam. Makasih sayang. (Mrs. Nugroho)
  • Ketika Ulang Tahun. Tanggal 27 januari kemarin adalah hari ulang tahun Mrs. Nugroho, sayang Mrs. Nugroho harus beristirahat di rumah karena tidak enak badan. Alhamdulillah, meskipun begitu ucapan selamat ulang tahun dari keluarga dan teman-teman telah memberikan semangat dan kebahagiaan yang tidak terkira. Meskipun tidak ada kue ulang tahun yang dihiasi dengan lilin, namun ada kue bolu coklat berbentuk beruang buatan Mba Anthi (Makasih mba, semua teman-teman dan my family). (Kel. Nugroho)
  • Warung Masa Depan. Minggu ini sempat bicara dengan beberapa teman unuk memulai usaha kecil-kecilan. Mudah-mudahan bisa segera terbentuk, sebuah warung kecil tempat semua orang bisa bertemu dan saling bersilaturahmi. Terima kasih buat semua teman-teman yang terus memberi dukungan dan bersedia membagi pengalamannya dengan kami (kel. Nugroho)
  • Bingung Kado. Seminggu ini bingung mau memberi hadiah apa untuk istri tercinta – walaupun sudah mengadakan konser tunggal, tetap Saja tidak sah kalau belum memberi kado. Akhirnya setelah mengamati E-Bay selama satu minggu dan membandingkan semuanya baik-baik, kado pun akhirnya didapat, paling murah, paling minimun, tapi mudah-mudahan bisa memberi manfaat maksimal untuk Honey dan keluarga kami berdua. Happy Birthday Princess (Mr. Nugroho)

Filed under: catatan

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey