Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Bingung Pake Baju Apa

Masalah klasik yang sepertinya selalu dialami saya dan mungkin beberapa wanita adalah ketika bingung mau pake baju apa. Jujur saja, dulu ketika saya masih bekerja, saya selalu kebingungan dengan hal ini. Ketika tiba hari jum’at, hari di mana semua temen kantor ceria karena boleh pake baju bebas, saya selalu bingung baju mana yang harus saya pakai, dan membutuhkan waktu yang lama sampai akhirnya memutuskan baju yang akan dipakai. Untungnya di hari-hari lain, kantor telah menyediakan seragam, sehingga tidak perlu kebingungan setiap hari untuk memilih baju. Ketika harus menghadiri undangan atau acara resmi lainnya, hal ini pun sering terjadi. Kadang kalau memang mendesak, saya meminjam baju kakak, saudara atau bahkan teman :) , tentunya yang mempunyai postur tubuh yang hampir sama dengan saya.

Mengapa hal ini terjadi? mungkin karena wanita selalu ingin terlihat cantik dan berpenampilan sebaik-baiknya, mungkin karena wanita juga tidak suka jika harus menggunakan baju yang sama pada satu acara dan acara lainnya, atau juga karena keterbatasan pengetahuan akan mode (seperti saya).

    Sebetulnya hal tersebut tidak perlu terjadi jika kita mau belajar sedikit tentang mode yaitu mengetahui bagaimana cara memadu-padankan koleksi baju-baju yang ada, baik dalam hal warna, atau memadu-padankan baju dengan aksesoris, sepatu dan tas (menurut para designer).

    Menulis semua hal di atas bukan berarti saya telah berhasil mengatasi permasalah saya dengan baik. Semenjak saya pindah kantor, dari kantor yang memberi saya seragam dan gaji tetap, ke kantor yang tidak jelas (kadang disuruh pake seragam – kadang nggak, kadang digaji -kadang nggak) masalahnya semakin kompleks karena faktor cuaca yang sangat berbeda dan tuntutan ‘teman sekantor’ (suami) yang kadang begitu mendadak dan banyak maunya.

    Dari puluhan ceramah yang diberikan oleh suami tercinta, saya juga sadar bahwa selain semua tips dan petunjuk ahli mode tentang warna yang sepadan dan assesoris yang sesuai ada hal lain yang sangat penting dalam memilih baju/pakaian, yaitu kita juga harus belajar memilih niat yang benar. Dalam memilih baju, kita harus mempunyai niat yang benar, bukan untuk dipuji orang melainkan untuk mensyukuri salah satu nikmat yang sudah diberikan pada kita. Semenjak itu saya coba untuk terus belajar dan mengingatkan diri sendiri, selama niat kita baik, warna baju memang sesuai (maching), dan baju yang dikenakan memang cocok dengan acaranya, Insya Allah penampilan tidak akan mengecewakan.

    Dan satu hal lagi, jangan sampai baju lama ditinggalkan begitu saja, sebaiknya baju yang sudah tidak terpakai disumbangkan ke orang-orang yang membutuhkan. Bukankah kalau mempunyai baju sedikit lebih mudah untuk memilihnya (dan lebih mudah mengajukan alasan untuk belanja baju baru ke suami tersayang)?

    Filed under: tulisan mama

    Happy Birthday!

    Happy Birthday to you…

    Happy Birthday to you…

    Happy Birthday my dear Princess….

    Happy Birthday to you.

    Berikutnya:


    Berikutnya:
    …….. pelukan hangat ………

    Filed under: alhamdulillah

    Alhamdulillah Weekend – 04 2008!

    25 Januari 2008

    Minggu ini, segala perasaan dan pikiran hadir dalam rumah kami. Dari kebahagian dan kegembiraan hingga kesedihan dan kekhawatiran. Semuanya menjadi warna hari-hari kami dan kami sungguh bersyukur diberikan kesempatan untuk merasakan segalanya.

    • Sofa Mama & Sofa Papa. Setelah hampir 3 bulan duduk berdua dalam satu sofa, akhirnya kami memutuskan untuk menambah sofa keluarga kami. Masing-masing dari kami sekarang telah memiliki sofa pribadi. Sofa mama akan menjadi tempat Mrs. Nugroho belajar dan menuliskan segala sesuatu bahasa jerman dan Sofa papa akan menjadi tempat Mr. Nugroho belajar dan menuliskan segala sesuatu dalam bahasa Ingris. Kami belum banyak bercerita di sofa pribadi kami, tapi Insya Allah suatu saat seluruh sofa yang kami miliki akan menjadi tempat ribuan cerita dan menjadi saksi jalinan persaudaaan yang indah, diantara kami dan teman-teman semua. (Kel. Nugroho)
    • Wenn The Richtige Kommt & The Bucket List. Weekend kemarin kami harus tinggal di rumah, karena cuaca pada saat itu (hujan terus menerus) sangat mendukung untuk bersantai dan duduk di sofa kesayangan kami. Alhamdulillah ada dua film yang mampu merubah weekend yang mendung menjadi lebih cerah, penuh senyum, dan tawa. Kedua film tersebut adalah Wenn The Richtige Kommt (film produksi Motorfilm Jerman) dan The Bucket List (film produksi Warner Bros Pictures Amerika). Kami sangat terkesan dengan kedua film tersebut dan menjadikannya bahan tulisan di sofa kami masing masing (lihat di sini dan di sini). (Kel. Nugroho)
    • 1000 kunjungan. Tidak terasa, sofa kami telah menerima 1000 kunjungan lebih. Adalah suatu kebahagian yang tidak terkira bagi kami berdua. Kami sungguh-sungguh berterima kasih atas kesediaan teman-teman semua mengunjungi sofa kecil ini. Sebagai bentuk kecil terima kasih kami, kami melakukan beberapa perbaikan di blog ini untuk memberikan lebih banyak kenyamanan untuk teman-teman yang datang berkunjung. Sekali lagi terima kasih banyak!
    • Rumah Sakit. Minggu ini kami memperoleh kabar bahwa Om terpaksa masuk Rumah Sakit. Kesedihan dan kekhawatiran melanda kami sepanjang hari. Alhamdulillah kami bisa melihat hal ini sebagai hikmah dan mengingatkan betapa kesehatan adalah salah satu kenikmatan terbesar yang perlu disyukuri, dengan menjaganya sebaik mungkin. Berolahraga, menjaga pola makan dan istirahat, bisa menjadi bentuk syukur yang efektif. Doa kami selalu untuk Om dan keluarga. Cepat sembuh Om! (kel. Nugroho)
    • Ayam serundeng. Weekend ini adalah weekend special. Akan ada ayam goreng serundeng, nasi uduk, semur telur, bihun goreng, perkedel kentang, dan emping goreng (resepnya bisa dilihat di Ruang Makan). Selain itu mungkin akan ada kado, nyanyian Ulang tahun, dan puluhan doa. Seseorang akan bertambah cantik, bertambah dewasa, dan sekaligus bertambah manja :) . (Mr. Nugroho)

    Filed under: catatan

    Selamat Datang Tamu-Tamu Istimewa!

    Alhamdulillah…

    Hari ini genap 72 hari kami duduk, bercerita, dan sedikit berbagi apa yang kami punya. Ketika tulisan ini dibuat telah tercatat ada 999 kunjungan yang kami terima di sofa kecil ini. Siapapun Anda yang berkunjung di hari ini, Anda semua adalah tamu-tamu istimewa kami!!!

    Angka 1000 mungkin bukan angka yang terlalu besar, namun bagi kami mendapatkan lebih dari 1000 kunjungan sangatlah berarti dan kami bermaksud untuk merayakannya dengan teman-teman semua yang berkunjung di hari ini. Oleh karena itu, kami mohon teman-teman yang berkunjung di hari ini bersedia memberikan alamat e-mail dan komentarnya di ruang tamu kami atau di bawah posting ini. Kami bahkan akan sangat-sangat berterima kasih jika teman-teman bersedia mengirimkan foto atau sekedar e-mail (alamat e-mail kami, bisa dilihat di Ruang Tamu).

    Semua komentar/foto/e-mail yang Kami terima hari ini akan kami cetak, kami bingkai dengan bingkai terindah yang kami mampu, dan akan kami simpan di tempat terbaik dalam rumah kecil kami (begitu selesai akan kami foto dan kami posting diblog ini secepatnya). Insya Allah, sekiranya nanti kami diberi kesempatan dan kemampuan, kami akan coba menemui secara langsung semua yang telah berbaik hati mengirimkan komentar/foto/e-mail di hari ini.

    Kami sungguh-sungguh berterima kasih kepada teman-teman semua yang telah telah bersedia meluangkan waktunya berkunjung ke sofa kecil ini. Tiada hadiah atau bingkisan yang bisa kami berikan sebagai ungkapan terima kasih, kami hanya bisa berdoa semoga kemurahan hati teman-teman dibalas Yang Maha Kuasa dengan limpahan kebahagiaan yang tiada habisnya!

    Kami yang tersenyum bahagia,

    Eko&Kanty

    Share on Facebook

    Filed under: alhamdulillah

    Ketika Hantu-Hantu Begitu Laku

    Jelangkung, Kuntilanak, Suster Ngesot, Hantu Jeruk Purut, adalah sedikit dari banyak hantu yang bergentayangan di dunia per-film-an Indonesia.
    Momentum pertumbuhan per-film-an Indonesia ditandai dengan dengan bergentayangannya kembali hantu-hantu lama dan diperkenalkannya beberapa hantu debutan. Mungkin dunia bisnis per-film-an kita memang harus didukung oleh banyak hantu – atau mungkin banyak rumah produksi kita yang berpikir: kalau film ingin laku, maka banyak-banyaklah menampilkan hantu!

    Saya sendiri bukanlah seorang pecinta film horor/teror. Film horor terakhir yang pernah Saya tonton dan tidak terlupakan adalah jelangkung, 20 menit duduk tegang dan bingung cari alasan buat kabur terhormat dari bioskop. Bagaimanapun juga, itu adalah pengalaman yang sulit dilupakan.

    Ketidakmampuan Saya menikmati film horor/teror tidak mengurangi apresiasi Saya terhadap film-film tersebut. Terlepas dari efek negatif/positif film-film horor di masyarakat, Saya selalu melihat film-film tersebut sebagai bentuk karya kreatif para pembuatnya. Tumbuh kembangnya suatu jenis film tentu tidak terlepas dari tuntutan pasar. Di Indonesia dan di berbagai belahan dunia lainnya film bergenre horor/teror terbukti memiliki segmen pasar yang cukup besar. Kebangkitan para hantu di dunia per-film-an kita bisa dilihat sebagai upaya kreatif para produser film untuk memanfaatkan segmen pasar yang ada.

    Pertanyaan yang menarik adalah: mengapa banyak orang tertarik untuk menikmati sesuatu yang menegangkan dan menyeramkan (negative feelings)?

    Satu penjelasan/teori yang diterima secara umum mengatakan bahwa perasaan lega yang diperoleh setelah mengalami sesuatu yang menegangkan atau menyeramkan adalah salah satu faktor yang mendukung banyak orang untuk mengkonsumsi perasaan-perasaan negatif tersebut. Teori lainnya mengatakan bahwa tiap-tiap orang mempunyai tingkatan toleransi perasaan negatif yang yang berbeda, perasaan negatif yang membuat seseorang tidak nyaman, bisa merupakan hal yang biasa atau bahkan menyenangkan bagi orang lainnya.

    Berdasarkan pengalaman Saya pribadi, Saya sangat setuju dengan penjelasan di atas. Ketika Saya berhasil kabur dari bioskop (setelah 20 menit yang menegangkan) Saya memperoleh perasaan lega yang luar biasa. Perasaan lega luar biasa itu Saya dapat dari 20 menit pertama sebuah film horor Indonesia, bayangkan bagaimana perasaan lega yang banyak orang dapatkan ketika selesai menonton keseluruhan film horor SAW. Saya juga setuju dengan teori kedua, karena Saya dan istri tercinta terbukti memiliki tingkatan toleransi yang berbeda. Film horor yang membuat Saya tegang luar biasa, umumnya malah membuat Honey tertidur nyenyak.

    Disadari atau tidak, sebagian besar dari kita memang memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi perasaan-perasaan negatif dan tingkatan toleransi kita terhadap perasaan-perasaan negatif tersebut mungkin merupakan cerminan apa yang kita hadapi dalam keseharian kita. Banyaknya hantu dan tokoh-tokoh seram yang bergentayangan di bioskop bisa menjadi suatu indikator bahwa tingkat toleransi perasaan negatif dari para penonton kita cukup tinggi. Tingkat toleransi perasaan negatif yang tinggi ini mungkin merupakan gemblengan kehidupan sehari-hari kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa teror, pemerasan, korupsi, dan berbagai ‘horor nyata’ lainnya masih merajalela di keseharian kita dan dibandingkan semua itu, film-film horor yang ada mungkin benar-benar menjadi hiburan penghibur lara.

    (Tulisan ini terinspirasi dari tulisan adinda pipit tercinta, yang lebih memilih makan buncis dari pada menulis naskah film horor)

    Share on Facebook

    Filed under: tulisan papa

    Alhamdulillah Weekend – 03 2008!

    18 Januari 2008

    Minggu ini adalah minggu ketika sepakbola jauh lebih manis dari coklat dan istri tercinta, juga waktu lahirnya seorang calon pengusaha muda. Sungguh begitu banyak kebahagiaan yang tercipta. Berikut rangkuman kebahagiaan kami minggu ini:

    • Hiking. Akhirnya hiking juga, naik bukit dan masuk ke hutan yang jaraknya memang tidak jauh dari tempat tinggal kami. Dari dulu ngajak Honey gak pernah mau. Entah ada apa, hari ini akhirnya bisa juga diajak hiking. Rencananya sih mau sambil joging, tapi tiba-tiba Honey nyuruh bawa sepeda, itu pun sepeda pinjaman dari om Ican (makasih om Ican), sebagai istri yang baik nurut aja. Karena masih winter, baju pun harus berlapis2 dan tidak lupa sarung tangan dan tutup kepala. Naik sepeda.. awalnya enak, karena jalanan di sini tidak terlalu berbukit. Namun begitu tiba di tempat yang dituju, ternyata jalannya kecil, nuanjakk, dan terjal, mau tidak mau harus turun dari sepeda dan nuntun sepeda pelan-pelan. Waah ternyata capeee.. Namun begitu sampai puncak, terasa lega, rasa lelah pun langsung hilang dengan melihat pemandangan yang cukup indah. Sempat dansa satu lagu di tengah hutan di puncak bukit :) it was wonderful! Alhamdulillah ketika pulang, kami boncengan sepeda berdua, makan siang enak dan pulang dengan selamat. (Mrs. Nugroho)
    • Schokoladenmuseum. Minggu pagi kami dibangunkan oleh telepon dari Kel. DR. Abdurrouf. Mereka mengajak kami untuk ikut ke Schokoladenmuseum (Museum Coklat) di kota Köln. Denger kata schokolade (coklat) kayanya menarik, namun ternyata bagi Honey sepakbola jauh lebih menarik dari coklat dan segala sejarahnya. Museumnya cukup menarik, bisa banyak makan coklat, dan bisa melihat bagaimana proses pembuatan coklat. Sayang, sebagai negara penghasil kakao (tanaman yang bijinya merupakan bahan dasar coklat) ketiga terbesar di dunia, Indonesia masih belum punya museum coklat, padahal coklat cap Ayam Jago (asli buatan Indonesia) pasti punya sejarah luar biasa. Terima kasih kami untuk Mas Rouf Sekeluarga. Oh ya yang mau liat foto-fotonya, ada di ruang keluarga (Mrs. Nugroho)
    • Oleh-Oleh. Salah satu teman kami baru tiba dari liburan akhir tahunnnya di Cili dan membawa beberapa oleh-oleh khusus untuk kami. Sungguh suatu bentuk perhatian yang luar biasa dan membuat kami malu karena kami tidak punya apa-apa sebagai ungkapan terima kasih kami. Dear Felipe, thank you for those lovely gifts! We are glad that you did not bring any steak – because Eko has to start his diet! (Kel. Nugroho)
    • Calon Pengusaha muda. Minggu ini, adik kami memberi kabar bahwa dia akan melakukan “ekspor” pertama dalam waktu dekat! Sungguh kabar yang luar biasa, adik kami menjadi seorang pengusaha muda. Adalah kegigihannya dan kemauannya untuk selalu berusaha dan belajar yang membuat kami bangga. Selamat buat Aa Tantan calon pengusaha pertama di keluarga ini. Jujur, sempet cemburu, soalnya dari dulu kita pengen buka usaha belom pernah bisa. Jualan petasan, abis dipake jajan; jualan susu murni, gak jadi; jualan di Gasibu, gak laku; tapi gak bakalan nyerah – Insya Allah kami tidak akan berhenti untuk memulai suatu usaha (bisnis) yang akan kami jadikan sebagai pengikat tali silaturahmi, sebagai tempat berbagi rejeki, dan tempat belajar tiada henti. (Kel. Nugroho)

    Share on Facebook

    Filed under: catatan

    Jika harus Pulang

    Terdampar di suatu kota kecil bernama Bielefeld, bisa dibilang susah-susah gampang. Waktu awal tiba, terasa susah karena belum mengetahui apa-apa. Apalagi orang-orang di kota kecil ini senang sekali bercakap-cakap dengan bahasa Jerman, suatu bahasa yang tidak pernah Saya ketahui sebelumnya (kalau mereka pake bahasa sunda mungkin akan jauh lebih mudah). Setiap saat rasanya banyak sekali hal yang perlu dipelajari, sepertinya di kepala kita terdapat segudang pertanyaan yang tidak pernah habis. Tetapi seperti kata pepatah “Ala bisa karena biasa, biasa bisa karena terpaksa”, maka setelah beberapa lama, semua kesusahan yang ada sedikit-sedikit berubah menjadi hal yang biasa bahkan menjadi sesuatu yang mudah.

    Akhirnya setelah genap 6 bulan 12 hari kemampuan beradaptasi tumbuh semakin cepat, baik dengan cuaca, orang-orang dan kebiasaan atau budaya kota kecil nan cantik ini. Bahasa bukan lagi kendala, Alhamdulillah malah menjadi suatu sumber ilmu baru. Ketika kita belajar bahasa baru, kita biasanya diberi banyak bonus pengetahuan lainnya – bahkan teman baru. Semakin lama semakin banyak hal yang bisa diperoleh, kepala masih dipenuhi banyak pertanyaan namun pelan-pelan jawaban juga ikut hadir mengisi. Semakin hari perasaan nyaman, aman, dan bahagia semakin deras menghampiri. Segala sesuatu di sini begitu bersih dan teratur, jarang terlihat kemacetan, dan semakin menyadari betapa banyak kemudahan yang diperoleh dengan berbagai fasilitas yang ada. Perbedaan budaya tetaplah kentara, tapi malah menjadi hikmah tak terkira. Semakin lama terdampar, semakin terpupuk rasa sayang dan enggan untuk meninggalkan kota kecil ini. Tak terasa kota kecil ini telah menjadi kampung halaman kedua.

    Minggu ini, bertambah pertanyaan di kepala: Bagaimana jika harus pulang tiba-tiba? akankah rasa nyaman itu tetap ada? bersediakah rasa aman itu tinggal lebih lama? dan apakah bahagia masih sudi menyapa?

    Mengutip kembali pepatah di atas “ala bisa karena biasa”. Jika harus pulang, sama halnya seperti terdampar untuk kesekian kalinya. Ketika terdampar pertama menjadi hikmah luar biasa, terdampar berikutnya Insya Allah menjadi hikmah yang sangat-sangat luar biasa, karena bagaimana pun juga tempat di mana seluruh keluarga berkumpul bersama adalah tempat terbaik untuk kembali, tempat yang akan selalu menerima kita apa adanya, tempat yang akan selalu memberikan kecerahan dan dipenuhi warna indah senyuman.

    Jika harus pulang….Alhamdulillah.

    Share on Facebook

    Filed under: tulisan mama

    Alhamdulillah Weekend – 02 2008!

    11 Januari 2008

    Setelah beberapa minggu dalam suasana liburan, akhirnya minggu ini harus kembali ke aktivitas rutin, yang artinya harus bangun pagi, sarapan roti (itu pun kalo keburu), jogging (ngejar kereta), dan berpisah dengan sofa indah di rumah sepanjang hari.

    • Herzlichen Glückwunsch Christian und danke schön MbakLiana. Alhamdulillah minggu kemarin, bisa kembali ngumpul-ngumpul di tempat mbak Liana dalam rangka syukuran Christian. Menu yang disajikan pun sangat menggugah selera, nasi kuning, ayam goreng, serundeng daging, perkedel, acar dll. Untuk rasa -jangan diragukan, hmm enaknya. Namun sayang, ada seorang yang tidak dapat hadir karena masih sakit gigi :) Kasian deh ayang! (Mrs. Nugroho)
    • Kembali ke kampus. Kembali ke ruang kerja ternyata tak semudah di kira – apalagi kalau pekerjaan belum ada hasilnya :( Alhamdulillah, walaupun gigi masih cetut-cetut, masih bisa setor laporan seadanya. Semua teman begitu baik – mengingatkan untuk ke dokter gigi, menceritakan secara detail betapa lezatnya masakan mbak Liana, dan mengirimkan cerita-cerita seram. Untuk dokter gigi mungkin belum waktunya – lagian kasian dokter giginya masih banyak pasien, takut ngeganggu. Jadi sampe saat ini masih bertahan dan berdoa semoga pada acara makan-makan berikutnya kembali siap tempur. (Mr.Nugroho)
    • Guru Baru. Tahun baru ternyata tidak cuma sofa kami yang baru, tapi ternyata dapat guru baru juga. Guru baru ini menambah pemandangan indah dan pengalaman baru bagi saya dan teman-teman. Guru baru kami cantik, muda dan energik. Alhamdulillah, mudah-mudahan bisa menambah semangat baru untuk belajar lebih baik. (Mrs. Nugroho)
    • Spielabend. Malam rabu kemarin, om Ican mengundang kami untuk makan malam dan bermain beberapa papan permainan khas jerman (Brettspiel) – karena ada acara bermainannya, malam itu biasanya dinamakan “Spielabend” (malam bermain). Spielabend biasanya memang rutin dilakukan oleh masyarakat di sini, bahkan di beberapa Universitas mahasiswanya sengaja mengadakan spielabend khusus, satu bulan 2 kali. Selain memang papan permainan di sini unik dan seru Spielabend juga sangat efektif buat silaturahmi dan mencairkan suasana apalagi ditambah menu makan malam bakso komplit, waah sedapnya, setelah sudah beberapa bulan tidak makan bakso, akhirnya bisa juga makan bakso lagi. Makasih om Ican, Novie, Iyu dan Adit (sang pendatang baru-selamat datang!). (Kel. Nugroho)
    • Hotdog Night. Dari dulu tiap liat orang makan hotdog suka pengen, tapi apa daya – kami punya selera daging yang berbeda dengan penjualnya. Alhamdulillah malam ini bisa bikin sendiri. Akhirnya Saya percaya kalau hotdog itu jauh berbeda dengan nasi goreng – soalnya setelah 2 porsi hotdog masih tetep lapar dan pengen nasi goreng. Kalau bikin nasi goreng, setelah 2 porsi gak mungkin pengen hotdog, yang ada paling pengen bubur kacang atau roti bakar. (Mr.Nugroho)

    Filed under: catatan

    Sofa Baru

    Tahun baru – sofa baru (maksudnya foto sofa di blog kami). Kadang kami gampang tersihir oleh kata benda yang dibubuhi kata “baru”. Ketika “tahun baru” kami tersihir meramaikan suasana dan keluar di malam yang dingin, ketika punya no “telpon baru” kami tersihir untuk membagikannya secepat mungkin, bahkan ketika dapet “karpet baru” dari pasar barang bekas (Jerman: Flohmark) kami tersihir untuk segera memakainya. Sepertinya apapun yang dibubuhi kata baru punya daya tarik khusus.

    Ketika Iphone diperkenalkan pada akhir Juni tahun lalu, ribuan orang berlomba-lomba untuk bisa membelinya. Ratusan bahkan rela mengantri berjam-jam untuk menjadi pemilik pertama “telpon baru” tersebut. Beberapa hari kemarin, berbagai media utama (Amerika) membahas kemenangan bang Barry Soetoro (aka Barack Obama), pada pemilihan awal kandidat presiden partai demokrat, Amerika. Banyak yang mengatakan bahwa kampanyenya yang menyuarakan perubahan dan menawarkan nuansa “politik baru” telah mampu menyihir hasil pemilihan tersebut.

    Mungkin sebenarnya bukan kata “baru” yang memiliki daya magis, melainkan pesona dari harapan dan perubahan ke arah yang lebih baik, yang diwakili oleh kata “baru” itulah yang telah memikat hati kami dan mungkin juga kebanyakan orang. Buat kami, tahun baru mawakili harapan baru untuk menjadi lebih baik, no telpon baru mewakili harapan kami untuk bisa lebih erat menjalin silaturahmi, dan karpet baru mewakili perubahan suasana rumah kami ke arah yang lebih baik.

    Berbekal keyakinan betapa berartinya suatu perubahan, maka kami mencoba menampilkan “Sofa baru”. Selain dari foto sofa impian kami yang baru, teman-teman juga bisa menemukan beberapa fitur baru di blog kami. Mulai minggu ini kami bisa sedikit menawarkan alunan musik jazz di Ruang Keluarga. Pada bagian “Quote of the week” kami akan mencoba menampilkan nasehat dan kata-kata menarik (quote) yang pernah kami baca, kami juga berharap teman-teman berkenan untuk mengirimkan berbagai quote yang teman-teman pernah baca/temui. Kami juga membuat bagian khusus “Comment of the Year 2007” yang pelan-pelan akan bertransformasi menjadi “Comment of the Month” dan mudah-mudahan bisa menjadi “Comment of the Week” sebagai ungkapan terima kasih kami atas segala komentar dan masukan yang teman-teman berikan. Setiap komentar dan masukan dari teman-teman adalah sesuatu yang sangat berarti bagi kami, oleh karena itu kami mohon kesediaannya tidak bosan menuliskan komentar singkat di sofa kami ini.

    Selamat menikmati sofa baru kami….!

    Filed under: tulisan papa

    Alhamdulillah Weekend – 01 2008!

    4 Januari 2008

    Waktu berlalu begitu cepat dan kami masih terlalu lambat. Masih banyak hal yang kami belum tahu dan masih banyak hal yang perlu kami pelajari. Alhamdullilah, Weekend pertama di tahun ini telah kami lalui dan selama satu minggu ini kami diingatkan kembali bahwa kami harus bekerja lebih keras lagi untuk memberikan yang terbaik, baik bagi diri kami sendiri juga untuk orang-orang sekitar kami. Insya Allah.

    • Kejutan di malam Tahun Baru. Tidak pernah menyangka bahwa teman yang baru saja kami kenal ketika liburan kemarin, tiba-tiba mengirimkan email dan mengabarkan bahwa mereka akan datang mengunjungi kami malam ini. Kami merasa senang sekali, karena kami sangat jarang mendapat tamu dari jauh. Terima kasih Farhana dan Ikhwan, kalian menjadi kejutan yang indah di tahun baru kami, semoga persahabatan yang baru kita jalin, tidak terputus begitu saja. (Kel. Nugroho)
    • Wajah Tahun Baru Bielefeld. Hari pertama tahun baru, kami mulai dengan berjalan-jalan melihat kota Bielefeld, yang ternyata pemandangannya tidak seperti hari-hari biasanya. Mungkin seperti kebanyakan penduduknya yang begadang semalaman, wajah kota kecil kami terlihat cukup berantakan. Sampah botol minuman, petasan dan bekas makanan berserakan di mana-mana. Tapi tak lama, terlihat banyak ‘penata rias kota’ yang mulai bekerja, dan tak lama wajah kota kecil kami pun kembali berseri. (Kel. Nugroho)
    • Back to school. Kemarin saya sempatkan untuk pergi ke Bibis (tempat kursus bahasa Jerman) untuk daftar ulang karena satu bulan kemarin pulang kampung. Selama perjalanan deg-deg-an karena bahasa Jerman yang belum begitu lancar, bingung apa yang harus dikatakan. Harap-harap cemas, apakah bisa loncat kelas atau tidak, kalau tidak berarti harus membayar lebih, tapi kalo bisa loncat kelas akan sedikit mengirit. Selama di kereta berdo’a dan mencoba merangkai kata apa yang terbaik untuk disampaikan. Alhamdulillah sampai juga. Setelah bertemu sekertaris Bibis, hanya dengan senyum, mengucapkan salam, sedikit berbincang-bincang tentang tahun baru seketika semua cemas hilang. Alhamdulillah ternyata salah seorang guru saya telah menitipkan pesan bahwa saya bisa ikut kelasnya lagi, berarti saya bisa loncat kelas. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, terima kasih semua guru-guru, teman-teman di Bielefeld yang sudah banyak membantu dan memberikan warna pada hari-hari saya. (Mrs. Nugroho)
    • Mediamarkt on Sale. Sepanjang minggu ini salah satu supermarket elektronik di kota kami melakukan promosi dan discount yang cukup besar. Selama empat hari mereka secara bergantian meniadakan pajak barang (19%). Untuk hari ketiga giliran komputer dan kamera yang dijual tanpa pajak. Dengan penuh harap: kami datang, kami lihat, dan (terus) kami pulang… tanpa satu barang pun. Ternyata walaupun telah dipotong 19% tak ada satu barang pun yang bisa kami beli, mudah-mudahan dalam waktu dekat mereka bersedia melakukan sedikit modifikasi pada angka discount mereka, bukan 19% tapi 91%. (Kel. Nugroho)
    • Sakit Gigi. Alhamdulillah, tiba-tiba pagi ini bisa merasakan sakit gigi. Selesai sholat Jum’at rasanya semakin parah, mungkin ini adalah cara terbaik untuk memulai diet awal tahun. Di balik sakitnya ternyata banyak hikmah yang didapat, diantaranya istri semakin perhatian, semakin mesra dan semakin rajin masak. Tapi kalau memang harus milih, saya lebih memilih sehat, ditemani istri perhatian dan mesra sekaligus dibuatkan masakan setiap hari. (Mr. Nugroho)

    Filed under: catatan

    Ayang di facebook

    Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

    Twitter-nya Ayang

    Honey di facebook

    Eko Nugroho's Facebook Profile

    Twitter-nya Honey

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.