Sofa Berdua

Dari Sofa Untuk Semua

Ayang dan Koin

Alhamdulillah, kami dengan bantuan kreatifunia yang berkunjung ke KUMMARA bisa mulai ngasih dukungan kongrit buat coin a chance. Jadi inget sebelum nikah, Ayang juga rajin ngumpulin koin buat saweran, sampe sekarang jadi keterusan – bukan buat saweran lagi emang, tapi buat bantu biaya sekolah anak yang kurang mampu. Ayang dan koin emang gak bisa jauh, mudah-mudahan jadi pertanda bahwa rejeki kami juga gak akan pernah jauh…amiin.

Postingan terkait:
Ayo dukung Coin a Chance
Ketika Rp. 25 Tak lagi ada

Filed under: alhamdulillah, catatan , , ,

[Berdua]: Makin Berat Makin Sexy?

Makin berat  makin sexy?

Berat dan sexy, dua kata ini memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Di mana pun kita berada, kadang kita mendengar kata ini, di rumah, di mall, di jalan bahkan di kendaraan umum atau di pasar.

Jika kita ingin menghubungkan kata berat dengan sexy, ada dua kata yang paling umum untuk ditambahkan dengan kata berat, yaitu badan dan suara.

1. Berat Badan

Jarang saya mendengar seseorang yang mempunyai berat badan minim (kurus) dikatakan sexi. Kebanyakan orang beranggapan ‘montok/berisi itu sexi‘. Jadi, untuk orang kurus *sambil ngaca* cepat-cepatlah menambah berat badannya jika ingin dikatakan sexy *berharap*. Maka persamamaan: makin berat = makin sexi akan berlaku bagi kita yang kebetulan lebih ramping dari mereka yang sudah ramping.

Nah, sekarang bagaimana untuk orang yang sudah kelebihan berat badan (gemuk) *lirik Honey*. Istilah ‘gemuk itu sexy‘ sepertinya belum pernah terdengar, yang ada hanyalah ‘big is beatiful‘. Beautiful tidaklah sama dengan sexy. Maka persamaan: makin berat=makin sexi mungkin sulit berlaku bagi yang gemuk. *Honey-ku beautiful*.

2. Suara Berat

Banyak yang bilang seseorang yang mempunyai suara ‘berat‘ katanya sexi, karena terasa lebih enak didengar di telinga di banding si suara ramoing (aka ‘cempreng). Untung suara honey seukuran dengan berat badannya, kalau suara honey ‘ramping’ bisa repot dengernya, apalagi honey bisa ‘cerewet’ 2×60 menit tanpa rehat. Karena kebetulan suaranya aga berat, akan terasa berbeda dan sejuk di telinga, tiap ‘ceramah’ pasti bikin ngantuk. Kesimpulannya,  makin berat  makin sexy berlaku bagi suara. *Honey-ku suaranya sexy*

Dari dua aspek di atas, bisa disimpulkan bahwa Honey tuh beautiful dan sexy . *SENYUM*.

————

Makin berat makin sexy?

Kalo objeknya Saya sendiri, dengan setengah ragu Saya jawab YA. Klo Objeknya Ayang, dengan penuh semangat Saya jawab YA! Kok bisa?

Berdasarkan pengalaman, klo objeknya Saya sendiri, ada dua faktor fisik yang ikut berubah klo ada perubahan berat.

1. Wajah/tampang.Banyak orang bilang wajah/tampang Saya keliatah sedikit lebih “cerah” waktu Saya gemuk. Mungkin karena kulit muka yang ketarik jadi keliatan agak rapi dan cerah. Kalau Saya kurus mungkin wajah terlihat lebih kelam dan berkerut. Untuk faktor wajah, makin nambah berat Saya merasa lebih rapih dan sexy (kalo bilang ganteng takut dianggap hiperbola).

2. Lingkar Pinggang.Nah ini yang repot. Setiap penambahan berat badan, umumnya selalu diikuti dengan penambahan ukuran pinggang. Untuk yang satu ini, makin berat = makin besar ukuran pinggang dan makin sulit merasa sexy.

Keadaan aktual sementara ini adalah wajah Saya lumayan rapih (alias lingkar pinggang besar). Apa saya kemudian merasa sexy? dengan penuh ragu Saya jawab YA!

Kenapa? Satu, karena cuma Ayang yang bilang kalau Saya Sexy. Dua, karena selama ini Ayang cuma bilang sexy untuk hidung dan pantat Saya, tapi tidak pernah untuk semua bagian secara umum :( . Kadang Ayang juga suka nepuk-nepuk perut dan itu Saya artikan sebagai sebuah harapan bahwa suatu hari perut Saya bisa sedikit lebih landai. Tepukan lembut ini yang bikin saya ragu klo Saya cukup sexy.

Mungkin ini juga penyebab utama kenapa pada umumnya pada pria yang sudah menikah bertambah berat badannya. Karena kami punya istri yang selalu membuat kami merasa sexy, sehingga kadang kami lupa bahwa ke-sexy-an kami mungkin adalah sebuah ke-sexy-an yang dipaksakan atau dikondisikan oleh sebuah pernikahan.

Klo Objeknya Ayang – ini beda lagi. Ayang nih cantik dan sexy (ini kenyataan dan bukan dipaksakan) tapi Ayang juga kurus. Tiap kg penambahan berat Ayang bakal langsung keliatan dari bentuk pipinya. Makin berat pipi ayang makin merekah dan keliatan makin cantik. Makin berat, Ayang juga keliatan makin berisi dan makin sexy tentunya. Sexy ketika kurus tentu beda dengan sexy ketika berisi (berlaku juga untuk saya, cuma kata “kurus”-nya mesti diganti “gemuk”). Makanya klo ada objeknya Ayang – dengan semangat saya bakal bilang makin berat = makin sexy!

Ada anggapan bahwa kita harus menerima pasangan kita apa adanya dan menyayanginya sepenuh hati tanpa syarat dan tanpa henti. Tapi sepertinya tidak ada salahnya membantu pasangan kita untuk bisa lebih mudah melakukan itu semua, salah satunya dengan coba tampil sexy dan penuh percaya diri. Dan itu yang sedang saya coba lakukan, sayangnya sampai sekarang belum bisa dibilang berhasil.

Kesimpulannya, dalam batas-batas tertentu Saya percaya makin berat = makin sexy. Batasannya tentu harus kita sendiri yang menentukan. Selama kita merasa percaya diri, sehat, segar, dan pasangan kita belum menepuk-nepuk perut (atau cerewet bilang kurus), itu artinya kita masih dalam batas ke-sexy-an sebenarnya. Begitu kita mulai sesak sehabis makan, kancing celana rusak berkali-kali, dan pasangan mulai menepuk-nepuk perut kita (atau cerewet), terlepas masih tetap sehat dan percaya diri, mungkin ada baiknya kita mulai rajin lari pagi (atau nambah porsi sarapan pagi).

—————

Insya Allah, mulai hari ini kami berdua akan mulai menulis tentang berbagai tema yang kebetulan melintas di pikiran kami (tema berikutnya: Kopi & Susu). Mudah-mudahan dengan ini kami bisa belajar lebih banyak untuk bisa saling mengerti dan menghargai berbagai perbedaan yang muncul dari sudut pandang kami masing-masing.  Semoga juga bisa sedikit memberi manfaat buat semua. Selamat menikmati – Eko & Kanty.

Oh ya, menurut teman-teman sendiri bagaimana? Makin berat Makin Sexy?

Gambar: http://www.aaci.org.il

*This post is powered by googlewave*

Filed under: buku berdua, catatan, dari hati, tulisan mama, tulisan papa , , , , , ,

Berbagi dan Berbahagia

Dear Ayang …

Aku nemu artikel bagus dari Desi Anwar. Apa yang dia tulis mewakili sebagian yang ada dipikiranku saat ini, berikut kutipannya (artikel lengkapnya bisa dibaca di sini):

The wise say that happiness is a state of mind manifested in our attitude and in how we view the world. It is not in the things that happen to us but in the meaning we find in those things and how it makes us feel about ourselves.

We can be surrounded with so much beauty and blessed with abundance and good health and yet still be dogged with constant dissatisfaction and our own homemade misery.

Paragrap penutupnya, adalah salah satu penutup yang paling berkesan yang pernah aku baca:

Perhaps this then is the true meaning of happiness — not in the amazing things that we do, but whether we do it with compassion. Not in fine possessions, but the value they have when we share them with others. Nor in the brilliance of our minds, but in the quality and clarity of our thoughts.

Mungkin memang itulah arti kebahagiaan: bukan ketika kita memiliki sesuatu atau bisa mengunjungi satu tempat yang indah atau ketika kita berhasil mencapai kesuksesan luar biasa, tapi disaat kita mampu membagi semua itu, disitulah mungkin kita bisa merasakan arti kebahagiaan sesungguhnya.

Sayang, kita mungkin gak akan pernah punya banyak hal. Tapi aku akan selalu berusaha bagi segala yang mungkin bermanfaat, yang aku punya, buat semua orang, karena sungguh itu semua bikin aku bahagia.

Aku yang selalu sayang Ayang.

Gambar: http://www.emilypost.com

Filed under: catatan, dari hati, tulisan papa , , ,

Blogging Via Hootsuite

Blogging Via Hootsuite. Udah lama pake hootsuite, twitter client professional http://ow.ly/VQ3Y . Selama ini kami berdua emang pake hootsuite untuk manage multiple account kami. Juga untuk keperluan PR dan Marketing KUMMARA. Ini mungkin salah satu aplikasi yang paling berjasa buat kami berdua dan baru-baru ini mereka juga menambah fasilitas blogging ke wordpress.com, WoW jadi makin jatuh cinta sama applikasi ini :) .

PS: Ayang, gak ada alasan buat susah nulis blog lagi :) . Ayo jangan biarin sofanya cuma diacak-acak sama aku. Aku yang kangen tulisan-tulisan Ayang!

Semua postingan ini ditulis via hootsuite :) .

Filed under: alhamdulillah

No “Bakiak” in the House

Dear Ayang ….

Ayang pernah maen bakiak? yap, sendal kayu yang bisa dipake rame-rame. Dulu biasanya tiap 17 Agustus-an ada lomba bakiak. Aku suka ikutan tapi gak pernah menang :) .

Supaya menang lomba bakiak, semua anggota tim mesti punya ritme yang sama. Gak kalah pentingnya yang mimpin (yang di depan) harus bisa menjaga keseimbangan dan ngatur ritme dengan baik. Ini mungkin posisi yang paling sulit, karena yang di depan umumnya jadi tumpuan keseimbangan dari anggota tim lainnya yang di belakang. Kalau yang depan jatuh, semua ikut jatuh dan berantakan.

Pake bakiak bareng-bareng selalu nyenengin dan rame. Tapi hal ini sulit buat dibiasakan setiap hari, apalagi di dalam rumah. Bayangin klo tiap hari kita berdua harus pake bakiak dalam rumah? Klo pagi2 sakit perut bisa repot :) .

Sayang ….

Aku ingin kita berdua gak pake bakiak dalam rumah kita. Istilah istri harus mengikuti suami dan suami harus mengerti istri adalah mungkin benar adanya dan menyenangkan, tapi gak perlu selalu kita terapkan dalam segala hal. Ayang boleh ngikutin aku ke restauran plihan aku, tapi ayang gak boleh ngikutin aku ke toilet pilihan aku (pria). Begitu juga untuk masa depan kita dan beberapa hal lainnya.

Sayang, ayo kita lepas bakiaknya … kita beli sendal jepit/sendal rumah yang nyaman . Waktu sendal jepitku putus/rusak dan aku jatuh, ayang bisa ketawain aku dan bantu aku berdiri, begitu juga sebaliknya.  Sekali-sekali kita pake bakiaknya, tapi kita harus gantian untuk ada di depan supaya kita  bisa saling belajar.

Aku yang sayang Ayang ,

Waktu ayang pake bakiak, pake sendal jepit, ato pake hak tinggi yang sexy.

PS: Klo ada lomba bakiak hak tinggi – mungkin bakalan lebih rame. Ayang siap ikutan?

Foto diambil dari : http://mainanbocah.wordpress.com

Filed under: alhamdulillah, catatan, doa, tulisan papa , ,

Ayo “Gerak” Lebih Cepat!

Dear Tuan Putriku yang Cantik,

Barusan baru aja selesai nonton satu film baru George Clooney: Up in the Air, berikut trailer-nya:

Ada satu quote yang sangat menarik dari film tersebut, Tuan Putri juga bisa dengar di trailernya. Berikut quote lengkapnya:

How much does your life weigh? Imagine for a second that you’re carrying a backpack. I want you to pack it with all the stuff that you have in your life… you start with the little things. The shelves, the drawers, the knickknacks, then you start adding larger stuff. Clothes, tabletop appliances, lamps, your TV… the backpack should be getting pretty heavy now. You go bigger. Your couch, your car, your home… I want you to stuff it all into that backpack. Now I want you to fill it with people. Start with casual acquaintances, friends of friends, folks around the office… and then you move into the people you trust with your most intimate secrets. Your brothers, your sisters, your children, your parents and finally your husband, your wife, your boyfriend, your girlfriend. You get them into that backpack, feel the weight of that bag. Make no mistake your relationships are the heaviest components in your life. All those negotiations and arguments and secrets, the compromises. The slower we move the faster we die. Make no mistake, moving is living.

Jujur, hal di atas adalah menggambarkan satu konsep yang manarik. Aku suka trailer dan quotenya, terutama bagian terakhir:

The slower we move the faster we die. Make no mistake, moving is living.

Aku setuju sepenuhnya dengan hal diatas, dalam konteks yang mungkin sedikit berbeda dengan apa yang coba diungkap dalam oleh tokoh utama dalam film tersebut.  Aku mendefinisikan “moving” sebagai kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan terus berkreasi. Dengan mendefinisikan “moving” sebagai kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan terus berkreasi, seluruh quote di atas  bisa mengingatkan kita tentang beberapa hal penting.

Tuan putri, gak bisa dipungkiri, kadang kita (aku terutama) coba membawa banyak hal bersama kita, bahkan hingga melebihi batas kemampuan kita, hingga akhirnya memperlambat gerak kita (baca: kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan terus berkreasi). Tetapi semua ini bukanlah berarti kita harus mengosongkan “backpack” dengan meninggalkan semua itu begitu saja, bukan. Dalam pandanganku, semua ini mengingatkan kita bahwa kita harus lebih hati-hati dalam mengukur kapasitas “backpack” kehidupan kita. Sebelum kita coba memasukkan semuanya, mungkin ada baiknya kita coba perbesar kapasitasnya dan terus meningkatkan kemampuan kita untuk bisa membawa semuanya secara efektif.

Tuan Putri – jika kemudian “backpack” kehidupan kita memang terbatas, gak usah bingung ya, kita cukup bawa buku (ilmu) sebanyak-banyaknya. Tapi tentunya bukunya harus kita pilih baik-baik dan  kalau bisa juga bermanfaat buat banyak orang. So, udah milih bukunya? :)

Terlepas dari semua hal di atas, film ini adalah salah satu film yang menarik dan sayang untuk dilewatkan. Kalau kebetulan Tuan Putri bisa nonton, silahkan di tonton, tapi baiknya ditonton pagi-pagi, biar Tuan Putri gak ketiduran. Selamat menonton!

Filed under: tulisan papa, youtube , , ,

42 Kg

Dear Tuan Putriku Tersayang,

Boleh aku tanya bepa berat sekarang berat badan Ayang? Udah 42 kg kah?

Sayang, maaf kalau aku maksa-maksa Ayang buat nambah berat badan ke 42 Kg. Aku sadar sepenuhnya bahwa berat badan bukan yang terpenting, sehat adalah yang utama. Tapi mungkin ini loh yang kadang  kita lupa, hal-hal sederhana (menambah berat badan) yang mungkin bisa membuat kita lebih mudah mencapai hal lainnya yang lebih besar  (sehat).

Ayang, aku yakin tinggi Ayang ada di kisaran 1,5 m. Kalau kita lihat grafik di atas, bahkan orang yang beratnya 40 kg, dengan tinggi 1,5 m – masih bisa digolongkan underweight. Ini cuma statistik, hal sederhana yang mungkin bisa memandu kita untuk bisa lebih sehat. Sebagian beranggapan hal ini tidak penting, yang penting sehat (titik). Sekali lagi itu mungkin ada benarnya, tapi aku ingin membiasakan keluarga kita untuk  fokus terhadap hal-hal yang kecil yang mungkin bisa kita pelajari, kita nikmati, dan bisa kita capai secepatnya, karena aku percaya sebuah kesuksesan besar hanyalah akumulasi pencapaian dari kesuksesan-kesuksesan kecil, tidak lebih.

Sayang, aku percaya Ayang bisa jadi seorang wanita yang lebih sehat, Insya Allah jadi seorang calon Ibu yang kuat, juga seorang Istri yang super seksi, aku sungguh-sungguh percaya itu semua. Menurut aku, untuk bisa mencapai itu semua tidak sulit, Ayang tinggal mulai dari yang paling sederha, 42 kg mungkin bisa jadi salah satunya. Setelah itu kita coba belajar bareng menikmati bentuk olahraga sederhana, jadi kapanpun dan di manapun  kita selalu bisa berolahraga. Kemudian Ayang mungkin bisa bantu aku belajar menikmati sayuran :) , kemudian kita bisa belajar bareng tertawa  dan beryukur setiap hari, apapun yang terjadi. Insya Allah kalau kita bisa melakukan hal-hal sederhana itu, keluarga sehat dan bahagia bukan cita-cita yang sulit.

Sayang, aku percaya ini juga berlaku untuk semua hal lainnya. Untuk mimpi Aku, mimpi Ayang, dan mimpi kita berdua.Tapi sebelum kita mulai beresin segalanya (masalah yang gak akan pernah ada habisnya), ayo… ayang mesti mulai nambah beratnya!

Yang sayang Ayang waktu Ayang kurus, juga waktu nanti Ayang gemuk.

Eko Nugroho

Gambar: Wikipedia

Filed under: catatan, doa, tulisan papa , , , ,

Enjoy THE SHOW

Mungkin lagu ini bakal jadi salah satu lagu favorit kami berdua. Salah satu dari kami bisa nyanyi lagu ini hampir sempurna (terakhir nyanyi disensor pas bagian: “I want my money back 3x”)

So…let’s enjoy THE SHOW (by Lenka)

PS: Suara Ayang lebih lucu :)

Filed under: Kiriman, alhamdulillah, youtube , , , ,

Mesin Keadilan Yang Butuh Koin

Jika jabatan. peraturan, sistem, dan birokrasi membekukan hati, apakah gunanya?

Pertama kali mendengar kasus ibu prita, kami sungguh prihatin. Kami tidak bisa apa-apa selain ikut berdoa. Tidak lama setelah itu, ibu Prita kembali bisa berkumpul dengan keluarga.

Ketika hiruk pikuk pemilu usai, ternyata usai pula keadilan untuk rakyat kecil. Ibu Prita kembali mendapat cobaan, kasusnya diteruskan (pidana dan perdata) dan minggu ini sebuah putusan telah diterima, bahwa Ibu prita harus membayar denda yang tidak sedikit, Rp 204 juta.

Dua ratus empat juta=harga keadilan atau harga ego semata?

Dengan penuh kesadaran menghormati hukum, tanpa perlu menutup hati, teman-teman memulai sebuah gerakan koin keadilan. Gerakan spontan ini mengajak kita semua mengumpulkan koin untuk bisa membayar denda yang diminta.

Kenapa harus koin?

Sungguh ini adalah satu ide brillian. Hampir semua orang, dari rakyat kecil sampai para derwanan kaya punya koin, sehingga siapun bisa ikut memberikan dukungan. Koin ini menjadi lambang efektif dukungan semua rakyat untuk sebuah sistem keadilan yang lebih baik. Untuk membayar denda yang diminta juga dibutuhkan sekitar 2,5 ton koin Rp 500. Mudah-mudahan dengan gundukan koin itu kita bisa mampu menutup lubang ego para penuntut. Lebih dari itu, semoga koin-koin yang terkumpul juga bisa menajadi lambang, bahwa kita semua punya hati dan nurani.

Lewat sedikit tulisan ini, kami berdua hanya ingin menyampaikan dukungan dan doa kami bagi Ibu Prita dan keluarga. Selain itu kami juga ingin menunjukkan apresiasi kami pada penggagas dan pendukung koin keadilan, semoga gerakan ini bisa meberikan manfaat yang jauh lebih besar dari sekedar meringankan beban Ibu Prita. Semoga setiap koin yang terkumpul mampu menggerakan mesin keadilan negeri ini.

Info lengkap tentang koin keadilan dan lokasi pengumpulan koin bisa teman-teman dapatkan di websitenya langsung: http://koinkeadilan.com

UPDATE:

Gerakan koin keadilan berhasil mengumpulkan dana lebih dari 500 juta rupiah. Ibu Prita juga dibebaskan dari tuntutan perdata. Dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk membentuk satu yayasan.

Tulisan menarik dari paman  Tyo pasca pengumpulan koin: http://blogombal.org/2009/12/21/catatan-pasca-koin/

Filed under: catatan, doa, suara hati, tulisan mama, tulisan papa , ,

Facebook & Twitter Buang-Buang Waktu!

Banyak yang mungkin punya pikiran seperti itu, kami berdua juga…awalnya. Sekarang, hampir setiap hari kami menginvestasikan sebagian waktu kami berdua di facebook and twitter (plus sedang belajar pake googlewave). Kalau ditanya kenapa? akan panjang jawabannya, tapi  KUMMARA dan kedua video dibawah ini mungkin bisa mewakili sebagian besar alasan kami berdua. Selamat menikmati (jangan lupa nyalain speker-nya…lagunya kereen!)

Filed under: sosial media, tulisan papa, youtube , , , , ,

Ayang di facebook

Kanty Kusmayanty's Facebook Profile

Twitter-nya Ayang

Honey di facebook

Eko Nugroho's Facebook Profile

Twitter-nya Honey

  • Does anyone know one good free software for dinner data mining? #fb 4 hours ago
  • My first meeting at Statistics Dept. Open source on Statistics? are we ready? 4 hours ago
  • @neadaniati Salam buat papah ya! Tolong sampein ucapan met ulang tahun dari kami berdua 8cc: @kNugroho) 23 hours ago
  • RT @yoris: OMG looks 4 few good Interns (university students). Specs: love to read books & write. Email to: contact@yorissebastian.com 23 hours ago
  • Ada yg tahu tmpt ganti kipas laptop Acer di Bandung? Customer servicenya "nyerah" dan minta lsg di kirim ke jkt :(. Di tungu infonya, thx. 1 day ago

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Kalender

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

Gabung yuuk!

Blog Stats

  • 24,355 hits