Posted by: pipitpipit | Mei 17, 2008

satu tahun yhan dan pipit

Bila lautan kehidupan itu seluas jagat raya,

Maka jarak yang kami arungi baru sejengkal

Bila seluruh air samudra adalah rasa dari rumah tangga

Maka kami baru mencicipinya setetes saja

Namun bila boleh kami menyampaikan

sejengkal pengarungan dan setetes rasa kehidupan pernikahan kami

Ingin kami tuturkan,

Indah… indah sekali…

Kami tersadar betapa tak terkatakan keagungan Allah

Ia ciptakan kekasih, karena Ia tahu kita amat membutuhkannya

Perlahan, pelan… kami bangun sedikit demi sedikit kekuatan baru

Berdua, kelak bertiga, mungkin berempat dan lebih banyak lagi

Kami bangun semangat di hati kami, menatap masa depan

Dengan penuh kebahagiaan dan keyakinan

Karena kami tahu, kami tidak pernah lagi kekurangan cinta

Cinta yang mampu saling menguatkan

Cinta yang mampu menghalau kelelahan

Cinta yang membesarkan cinta kami pada sang Pencipta cinta

Kami tahu kedepan tidak akan lebih mudah,

Tapi kami juga tahu bahwa Insya Allah kami mampu untuk lebih kuat

Bertualang mengarungi jagat kehidupan

Merasakan seluruh pahit manis pernikahan

Dan kelak membuat anak cucu kami tersenyum bahagia

Melihat kami mesra, sampai tua…

Terima kasih tak terhingga, sungguh terima kasih…

Atas doa, nasihat dan dorongan bagi kami

Untuk membuat kami percaya

Bahwa rumah tangga sakinah penuh barakah adalah keindahan tiada tara…

Allah sajalah yang membalas semua kebaikan

Dengan nikmatNya yang tak terhingga…

Pipit&Yhan

4 Mei 2007 – 4 Mei 2008

Berikut ini adalah khutbah nikah yang disampaikan ust. Aan Anshori pada akad pernikahan pipit dan yhan, juga pada akad nikah mas eko dan mba kanty. Semoga bisa mengingatkan kita semua tentang kebahagiaan terbesar saat dipersatukan Allah dalam tali pernikahan.

Memelihara Perjanjian Suci

Nasihat Perkawinan pada Akad Nikah
Yhanuar Ismail Purbokusumo dengan Fitriah Dwiastuti
Masjid Baiturrahman, Perumnas Adiarsa Karawang
4 Mei 2007

oleh : H. Aan Anshori


Bismillahirrahmanirrahiim…

Assalamu´alaikum warrahmatullohi wabaarakatuuh.

Innalhamdulillhi nahmaduhu wa nasta`iinuhu wa nastaghfiruhu wa nauudzubillahi min syuruuri anfusina wa sayyi´aati ´amaalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu wa manyudhlil falaa haadiyalah.
Asyhadu an Laa Ilaaha Ilallah wahdahulaa syarikalahu wa asyhadu anna Muhammadan ´abduhu wa rasuluhu. Allahumma sholli wasallim ´ala Muhammadin wa ´ala alihi wa ashhaa bihi wa man tabi´ahum bi´ihsaanin ila yaumiddiin.

Ananda calon kedua mempelai yang berbahagia,
Allah ciptakan bumi dengan segala yang ada diatasnya, samudra luas, bukit tinggi, rimba belantara, untuk kebahagiaan manusia. Allah edarkan matahari, bulan dan bintang, turunkan hujan, tumbuhkan pepohonan dan sinari tanaman untuk kebahagiaan manusia.


Tetapi Allah Yang Maha Tahu memberikan lebih dari itu. Dia tahu betapa sering kita perlukan seseorang yang mau mendengarkan bukan saja kata yang diucapkan tetapi juga jeritan hati yang tidak terungkapkan. Yang mau menerima segala penasaran, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan kekasih.

Allah tahu disaat kita dilanda duka, frustasi jiwa, gelisah hati, kita perlukan seseorang yang meniupkan kedamaian, memperkuat hati, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan seorang kekasih.

Allah tahu kadang-kadang kita berdiri sendirian dalam mengejar impian. Kita membutuhkan seseorang yang bersedia berdiri di samping kita, tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih.
Karena itu Dia ciptakan seorang kekasih.

Supaya hubungan diantara pencinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta dan kasih sayang, Allah menetapkan suatu ikatan suci aqad nikah. Dengan dua kalimat yang sederhana –ijab dan qobul- terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Dan nafsu berubah menjadi cinta dan kasih sayang

Ananda Fitriah dan Yhanuar,
Begitu besarnya perubahan ini, sehingga Alquran menyebut aqad nikah sebagai “mitsaqan ghalizha“ (perjanjian yang berat). Hanya tiga kali kata ini disebut dalam alquran. Pertama ketika Allah membuat perjanjian dengan para Nabi –dengan Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad- (33:7). Kedua, ketika Allah mengangkat bukit Thur di atas kepala Bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah (4:154), dan ketiga, ketika Allah menyatakan hubungan pernikahan.


Karena itu, peristiwa yang sebentar lagi akan terjadi bukanlah peristiwa kecil di hadapan Allah SWT. Aqad nikah yang akan dilakukan ananda berdua sama tingginya dengan perjanjian para Rasul, sama dasyatnya dengan perjanjian Bani Iasrail di bawah bukit Thur yang bergantung di atas mereka.

Peristiwa aqad nikah tidakhanya disaksikan oleh kedua orang tua ananda, saudara-saudara dan para sahabat, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi, dan terutama disaksikan oleh Allah, Penguasa alam semesta.

Bila anda sia-siakan perjanjian ini, bila ananda ceraikan ikatan yang sudah terbuhul, bila ananda putuskan janji yang sudah terpatri, ananda bukan saja harus bertanggung jawab kepada mereka yang hadir saat ini, ananda juga harus bertanggung jawab di hadapan Allah Rabbul ´Alamin.

Rasulullah bersabda, “Laki-laki itu pemimpin di tengah-tengah keluarganya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.“ (HR.Bukhori dan Muslim)

Karena itu Rasulullah mengukur baik dan buruknya seseorang dari caranya dia memperlakukan keluarganya. Rasulullah bersabda, “Yang paling baik diantara kamu adalah yang paling baik dan paling lembut terhadap keluargamu.“

Ananda yang berbahagia,

Mengapa Allah dan Rasul-Nya mewasiatkan kita untuk memelihara aqad yang suci ini? mengapa kebaikan manusia diukur dari caranya memperlakuakn keluarga? Mengapa suami dan istri harus mempertanggungjawabkan peran ynag mereka laksanakan di hadapan Allah? Jawabannya sederhana: karena Allah tahu bahwa kebahagiaan dan penderitaan manusia sangat bergantung pada hubungan mereka dnegan orang-orang yang mereka cintai, dengan keluarganya.

Bila di dunia ini ada syurga, syurga itu ialah pernikahan yang berbahagia. Tetapi bila di dunia ini ada neraka, neraka itu adalah pernikahan yang gagal. Oleh karena itu, persoalan rumah tangga sebagai penyebab “stress” yang paling besar dalam kehidupan manusia.

Ribuan tahun yang silam di padang Arofah, dihadapan ratusan ribu umat islam yang pertama, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah perpisahan. “Wahai manusia, takutlah pada Allah, pada urusan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanah Allah. Kami halalkan kehormatan mereka dengan kalimah Allah. Sesungguhnya kamu punya hak terhadap istrimu dan istrimupun mempunyai hak atas kamu. Ketahuilah, aku wasiatkan pada kalian untuk berbuat baik pada istri kalian jika mereka (istri) patuh kepadamu. Janganlah kamu berbuat aniaya pada mereka.” (HR. Muslim dan Tarmidzi)

Bapak dan Ibu Sawidjan B Gunadi,
Ijinkan saya menyampaikan nasihat yang pertama kepada saudara mempelai pria yang kini harus memikul wasiat Nabi dalam Haji Wada.

Pagi ini dengan nikmat dan hidayah Allah SWT, ananda Yhanuar Ismail Purbokusumo sampai pada saat paling indah, paling bahagia, tetapi juga paling mendebarkan dalam kehidupan ananda. Saat paling indah, sebab mulai pagi ini cinta tidak lagi berbentuk impian dan khayalan. Saat yang paling bahagia sebab akhirnya ananda berhasil mendampingi wanita yang ananda cintai. Saat yang paling mendebarkan, sebab mulai pagi ini ananda memikul amanan Allah sebagai pemimpin keluarga. Ananda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah buat ananda untuk bebagi suka dan duka.


Karena itu, wanita yang duduk di sisimu bukanlah segumpal daging yang dapat anda perbuat semena-mena dan bukan pula budak belia ynag dapat anda perlakuakan sewenang-wenang. Ia adalah wanita yang dianugrahkan Allah untuk membuat hidup anda lebih indah dan lebih bermakna. Ia adalah amanat Allah yang akan anda pertanggungjawabkan dihadapan-Nya.

Nabi Muhammad bersabda, “Ada dua dosa yang akan Aalah dahulukan siksanya di dunia ini yaitu Al-baghyu dan durhaka pada Ibu Bapak.” (HR. Tarmidzi dan Bukhari)

Albahgyu adalah berbuat sewenang-wenang, berbuat dzalim danmenganiaya orang lain. Dan Albaghyu yang paling dimurkai Allah ialah berbuat dzalim terhadap istri sendiri. Termasuk albaghyu adalah menelantarkan istri, menyakiti, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya. Karena itu Rasulullah mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dari caranya ia bergaul dengan istrinya. Rasul bersabda, “Tidak memuliakan wanita, kecuali laki-laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah juga.”

Kalau saya harsu menyimpulkan nasihat saya kepada ananda Yhanuar Ismail, saya hanya ingin mengatakan, muliakan istri ananda begitu rupa sehingga kelak bila Allah mentakdirkan ananda meninggal lebih dahulu, lalu kami tanya istri ananda tentang perilaku ananda, ia akan menjawab seperti Aisyah: “Ah,… semua tingkah lakunya indah, menakjubkan…”

Bapak Ahmad Sunarko beserta Ibu,
Perkenankan saya sekarang untuk menyampaikan wasiat Rasulullah SAW pada putri Bapak sebagai mempelai wanita.


Ananda Fitriah Dwiastuti, rasul yang mulia bersabda, “ Seandainya aku boleh memerintahkan manusia sujud kepada manusia lain, aku akan perintahkan istri untuk sujud pada suaminya; karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah atas mereka.” (HR. Abu Daud. Al-Hakim)

Banyak istri menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. jarang terpikirkan bagaimana ia berusaha membahagiakan suami. Cinta dan kasih sayang tumbuh dalam suasana “memberi”, bukan “mengambil”, “giving” bukan “taking”. Cinta adalah “sharing” –saling berbagi. Ananda tidak akan memperoleh cinta kalau yang ananda tebar kebencian. Ananda tidak akan memetik kasih sayang, kalau yang anda tanam kemarahan. Ananda tidak akan meraih ketenangan bila yang ananda suburkan dendam dan kekecewaan.

Ananda boleh memberikan apa saja yang ananda miliki, tetapi untuk suami, tidak ada pemberian istri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi kesenangan dan penderitaan. Artinya bahagia sama dinikmati, derita sama diatasi.

Rasul yang mulia bersabda bahwa syurga terletak di bawah telapak kaki kaum ibu. Apakah rumah tangga yang ananda bangun hari ini akan menjadi syurga atau neraka bergantung pada ananda, pada ibu rumah tangga. Rumah tangga menjadi syurga bila disitu ananda hiaskan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.

Ananda Fitriah, istri itu hurufnya ada lima. I-iman, S-shaleh, T-taat, R-ridho, I-ihklas. Kalau rumah tangga dikelola oleh istri yang beriman, sholeh, taat, ridho dan ikhlas, Insya Allah rumah tangga akan mawaddah wa rahmah.

Mudah-mudahan rumah tangga hidep sing pikabetaheun, ulah pikanyaaheun. Bral hidep! Geura ngambah ngojayan sagara rumah tangga. Ibu jeung Apa baris nyerangkeun ti basisir asih bari dimomotan ku do´a. Amin ya Robbal´alamin.
(Mudah-mudahan rumah tangga kalian saling mengasihi bukan dikasihani. Pergilah kalian! Segera merambah mengarungi samudra rumah tangga. Ibu dan Bapak memperhatikan dari jauh dengan penuh kasih sambil menghaturkan doa selalu. Amin ya Robbal´alamin)

Marilah kita antarkan kedua mempelai pada kehidupan mereka yang baru. Kepada mereka berdua, ingin kita amanatkan firman Allah, “Berbekalah kalian, sesungguhnya bekal yang paling baik ialah taqwa.” (Al-Baqarah : 197)

Marilah kita berdoa untuk mereka,
Ya Allah, pagi ini dua hambaMu, Fitriah Dwiastuti dan Yhanuar Ismail yang dhoif mematri janji dihadapan kebesaranMu. Kami tahu tidak mudah bagi mereka untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridho dan maghfirohMu. Kami tahu amat berat bagi mereka menghadapai topan godaan di hadapan mereka. Karena itulah,kami datang memohon rahman dan rohiim-Mu.

Ya Allah, ya Rabbana, sinarilah hati mereka dengan cahaya petunjuk-Mu. Terangi jalan mereka dengan sinar taufikMu. Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmatMu atas mereka, bantulah mereka untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmatMu. Hindarkan mereka dari kealfaan orang-orang yang terlena dalam kemewahan dunia. Lembutkan mereka untuk merasakan curahan rahmatMu. Bimbinglah mereka untuk membagikan anugrahMu kepada hamba-hambaMu.

Bila engkau berkenan memberikan ujian pada mereka, berilah pada mereka keteguhan hati dan kesabaran.Lalu bangunkan mereka di tengah keheningan malam, gerakkan bibir-bibir mereka untuk menyebut nama-namaMu yang suci. Basahkan sajadah mereka dengan air mata kekhusyuan ketika merintih dihadapanMu memohon Rahman dan RohiimMu. Dan jadikanlah saat-saat seperti itu saat yang paling menenteramkan hati mereka.

Ya Allah, mereka telah berniat untuk melaksanakan amanatMu dengan seluruh kemampuan mereka. Cintakan iman pada mereka dan hiaskan iman itu pada jantung mereka. Bencikan mereka pada kekufuran, kefasikkan dan kemaksiatan. Jadikan mereka diantara orang-orang yang mendapat hidayahMu.

Ya Allah, indahkan rumah mereka dengan kalimat-kalimatMu yang suci. Suburkan mereka dengan keturunan yang membesarkan asmaMu. Penuhi hidup mereka dnegan amal sholeh yang Kau ridhoi. Jadikan mereka Ya Allah, teladan yang indah bagi seluruh keluarganya.

Ya Allah, damaikanlah pertengkaran dia antara kami, pertalikan hati kami dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak maupun yang tersembunyi.

Ya Allah, berkatilah pandangan kami, penglihatan kami, hati kami. Dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Pengasih.

“Baarakallahu laka wabaaraka ´alaika wajama´a baarakumaa fii khair.“

Wassalamu´alaikum warahmatullohi wabaarakatuuh.

Posted by: enugroho | Mei 13, 2008

Menjadi Suami Teladan

Ada yang tahu bagaimana?

Berikut sekelumit pemikiran Saya. Pertama mari kita definisikan apa yang dimaksud dengan suami teladan, caranya mari kita bandingkan dengan beberapa karakteristik yang melekat dari kata teladan berikut:

1. Mahasiswa teladan = mampu memberi teladan bagi seluruh mahasiswa lainnya dan diakui sebagai mahasiswa teladan seluruh mahasiswa lainnya.

2. Pegawai teladan = mampu memberi teladan bagi semua pegawai lainnya dan diakui sebagai pegawai teladan minimal oleh semua pegawai lainnya.

Dari dua definisi di atas, kita bisa menyimpulkan definisi suami teladan sebagai berikut:

Suami teladan = bisa memberi teladan bagi semuanya istrinya yang sah dan diakui sebagai suami teladan oleh semuanya istrinya yang sah.

Sekarang pertanyaannya apa yang dimaksud dengan memberi teladan?

Memberi teladan bisa diartikan memberikan contoh yang baik secara konsisten. Suatu contoh yang baik tanpa dibarengi dengan konsistensi tidak bisa diartikan memberi keteladanan. Jadi menurut Saya, langkah awal menjadi suami teladan adalah belajar memberi teladan.

Syarat berikutnya untuk menjadi suami teladan adalah adanya pengakuan dari istri (-istrinya). Adalah tidak mungkin menjadi seorang suami teladan jika hanya mendapat pengakuan dari istri orang lain atau bahkan istri gelap. Dengan kata lain, langkah berikutnya untuk mempermudah menjadi suami teladan adalah meminimalkan jumlah istri, karena mendapatkan pengakuan satu istri rasanya lebih mudah dari pada mendapat pengakuan dari beberapa istri. Perlunya pengakuan istri menggambarkan betapa pentingya peranan istri dalam menentukan seorang suami teladan atau bukan. Oleh karena itu pengakuan terhadap peran penting istri tersebut juga merupakan sebuah hal yang sangat penting dan hal ini umumnya lebih mudah dilakukan dibanding dengan memberi teladan. Untuk kasus Saya, yang perlu Saya lakukan hanyalah bercermin, setiap kali bercermin, Saya melihat sebuah wajah gemuk dan sehat (Saya ingin menulis “tampan” tapi tidak cukup percaya diri). Melihat wajah tersebut mengingatkan Saya betapa beruntungnya Saya dan betapa pentingnya Ayang (pangilan Saya untuk istri) dalam kehidupan Saya. Ayanglah yang menjadi alasan utama mengapa wajah tersebut terlihat begitu gemuk dan sehat, hadirnya Ayang mengahadirkan ribuan senyum dan tawa yang berefek langsung terhadap bentuk wajah Saya. (alasan: riset mengungkapkan bahwa tertawa membakar kalori, karena terlalu sering tertawa Saya menjadi lebih sering lapar dan akhirnya mengkonsumsi lebih banyak kalori)

Setelah dipikir-pikir ternyata susah menjadi seorang suami teladan. Lewat tulisan ini Saya hanya ingin menyampaikan pada Ayang untuk tidak pernah berharap memiliki suami teladan. Yang paling bisa Ayang harapkan hanyalah seorang suami yang begitu bahagia bisa belajar bersama dan Insya Allah tidak akan pernah berhenti untuk belajar bersama untuk memberi teladan bagi lingkungan di sekitar kita, plus seorang suami yang mungkin akan semakin gemuk!

Posted by: kusmayanty | Mei 9, 2008

Alhamdulillah Weekend 19 2008!

Seminggu ini Alhamdulillah udara di Bielefeld sangat cerah, sehingga banyak aktifitas di luar rumah yang bisa kami lakukan. Bersepeda, piknik dan undangan untuk datang ke acara Grillenparty menghiasi minggu ini. Semoga udara yang sangat indah ini tidak cepat berubah di minggu depan.

  • Piknik. Cuaca cerah seperti ini tidak kami lewatkan begitu saja. Jika ada waktu, dari pada tidur siang di rumah lebih baik pergi ke taman, gelar tiker, bawa buku bacaan, bawa minuman dan makanan seperlunya atau hanya sekedar untuk makan es krim sambil menikmati udara dan pemandangan yang indah. Kalo berminat bisa juga berjemur seperti orang2 sini, tapi buat kita sih kayanya warna kulit kita sudah yang terbaik, kalo ntar kematengan bisa gosong deh :) (Kel. Nugroho)
  • Bersepeda di siang hari, panas dehh. Waktu itu kami dapat undangan ke acara grillenparty, kebetulan acaranya pada siang hari. Honey jemput langsung ke tempat kursus. Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya kami putuskan untuk naik sepeda menuju tempat acara, karena sepertinya enak bersepeda pada cuaca seperti ini. Namun ternyata tempat yang dituju sangat jauh dan udara pada saat itu sangat panas, ternyata naik sepeda terlalu lama di siang hari bukan ide yang bagus, akhirnya di tengah perjalanan kami putuskan untuk berhenti dan naik bis :) (Kel. Nugroho)
  • Nonton film di Bibis. Kegiatan nonton film sambil belajar bahasa ternyata cukup menyenangkan, belajar-mengajar menjadi tidak monoton dan cukup efektif. Film yang ditonton tentu tidak sepanjang film biasa, hanya sekitar 15 menit. Murid2 diharuskan menganalisis dan menceritakan kembali inti cerita dalam film tersebut. Tema yang disajikan pun sangat sederhana, yaitu tentang keluarga. Alhamdulillah dari nonton film ini saya mendapatkan pengalaman baru tentang situasi dan kondisi beberapa keluarga di sini. (Mrs. Nugroho)
  • Om dan Bibi sekeluarga. Alhamdulillah mulai minggu ini Om dan Bibi sekeluarga ikut meramaikan sofa ini. Dalam bentuk apapun, adalah sangat membahagiakan ketika kita dikunjungi oleh orang yang kita sayangi. Pelan-pelan niat kami menjadikan sofa ini menjadi tempat berkumpul kami sekeluarga dan sahabat semua mulai terwujud. Terima kasih kami untuk semunya. Mudah-mudahan lebih banyak lagi yang bersedia berkumpul bersama kami, membagi sedikit kata, cerita, dan bahagia. Insya Allah semuanya bisa menjadi ungkapan syukur kita bersama.
  • Nasi Liwet Bibi. Alhamdulillah, minggu ini kami bisa mengaplikasikan resep nasi liwet dari Bibi dan cukup berhasil, hanya saja honey masukin airnya kebanyakan :) tapi tetep enak dan habis. Hatur nuhun Bibi. Nanti kalo kita ke Indonesia, mo minta yang asli, biar rasanya lebih mantapp dan khasiatnya manjur :) (Kel. Nugroho)

  • Adit B’day. Tanggal 7 Mei kemarin, adit berulang tahun yang ke-125, eh salah yang ke-24, hehe. Met Ulang Tahun. Wish U all d Best! (Kel. Nugroho)

Posted by: kusmayanty | Mei 7, 2008

Grillen yuuk

Setelah beberapa bulan terakhir kami jarang bertemu dengan matahari (karena udara yang dingin atau awan gelap yang gampang cemburu lalu menghalangi), Alhamdulillah mulai bulan ini kami bisa bertemu dengan matahari lebih sering dan lebih lama. Layaknya pasangan yang baru bertemu, kami begitu bahagia! Hadirnya matahari adalah pertanda akhir musim semi dan musim panas yang akan segera tiba. Untuk sebagian besar orang di sini, musim panas berarti makan es krim dan grillen. Jangan sampai ke dua hal tersebut terlewatkan dan jangan heran jika pada saat seperti ini kami cukup sibuk dengan beberapa undangan untuk datang ke Grillparty/Barbecue (kalau pun tidak ada undangan biasanya kami tetap memaksa datang)

Grillen (Jerman) atau Grilling (Inggris) dalam bahasa Indonesia artinya memanggang atau membakar langsung di atas api. Jenis makanan yang dibakar biasanya daging, sosis atau sayuran tertentu (sayangnya jagung relatif mahal, jadi sayang kalau untuk dibakar). Grillparty ini biasanya dilakukan di halaman/kebun sekitar rumah, di balkon atau di taman sambil berkumpul dan kadang sambil melakukan suatu permainan yang umum dilakukan ketika musim panas (misal bermain frisbee). Di Indonesia, budaya ini mungkin tidak terlalu istimewa dan jarang dilakukan, kecuali pada saat malam Tahun Baru atau ketika hari Raya Kurban (mungkin karena kita terlalu sering bertemu dengan matahari, jadi tidak ada cukup alasan untuk berpesta ketika matahari ada).

Grillparty ini mempunyai beberapa manfaat, yaitu bisa mempererat tali silaturahmi antar teman atau pun di keluarga, kita juga bisa menikmati udara dan pemandangan di luar rumah (ini hal yang sangat jarang bisa dilakukan di Bielefeld) dan yang penting adalah bisa makan sampai kenyang :) .

Berikut beberapa tips untuk kegiatan grillen ini :

  • Jika ingin mengadakan Grillparty, sebaiknya undangan disampaikan dari jauh-jauh hari supaya teman-teman kita bisa menyusun jadwalnya lebih baik, karena mungkin mereka punya lebih dari satu undangan grillparty (Mr Nugroho: supaya yang diundang lupa dan semua makanan bisa kita habiskan sendiri)
  • Jangan lupa untuk melihat perkiraan cuaca, karena kalau tiba-tiba hujan, acara grillen ini akan menjadi gagal total.
  • Sebaiknya dilakukan di tempat yang nyaman, agak luas dan terbuka agar asap tidak mengganggu tamu dan asap panggangan bisa terbang bebas.
  • Jika kita mengundang tamu dalam jumlah yang banyak, sebaiknya alat untuk grillen pun diperbanyak, karena membutuhkan waktu yang cukup lama sampai makanan yang dibakar matang.
  • Letakkan alat grillen pada posisi yang tepat, tidak mudah jatuh, sebisa mungkin jauhi dari jangkauan anak-anak, tidak di dekat pohon atau barang-barang yang mudah terbakar dan listrik. Arah angin juga harus dilihat pada saat itu, jangan sampai asap dari grillen menuju tamu.
  • Bensin, Alkohol dan Spirtus dilarang digunakan untuk grillen karena bisa berakibat fatal.
  • Siapkan alat pemadam api jika punya, atau seember air untuk berjaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Satu hal yang terpenting dan jangan sampai terlupakan adalah siapkan bahan makanan yang akan digrillen sebanyak-banyaknya.

Selamat grillen, jangan lupa undang kami yaa..

Posted by: enugroho | Mei 6, 2008

Dari Bibi: Resep Nasi Liwet Ala Sunda

Alhamdulillah, pagi ini kami menerima kiriman resep nasi liwet ala sunda dari Bibi. Insya Allah weekend ini Nasi Liwet Ala Sunda akan jadi menu utama kami. Berikut resep lengkapnya (juga tersimpan di ruang makan):

Nasi Liwet Ala Sunda

BAHAN

3 cup beras
3 cup santan cair
8 siung bawang merah (blender/di haluskan)
6 siung bawang putih (blender/di haluskan)
6 butir kemiri (blender/di haluskan)
1/2 sdt ketumbar (blender/di haluskan)
150 gr ikan asin / teri goreng/ jambal roti
5 lembar salam
1 batang sereh
1 ruas jari lengkuas
15 bh cabe rawit / blh tdk pakai
2 sdm m. sayur
2 sdm garam
1 sendok teh merica
1 sdm gula
1sdm kaldu ayam bubuk

CARA MEMBUAT
panaskan m. sayur lalu tumis bumbu yg sudah dihaluskan campurkan beras + santan aduk2 dulu,
tutup deh. sambil menunggu boleh siapin untuk 5 piring kl ada acara kumpul2. bayangin deh gimana rasanya liwet pake gula pasti deh menggoyang lidah apalagi makannya di saung sawah.

Komentar langsung dari Bibi:

ALHAMDULILLAH akhirnya bibi bisa mampir ke sofa . sok dicoba ya neng Insya Allah liwet ieu mah kana waos mantak bodas, kana soca mantak bengras, kana pesak mantak koredas ha…ha… ngartos teu neng? atos heula nya neng selamat mencoba. salam buat Mas.Wass

Posted by: enugroho | Mei 5, 2008

Bisnis keluarga 1: Siomay Parahyangan

Poster/iklan di atas adalah untuk warung siomay parahyangan di Karawang, yang kebetulan dimiliki oleh Ibu dan Bapak. Poster tersebut dibuat atas permintaan kami berdua, disusun dan dikonsep oleh Pit&Yhan di Bogor, lalu kemudian dicetak oleh A Tantan di Bandung, dikirim ke rumah Om dan Bibi di Karawang yang kemudian disebarluaskan oleh A Angga, Tian, dan A Ganda di Karawang.

Poster itu adalah bukti kecil bahwa kami, anak-anak Ibu dan Bapak, dengan segala keterbatasan yang ada tidak akan pernah berhenti bersama-sama berusaha menunjukan rasa sayang, dukungan, dan berdoa untuk agar semua harapan dan keinginan Ibu dan Bapak bisa terwujud.

Semoga Allah meridhoi kita dan menjadikan keluarga kita keluarga yang besar, rukun, saling sayang, saling percaya, dan senantiasa bersyukur atas segala apa yang ada.

Terima kasih kami untuk Pit&Yhan, A Tantan, Om & Bibi, Angga,Tian, dan A Ganda yang sudah bersedia ikut serta dalam promosi busnis keluarga kita yang pertama. Insya Allah suatu hari nanti warung siomay parahyangan akan membuka cabangnya di Bandung, di Bogor, dan di berbagai kota lainnya. Menjadi tempat berkumpul, bersilaturahmi, dan saling berbagi. Amiin.

Posted by: enugroho | Mei 4, 2008

Untuk Pit&Yhan

Berikut kami tampilkan dua buah puisi hasil tulisan adik kami, puisi ini ditulis genap setahun yang lalu di hari pernikahan mereka:

Kepada Bapak dan Ibu

Bapak bercerita betapa hebatnya Bima,
Betapa tampannya Arjuna,
Betapa pintarnya Nakula dan Sadewa,
Dan betapa bijaksananya Kuntadewa,
Tapi untukku, pandawa lima itu menjelma menjadi satu manusia
Itu adalah Bapak.

Ibu bilang Anggrek itu adalah bunga terindah,
Melati itu harum tiada duanya,
Mawar penuh dengan pesona,
Dan Sedap Malam menentramkan jiwa
Tapi untukku, semua bunga itu ada dalam satu insan
Itu adalah Ibu.

Semoga Allah menjaminkan syurga untuk Bapak dan Ibu

Rasanya baru kemarin kami begitu tersentuh dengan puisi di atas, tiba-tiba pagi ini kami berdua menerima sebuah sms berikut:

“Assalammualaikum…hari ini tepat setahun yang lalu kami, Pit & Yhan berakad di hadapan Allah untuk membina rumah tangga yang sakinah, Alhamdulillah perjalanan satu tahun ini sangat luar biasa, 3 bulan lagi Insya Allah ada seorang Jundi kecil menemani kehidupan kami. Terima kasih tak terhingga atas semua doa dan dukungannya bagi kami. Semoga Allah senantiasa menautkan hati kita dalam ridho-Nya, dan membalas semua kebaikan dengan pahala-Nya yang berlimpah.”

Tidak terasa bahwa waktu berjalan begitu cepat, adik kecil kami telah satu tahun menjadi seorang istri dan segera akan menjadi seorang Ibu.

Tidak ada cukup kata…
untuk ungkap rasa bangga yang ada,

Tidak ada cukup kata…
untuk ungkap betapa kami ikut bahagia,

Untuk adinda berdua,
Selamat atas hari pernikahan yang pertama
kami hanya bisa hadiahkan doa,
semoga Allah senantiasa menjaga adinda berdua,
melimpahkan rahmat-Nya yang tak terhingga,
dan mewujudkan segala harapan dan cita-cita kalian berdua.

-Eko&Kanty-
.

Posted by: enugroho | Mei 2, 2008

Alhamdulillah weekend 18

Alhamdulillah, minggu ini kami diingatkan kembali bahwa sakit adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Menjaga kesehatan sebaik-baiknya adalah sesuatu yang penting, namun tak kalah pentingnya adalah bagaimana kita harus senantiasa bisa bersyukur saat kita atau orang yang kita sayangi jatuh sakit.

  • Hardisk. Sepuluh tahun yang lalu, 10 disket 1.44 Mb masih cukup untuk menampung berbagai catatan, laporan, dan tugas kuliah selama satu tahun. Saat ini, dari 302,5 GB kapasitas hardisk yang kami mliki (> 2000 disket 1.44 Mb) minggu lalu tinggal tersisa sekitar 30 GB (<10% dari total kapasitas yang ada). Ternyata dalam kurun waktu 10 tahun, bukan hanya berat badan yang bertambah drastis, data-data yang terkumpul juga bertambah gemuk. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan doa, kami memutuskan untuk membeli hardisk tambahan. Alhamdulillah saat ini kami sudah memiliki hardisk baru yang mungkin akan segera penuh dalam beberapa minggu ke depan. (Kel. Nugroho)
  • Boardgame (Brettspiel/Papan permainan) Baru. Flohmark minggu ini lumayan sukses, 3 Brettspiel (papan permainan) baru: Labyrinth der Meister, Incognito, dan El Grande, menambah koleksi kami. Insya Allah, koleksi papan permainan kami akan menjadi sarana belajar dan silaturahmi yang efektif. Saya berharap suatu hari nanti mampu membuat papan prmainan sendiri, memperkenalkannya, dan mempopulerkannya di Indonesia. Untuk teman-teman yang tertarik dengan Brettspiel, baik hanya untuk tau, untuk mencoba bermain, untuk menkoleksi, berniat serius mengembangkannya jangan sungkan-sungkan, siapa tahu kita bersama bisa segera mengembangkan papan permainan khas Indonesia. (Mr. Nugroho)

  • Ibu Sehat. Alhamdulillah, setelah sempat beberapa hari beristirahat di “hotel” paling laris di karawang (RSUD Karawang), Ibu akhirnya bisa kebali ke rumah. Selama Ibu sakit, bingung dan khawatir melanda kami, hingga kami kadang lupa bersyukur. Kami lupa untuk melihat sakit Ibu dari sudut pandang yang lebih positif, bahwa Allah begitu sayang pada Ibu dan mengingatkan Ibu untuk istirahat. Alhamdulillah, Ibu telah sehat, semoga Allah senantiasa menjaga ibu dan memberikan kebahagiaan pada Ibu setiap saat. (Kel. Nugroho)
  • Belgia. Akhirnya Saya berkesempatan menjejakkan kaki di negara Belgia. Saya bekesempatan mengunjungi kota kecil Genk di Belgia sebagai peserta karnaval musim semi. Walau cuma berkunjung selama 6 jam, Alhamdulillah banyak pelajaran dan hikmah yang Saya dapatkan. (Mr. Nugroho)

Posted by: enugroho | Mei 2, 2008

Dari Akang…

Alhamdulillah, kami berkesempatan kenal dengan seseorang yang begitu luar biasa dan dengan segala kerendahan hatinya beliau berkenan membagi sedikit pemikirannya di sofa ini. Berikut tulisan beliau:

Saat ini saya hanya bisa melotot, bengong, kesal.
Coba saja lihat. Mengapa saudara-saudara kita ini koq bisa khilaf?

Yang saya maksud adalah maraknya protes saudara-saudara kita terhadap satu aliran, yang katanya sesat.
Menurut saya, itu bukan jalan Islam. Saya 100% tidak percaya. Ada energy apa gerangan pada saudara-saudara kita itu?
Apakah mereka tidak pernah berpuasa? Apakah mereka tidak pernah belajar menahan emosi?
Saya hanya bisa termenung. Betapa tidak? Ini adalah satu tindakan mencoreng muka sendiri. Membunuh diri sendiri.

Sebenarnya, orang yang sesat itu kan harus diberi petunjuk jalan. Dan memberi petunjukkan harus dengan baik. Bukan dipaksakan.
Bukan dengan doktrin yang tidak dimengerti. Jika kita menemukan orang tersesat, apakah kita akan malah mencambukinya? Memaki? Mengusir?
Sungguh bukan perilaku seorang muslim.

Saya saat ini malah berfikir terbalik. Kondisi yang kita hadapi saat ini adalah merupakan hasil yang kita panen dari apa yang ditanam dahulu. Saya memprediksi munculnya aliran aliran tersebut ada dasarnya. Yakni: ketidaktahuan akan jalan yang benar atau ketidakpuasan terhadap sistem yang ada.

Maraknya aliran-aliran tersebut sebenarnya bukan 100% salah dari pembawa aliran itu. Namun jelas karena mandulnya para pemuka agama ini dalam menyampaikan kebenaran yang dimengerti umat. Seringkali seorang ulama tidak memberikan pengertian yang baik, akan tetapi menjejalkan pola fikir dan pendapatnya terhadap umat. Pendekatan dakwah, menurut sinisnya saya, tidak dengan alur logika yang benar, melainkan dengan memberikan satu dogma yang harus terlebih dahulu diyakini sebelum pembuktian.

Sering terdengar ucapan: INI HARUS DIYAKINI DENGAN IMAN BUKAN DENGAN LOGIKA/FIKIRAN. Biasanya saya terdiam dengan kening terkerut jika mendengar kalimat ini. Saya tidak melihat perbedaan sesatnya Ahmadiyah dengan orang yang menerima kalimat ini secara _dogmatis_. Kongkretnya, di tanah air kita banyak sekali orang yang percaya kalau air doa itu bisa memberikan khasiat tertentu. Bahkan di beberapa tempat, percaya jika air bekas cucian senjata pusaka seorang sunan bisa menyembuhkan segala penyakit. Dan sebagainya, dan sebagainya. Saya yakin tidak ada yang ingin membakar sebuah keraton karena kesesatan yang satu ini.
Coba fikir! Kasus-kasus ini lebih sesat dari ahmadiyah. Mengapa?
Jika Ahmadiyah mempercayai nabi setelah Muhamad, mereka ini mempercayai kekuatan lain selain Allah!!! Mereka percaya akan adanya CALO yang bisa memperlicin doa kepada Allah!!
Pendapat saya, inilah hal-hal yang membuat orang tidak tahu jalan yang benar. Karena banyak ulama yang bertindak seperti itu, sedangkan dia mengajari untuk menjauhi musyrik.

Selain itu banyak pula para ustadz, kiyai, atau apapun, membuat Islam ini terlihat sulit. Seperti contohnya, pakaian harus begini lah, harus pake sorbanlah, harus pake gamis lah, dll. Mungkin saja pergi kuliah juga harus pakai Unta.
Maaf, saya memang suka agak kontroversial. Terus terang saya bingung dengan beberapa kelompok pengajian yang mengajarkan hal-hal ini. Kalau ngaji harus pakai baju putih semua lah, pake sorban yang cara membelitkannya begini-begitu lah, dst. Bagi kelompok itu sendiri mungkin baik. Anggotanya merasa tentram dan bangga. Tapi bagi orang lain? Saya sendiri kadang suka geli jika ada orang Indonesia dengan dandanan Arab di Bandung. Saya hanya berfikir, mengapa untuk mengemban islam kita harus kesulitan seperti itu dan asing di rumah kita sendiri? Bukankah Allah mengutus rasul itu dari kaumnya? Rasulullah juga orang arab dan di utus di tanah arab. Iya kan?

Ini hanya sebuah contoh, yang sangat mungkin tidak benar. Tapi hal-hal yang menyulitkan umat justru berakibat ketidak puasan umat. Pertanyaannya mungkin: Mengapa harus begini-begitu kalo begini saja bisa?

Jadi kembali lagi, maraknya aliran-aliran (mungkin) sesat adalah sebagai akibat kesalahan kita juga. Jadi seharusnya diselesaikan dengan baik, dengan jalan Islam. Nanti yang bertobat juga bukan hanya yang pernah sesat, akan tetapi termasuk kita yang menyesatkan, baik langsung maupun tidak.
Apa yang dilakukan saudara-saudara kita sekarang, melalui jalan mengumbar emosi, berdampak sangat buruk bagi kita. Orang-orang yang tidak suka terhadap Islam semakin menunjuk hidung kita. Orang yang tidak tahu mengenai Islam menjadi membenci. Orang yang baru meraih Islam mundur kembali. Seluruh umat Islam yang tidak berkepentingan menjadi korban, dari ulah ceroboh segelintir saudara kita yang bodoh.

Jujur. Saat ini bila ada orang bicara miring tentang umat Islam…. Saya tidak bisa membela. Saya hanya bisa mengatakan… Mereka itu bodoh. Atau…. saya juga bodoh.

Astagfirullah,

Yudi Rosandi*

*Kang Yudi Rosandi adalah seorang ilmuwan muda Indonesia. Saat ini berdomisili di Kaiserslautern, Jerman. Disela-sela kesibukan risetnya beliau senantiasa coba kritis dengan lingkungannya. Beliau seorang yang sederhana, ayah dan suami yang luar biasa, dan bagi kami beliau adalah seorang kakak yang membuat kami begitu bangga.

Artikel terkait:

Posted by: enugroho | April 25, 2008

Alhamdulillah Weekend 17

Minggu ini kami benar-benar bisa merasakan bahwa perpisahan merupakan sebuah kebahagiaan yang tertunda, sebuah pelajaran yang berharga, dan bukti rasa sayang yang ada. Alhamdulillah mulai minggu ini kami berdua kembali bersama.

  • Beijing Airport. Cina benar-benar telah siap menyambut semua peserta dan pencinta Olimpiade. Berbagai infrastruktur pendukung telah benar-benar disiapkan secara luar biasa. Salah satu infrastruktur utama yang telah rampung persiapannya adalah Terminal 3 Beijing International Airport yang merupakan airport terminal terbesar di dunia. Terminal tersebut adalah hasil rancangan Sir Norman Foster yang juga merupan arsitek dari berbagai gedung megah di dunia, diantaranya: stadiun Wembley, Universitas Teknologi Petronas, Hongkong airport, dan juga berperan besar dalam restorasi gedung parlemen Jerman (Reichstag). Alhamdulillah berkesempatan menunjungi airport megah tersebut, sempat berharap dan berminpi semoga suatu hari salah satu aiport Indonesia juga bisa tercatat menjadi salah satu aiport termegah di dunia, sanggup menyambut tamu dengan nuansa khas Indonesia, dan menjadi kebanggaan segenap bangsa. (Mr. Nugroho)

  • Petronas dimana-mana. Ketika sedang beristirahat di Dubai, Alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan dengan salah seorang pegawai Petronas yang akan bertugas di sebuah negara di Afrika. Beliau bercerita banyak dan sungguh tidak bisa dipungkiri betapa jauh ketertinggalan kita. Ketika Pertamina masih sibuk dengan tabung gas dan distribusi minyak tanahnya, Petronas telah berinvestasi trilliunan rupiah untuk sumber energi baru. Mudah-mudahan penemu sumber energi efektif baru berasal dari Indonesia dan penemuannya bisa membantu merupah mental dan citra Pertamina. (Mr. Nugroho)
  • Bertemu. Alhamdulillah, genap 20 hari kami berpisah dan pertemuan hari itu merupakan salah satu saatpaling berbahagia yang pernah kami rasakan. Terima kasih kami yang sebesar-besarnya untuk semua teman-teman yang menjadikan 20 hari ini lebih ringan, lebih bermakna, dan menjadi sebuah perjalan berharga untuk kami. Ketika bertemu ada ribuan rasa dalam dada namun kadang bingung untuk mengatakkannya. Ketika tangan kami bertemu - semuanya menjadi satu dan tak ada cukup kata untuk mengungkapkan betapa kami sungguh bahagia. Alhamdulillah. (Kel. Nugroho)
  • Ayam bakar bumbu santan. Sebagai sedikit ungkapan terima kasih, kami mengadakan acara piknik bersama, dengan menu ayam bakar bumbu santan (resep ada di ruang makan) dan sate sayuran. Di temani cuaca hari itu yang lumayan cerah, Alhadulillah kami semua bisa berkumpul bersama. (Kel. Nugroho)

Older Posts »

Categories