Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Alhamdulillah Weekend!

30 November 2007

Alhamdulillah seminggu ini kami berada di Indonesia, berikut aktifitas kami selama seminggu ini :

  • LCCT. Kami sampai di Kuala Lumpur jum’at malam dan harus menginap di bandara karena sabtu subuh kami harus berangkat lagi menuju Indonesia. Persis seperti pengungsi :) Kami habiskan waktu dengan makan malam terlebih dahulu, kebetulan di bandara ada sebuah restoran bernama ‘Asian Kitchen’. Kami mencoba menu ‘Nasi Lemak’, makanan khas Malaysia yaitu nasi, rendang ayam, sambal goreng, beserta kacang & teri. Alhamdulillah rasanya enak dan cukup pedas, tapi kalau mau jujur, sepertinya nasi timbel Bandung lebih OK. (Kel. Nugroho)
  • AirAsia. Pertama kali naik AirAsia kami berdua bener-bener bersemangat karena pengen duduk di tempat terbaik (maklum sistemnya seperti bus damri, siapa cepat dia dapat). Kami adalah orang pertama yang datang ke tempat boarding, dan duduk di barisan pertama :) Tetapi ketika mau masuk pesawat, tersusul juga oleh orang lain, karena suamiku sibuk membuat foto pesawat airasia yang bergambarkan klub sepakbola favoritnya :) Tapi Alhamdullilah kita dapet tempat duduk yang lumayan di barisan tengah. (Mrs. Nugroho)

 

  • Kejutan untuk semua. Kami sengaja tidak memberitahukan mengenai rencana pulang kami kecuali kepada Piet dan Yhanuar (adik) yang kami minta untuk menjemput di bandara, ceritanya ingin bikin kejutan. Alhamdulillah rencana kami berhasil, Ibu-Bapak, Om-Bibi, Mam-Pap, Kakak2, semuanya sangat terkejut dan bahagia ketika bertemu dengan kami . (Kel. Nugroho)
  • Alergi. Udara di Karawang saat itu lumayan panas, berbanding terbalik dengan di Bielefeld. Kami harus bersusah payah melawan udara dan keringat. Kami menjadi mudah lelah dan harus mandi beberapa kali. Suamiku tercinta langsung gatal2 :) mungkin karena biang keringat dan juga alergi debu, karena pada saat itu rumah sedang direnovasi. (Mrs. Nugroho)
  • Kuala Lumpur. Setelah 3 hari di Indonesia, Saya kembali ke Kuala lumpur untuk menghadiri sebuah seminar. Naik AirAsia lagi, namun kali ini take off dari Bandung. Karena kerusakan teknis, pesawat delay hingga jam 17:00, dan baru tiba sekitar jam 20:00 waktu malaysia. Ikut nginep di tempat Kang Tata (nuhuuuun pisan akang!) sekalian nonton MU :) jadi gak sempet tidur semaleman. Besok-nya presentasi dengan mata setengah nutup :) Pulang seminar diajak keliling2 Kuala lumpur pake motor. Maksud hati pengen bikin foto dari atas motor, tapi karena kecepatan motor di atas 60 km/jam – cuma sempet bikin foto di depan toilet :) (Mr. Nugroho)

Filed under: catatan

Insentif

Mungkin sebagian besar dari kita pernah mendengar kata insentif. Dalam keseharian kita intensif ini bisa berupa banyak hal. Buat yang sudah bekerja umumnya kita langsung menterjemahkan kata tersebut sebagai “bonus” (Remunerative incentives), sedangkan buat yang lain mungkin bisa berupa pujian, perasaan bangga, dan kekaguman (Moral incentives). Sebagai contoh, saya sering mendapat insentif dari istri saya berupa makan malam hangat, jika saya bisa pulang tidak terlalu malam. Saya juga sering mendapat insentif kalau saya bersedia menjadi ahli pijat. Masih banyak contoh-contoh lainnya dan kita sadari atau tidak, lingkungan di sekeliling kita, keluarga, masyarakat, juga ajaran agama menerapkan berbagai sistem insentif untuk memotivasi kita. Bahkan belakangan ini isu mengenai insentif telah menjadi topik utama dalam berbagai riset dan pemberitaan. Contoh paling baru adalah salah satu artikel The Times pada tanggal 23 November kemarin yang membahas tentang diberlakukannya, untuk pertama kali, sistem insentif (Remunerative incentive) di lingkungan Vatikan. Dari sedikit uraian di atas, muncul pertanyaan: Sebenarnya kenapa sih insentif ini diperlukan?

Fungsi dari insentif adalah untuk memotivasi seseorang agar mau melakukan suatu hal yang diinginkan oleh si pemberi insentif. Dengan kata lain, pada dasarnya kita memang mahluk yang kurang motivasi, terutama untuk melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain. Jujur saja, bahkan untuk hal-hal kecil yang notabenya untuk kepentingan sendiri, seperti bangun pagi-pagi, Saya masih butuh insentif dari istri tercinta. “Insentif pagi” ini biasanya bisa berupa kata mesra, ciuman, tarik selimut, atau cuci piring dengan ribut, tergantung mood (mohon diperhatikan betapa puitisnya kalimat terakhir – mut-but -mood).

Saya tidak bisa men-general-isir bahwa semua orang butuh insentif untuk melakukan sesuatu, tapi tampaknya sedikit sekali orang yang akan menolak insentif yang efektif, apapun bentuknya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kalau kita belajar memberi insentif dengan efektif. Lalu bagaimanakah insentif yang efektif itu?

Insentif yang efektif minimal memenuhi 2 karakteristik berikut:

  1. menarik, dan siapun yang diberi insentif ini akan termotivasi untuk melakukan hal yang diminta
  2. menguntungkan, artinya pemberian insentif ini akan mendatangkan keuntungan, baik bagi si pemberi insentif maupun bagi orang yang diberi insentif.

Adalah hal yang tidak mudah untuk bisa menyediakan/menawarkan insentif yang efektif. Salah seorang yang Saya kenal sangat ahli dalam hal ini adalah ibu dan istri tercinta. Setiap senyum mereka, masakan mereka, dan kenyamanan untuk berada di dekat mereka, adalah insentif yang sangat efektif, dan untuk itu semua, bukan hanya sekali Saya sebrangi lautan luas di bumi ini.

Filed under: tulisan papa

Alhamdulillah Weekend!

23 November 2007

Weekend kali ini agak berbeda, karena kami tidak di Bielefeld. Alhamdulillah bisa pulang kampung :) Ini beberapa rangkuman dari hari-hari yang telah kami lalui sebelum dan ketika pulang kampung :

  • Turkish Wedding. Sabtu yang lalu kami mendapat undangan untuk menghadiri pernikahan adik teman kami yang berasal dari Turki. Acaranya cukup menarik namun kami sempat tersesat ketika menuju tempat resepsi. Teman kami selalu mengandalkan alat navigasi setiap bepergian, entah kenapa pada saat itu alat navigasi tidak berfungsi dengan baik, sehingga kami harus berputar-putar dan tidak menemukan tempat yang dicari. Namun setelah bertanya, akhirnya kami menemukan juga tempat resepsinya (jadi ingat pepatah ‘malu bertanya sesat di jalan’ ) dan tentu saja kami datang agak terlambat. Tetapi Alhamdulillah, acara belum dimulai. Resepsinya cukup menarik dan menakjubkan karena berlangsung dari jam 17.00 – 01.00 pagi, dan seluruh tamu rela menunggu sampai selesai. Acara dipenuhi dengan tarian, salah satu tariannya adalah Halay. Pengantin dan tamu menari bersama, kami pun ikut mencoba menari tarian tersebut, meskipun ‘kalang kabut’ :) . Acara puncak adalah ketika pengantin disemati hadiah (biasanya uang dan perhiasan) dari tamu yang datang. Setiap tamu yang datang disebutkan nama dan hadiah yang dibawa melalui pengeras suara. Kalau dilihat dari satu sudut pandang, sepertinya kurang sopan dan untuk tamu yang memberi sedikit mungkin akan merasa malu jika apa yang diberi harus disebutkan keras-keras, tapi jika dilihat dari sudut pandang lain menunjukkan adanya penghormatan kepada tamu dan adanya transparansi. Mungkinkah hal seperti ini diterapkan di Indonesia :) (Kel. Nugroho)
  • Wuppertal. Alhamdulillah, hari minggunya kami sempat jalan-jalan di Wuppertal, dengan menggunakan Schwebebahn. Awalnya exciting bisa naik kendaraan yang usianya sudah lebih dari 100 tahun (maklum baru pertama kali), tapi karena puter-puter kota selama kurang lebih 1 jam terus-menerus dengan Schwebebahn akhirnya pening juga :) (Kanty)
  • Doktor baru lagi! Selamat buat Mas Rouf dan keluarga. Walaupun perayaan doktornya sempat ternodai oleh kekalahan Inggris tapi Mas Rouf benar-benar bisa menunjukkan bahwa berbahagia di atas penderitaan orang lain adalah hal yang paling menyenangkan. Selamat sekali lagi. (Ucapan selamatnya dari Kel. Nugroho, sisanya dari hati pedih, perih, sedih, Eko)
  • Ratatouille dan Wii Abend. Salah satu teman baik kami, Sven, mengundang kami untuk makan malam dengan menu spesial yaitu Ratatouille dan bermain Nintendo Wii, rameeeeee! Kami bisa saling tinju dan masing-masing jatuh 2 kali. Setelah hampir 1,5 tahun menikah, kami akhirnya terlibat adu tinju juga dan sebagai seorang gentleman sang suami dengan penuh pengertian rela mengalah. (Kel.Nugroho, diedit seperlunya oleh Eko)

  • Selamat Ulang tahun Mas Made! Dikenal sebagai ahli linux Indonesia, pernah jadi coverboy salah satu majalah terkemuka (gambar di atas). Tapi kalau kita tanya para ahli TI lain, sepertinya image editing software telah banyak dilibatkan dalam menghasilkan gambar tersebut di atas :) Sekali lagi selamat ulang tahun, mohon maaf belum bisa mengirim hadiah apapun, selain doa dan permohonan acara makan-makannya bisa ditunda hingga kedatangan kami bulan Desember nanti. (Kel. Nugroho)
  • Emirates business lounge. Alhamdullilah Jumat pagi ini kami bisa menikmati sarapan di Dubai airport…makan sepuasnya :) (Kel. Nugroho)

Filed under: catatan

Mengapa wanita suka menggunakan sepatu hak tinggi?

Suamiku dengan mesra dan bingung pernah bertanya : Mengapa wanita suka menggunakan sepatu hak tinggi?

Spontan jawabanku saat itu, karena sepatu hak tinggi membuat wanita terlihat lebih seksi dan cantik. Percaya atau tidak memang itulah alasan yang sering muncul di benak kami kaum wanita. Kami merasa lebih percaya diri, lebih seksi dan lebih cantik dengan sepatu hak tinggi, dan khususnya bagi wanita yang merasa kurang tinggi (like me), sepatu hak tinggi ini berperan sangat penting untuk sedikit meng-upgrade tinggi badan :) .

Tidak bisa dipungkiri, sepatu hak tinggi ini mempunyai model dan bentuk yang bermacam-macam, sehingga sangat menggoda hati kami untuk membujuk suami (yang masih mau dibujuk) untuk membelinya. Namun dibalik berbagai modelnya yang menggoda ternyata banyak hal yang perlu kita perhatikan agar tetap bisa tampil seksi dan bebas pegal-pegal di kemudian hari.

Ada beberapa tips menggunakan sepatu hak tinggi agar tetap sehat, nyaman dan cantik :

  1. Gunakan model dan bentuk yang sesuai dengan bentuk kaki dan pastikan agar kaki tetap bisa bernafas. Jangan hanya berusaha memuaskan penampilan sampai-sampai melupakan kesehatan kaki.
  2. Hindari sepatu hak tinggi untuk acara-acara yang menuntut lama berdiri dan banyak berjalan. Jika memang harus menggunakan sepatu hak tinggi, lebih baik buka sepatu dan istirahat sebentar, bila kaki sudah mulai terasa pegal dan sakit.
  3. Hindari sepatu hak tinggi ketika menggendarai mobil, karena sangat berbahaya. Ada sepatu hak tinggi yang mempunyai multifungsi bernama Sheila’s Heels, yaitu sepatu yang bisa diubah dari berhak tinggi menjadi tanpa hak, hanya dengan memencet tombolnya.
  4. Hindari sepatu hak tinggi ketika hamil, karena akan membuat calon ibu lekas capek.

Saya sendiri hanya menggunakan sepatu hak tinggi ketika ada acara-acara penting dan resmi, selain itu saya juga merasa lebih nyaman, lebih mudah bergerak (terutama jika harus berlari mengejar kereta), lebih sehat dengan menggunakan sepatu kets :)

Kesimpulan untuk suamiku: wanita suka pake sepatu hak tinggi karena memang bisa bikin tambah seksi, jadi kalau Honey pengen istrinya tambah seksi …. beliin donk! :)

Filed under: tulisan mama

Alhamdulillah Weekend!

16 November 2007

Alhamdulillah udah hari jumat lagi. Berikut sedikit rangkuman dari minggu ini:

  • Selamat Jalan Om Djon. Semoga Allah menerima segala amal ibadah Om, mengampuni segala dosa Om, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Buat seluruh keluarga yang ditinggalkan semoga juga diberkahi kesabaran selalu. (kel. Nugroho)
  • Air Asia. Alhamdulillah kami punya kesempatan untuk mencoba penerbangan Air Asia Insya Allah minggu depan. Minggu ini Saya pribadi belajar kenal lebih dekat dengan Air Asia. Sempat baca web site -nya, sampai detail peraturan-peraturannya, terutama soal bagasi dan airport. Trus coba “Googling” buat cari second opinion, setelah “googling” sempet khawatir juga, sebab banyak yang komplain, baik tentang pelayanan maupun bagasi. Sempat bingung, terutama soal bagasi, karena rencananya bagasi akan penuh dengan buku :) . Tapi setelah dihitung-hitung dengan budget yang ada, Air Asia memang paling optimal (plus mereka ternyata sponsor Manchester United). Bismillah dan akhirnya kami punya tiketnya. (Eko)

 

novie.jpg

  • Happy Birthday Ms. Novieta Wibowo!!! Wanita yang cantik dan bersahaja, teman yang baik dan terpercaya, dan bagi siapapun yang masih bujangan…Novie ini calon istri setia yang luar biasa, asal jangan coba-coba bikin rumah berantakan! Semoga sehat dan bahagia selalu! Mohon maaf kami tidak bisa merayakan Ultah Novie, tapi kami sungguh berdoa untuk Novie! (kel. Nugroho)

  • Doktor baru. Selamat buat mas Avi yang minggu ini telah berhasil menyelesaikan risetnya yang sangat menarik dan memperoleh gelar Doktor dari Universitas Bielefeld. Semoga ilmu dan hasil risetnya bisa segera diaplikasikan di bumi tercinta dan membawa manfaat buat semua – Amiin. Pesan sponsor: biarkanlah Rafi mengejar mimpinya menjadi seorang pemain bola :) (kel. Nugroho)

  • Hari terakhir di Bibis. Alhamdulillah bisa belajar bahasa Jerman di Bibis (yang kata temen-temen, tempat kursus bahasa Jerman yang paling bagus di Bielefeld). Alhamdulillah jadi dapet ojeg sepeda dua minggu, tahu lebih banyak tentang bahasa Jerman plus dapet temen baru, plus dapet pinjeman buku dari temen baru, plus bisa minta dimasakin masakan Thailand, pokonya banyak plusnya… Alhamdulillah. Gurunya juga baik, sabar dan cukup perhatian dengan murid-muridnya. Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan bisa belajar lagi di sana. (Kanty)
  • Winter sudah pasti dingin. Jadi inget kata honey, gak ada cuaca yang buruk, yang ada salah kostum. Tips menghadapi winter : Pakai baju berlapis-lapis, pakai kaos kaki lebih dari satu, jangan lupa syal, kupluk dan sarung tangan. Nyalakan heizung/heater, buka jendela sesekali, supaya udara tidak terlalu kering. Matikan heizung ketika tidur, agar tidak merusak kulit, atau simpan air dalam panci, sehingga udara tidak kering. Gunakan lipbalm dan lotion/cream agar kulit tidak kering dan pecah-pecah. Banyak minum air putih. Terakhir, mengikuti saran dari Om Al Gore untuk hemat energi, manfaatkan heizung buat nganget-in kaus kaki dan jemur cucian :) – supaya energinya gak mubazir! (Kanty)

Filed under: catatan

Dari Sofa Untuk Semua

Alhamdulillah…. Akhirnya setelah tertunda selama hampir 1 bulan, kami bisa mulai belajar untuk menulis blog. Sejak lama kami berdua menjadi pembaca setia blog terutama blog-blog yang mengulas mengenai resep-resep makanan :) . Alhamdulillah dari berbagai blog tersebut kami bisa memasak berbagai makanan kesukaan kami dan juga bisa sedikit membagikan hasil masakan kami dengan teman-teman. Walaupun hasilnya tidak sesempurna gambar-gambar yang ditampilkan, tapi kami bisa menikmati suatu hal yang sejak lama kami inginkan bahkan kami juga berkesempatan untuk berbagi kebahagiaan itu dengan teman-teman dekat kami. Sungguh kami bedoa semoga Allah membalas para penulis blog resep masakan tersebut dengan limpahan rahmat dan karuniaNya, karena melalui mereka kami bisa belajar banyak dan berbagi sedikit kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar kami.

Sejak saat itu, kami melihat bahwa blog bisa menjadi media yang sangat bermanfaat. Bisa menjadi tempat berbagi yang efektif sekaligus tempat belajar yang menarik, sama halnya seperti satu-satunya sofa yang kami miliki di tempat tinggal kami. Oleh karena itu blog ini kami namakan sofa bedua : dari sofa untuk semua.

Melalui blog ini kami bermaksud untuk belajar berbagi segala hal yang bermanfaat. Kami juga berharap blog ini bisa menjadi media silaturahmi yang efektif, selain itu blog ini juga merupakan suatu bentuk ungkapan rasa syukur kami atas segala kesempatan limpahan rahmat yang telah Allah limpahkan kepada kami.

Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman semua yang telah meluangkan waktunya untuk membaca catatan dan tulisan kami berdua. Semoga Allah membalas kebaikan teman-teman semua dengan limpahan rahmatNya dan semoga teman-teman semua juga bisa memperoleh sedikit manfaat dari blog ini.

Eko & Kanty

Filed under: tulisan papa

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey